BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#17


__ADS_3

  Suasana kelas yang tenang dan cukup menegangkan, membuat para murid serius berperang dengan lembar benda tipis yang berisikan angka angka yang mengisi penuh selembar kertas kosong tersebut, hanya tetesan demi tetesan tinta 'kan menjadi senjata dalam pertempuran sengit mereka.


  Setelah sekian banyak ulangan yang sudah ku terima selama sekolah, sudah saatnya aku bukan sebagai siswa lagi yang sibuk mengerjakan ulangan saat ini,


disini aku sebagai pengawas dan pembuat ujian harian kali ini.


 Ya setelah 8 tahun yang telah berlalu dan kini umurku sudah 25 tahun, sedari dulu aku udah memutuskan untuk menjadi guru matematika, walaupun orang orang bilang matematika itu sulit tapi menurutku matematika pelajaran yang sangat mudah, karena dari sononya aku udah pinter itung itungan, mungkin itu turunan dari ibuku yang dulunya seorang akuntan,


tapi hanya matematika aja yang suka dan bisa yang laen mah angkat tangan, untung aja bakat fotografer ayah nurun juga sama aku, ya jadi klo ada PR aku moto punya temenku, dan itu pun tak pernah blurr suangat jelass,


ehh tapi jangan ditiru, sesusah apapun pelajaran, harus usaha dulu ya, klo emang udah mentok ya udah pilih pilihan yang diinginkan :v


Kacamata telah bertengger manis di mataku, sebagai pembeda aku yang dulu bukanlah yang sekarang eyakk..


Aku sekarang berkerja sebagai guru matematika di SMA yang cukup favorit. Dan disini pun aku masih dingin dan cuek, makanya seluruh muridku tunduk padaku.

__ADS_1


" Waktu kalian tinggal lima menit lagi.."


ucapku sambil berkeliling memutari siswa untuk mengecek kejujuran, jadi klo ada yang kupergoki mencontek aku akan langsung menarik kertas ujiannya.


Jujur ya aku paling ngga suka klo ada yang nyontek pas ulangan, tapi klo pas ngerjain soal biasa sih aku masih kompromi soalnya dulu aku juga nyontek, tapi untuk urusan ulangan, jujur pada diri sendiri, sombong kalii ya aku inih :v


" iya pakk...." ucap serempak murid itu yang tampak langsung terburu-buru.


  Setelah waktunya selesai semua siswa langsung mengumpulkan kertas dan saat ini aku udah ngga ada jam pelajaran, jadi aku habiskan untuk makan makan di kantor.


" Hmm.. besok jadi engga, ikut kajiannya?" tanya wanita yang langsung menghentikan proses makanku.


  Wanita di depanku itu adalah teman kantor yang cukup dekat denganku karena kami cuma kami berdua guru muda di sekolah ini dan usia kami seumuran, jadi bisa sepemikiran euyyy....


Wanita itu namanya Sabrina, dia salah satu guru bahasa indonesia di SMA yang sama denganku.

__ADS_1


Aku dan dia selalu saling tukar informasi tentang kajian, dan besok aku dan dia udah janjian buat dateng di kajian tersebut.


Ohh ya...


aku ingin bilang kalau selama delapan tahun ini aku hilang kontak dengan Silla, karena setelah wisuda aku pun sudah tidak pernah bertemu dengan Silla, dan hanya memantaunya ke media sosialnya tapi untuk akhir akhir ini kayaknya udah ngga aktif,


  Tapi untungnya aku masih kontakan dengan Rifqi, ya jadi aku masih dapat info tentang keluarganya yang sekarang sudah menetap di kota sebelah, tapi katanya, Silla tinggal dikota beda dengan orangtua dan Rifqi.


  Eeeitss, tapi untuk selama ini Rifqi belum tau kalo aku naksir sama adeknya, dia hanya tau kalo aku dulu seSMA dengan Silla, jadi selama ini rahasianya masih aman.


Sungguh selama 8 tahun ini aku mencoba memantaskan diri, dan aku yakin untuk tahun ini aku akan menjemput, melamar, dan menikahinya.


🌺🌺🌺


Assalamu'alaikum wr wb

__ADS_1


Terimakasih udah baca cerita ku, jangan lupa vote, like and comment. Terimakasih


Wassalamu'alaikum wr wb


__ADS_2