BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#26


__ADS_3

" Sah?"


"SAH" jawab serempak tamu undagan.


"...alhamdulilah,"


Ya...


Hari ini adalah hari metamorfosa kan merubah ku menjadi imam dan pemimpin keluarga.


Setelah sekian banyak lika liku pencarian cinta yang ku lewati hingga tepat hari ini menjadi saksi bisu akhir kisah perjalanan pencarian jodohku.


Aku harap moment yang membahagiakan ini akan selamanya menghiasi rumah tangga ku kelak.


Ku harap segalanya dapat ku terima dengan lapang dada dan ikhlas. Menerima kehadirannya dan semua yang ada di dirinya.


Perpaduan baju adat jawa dan batik yang telah menempel di tubuhku membuat ku terkesan gagah sesaat menunggu calon makmumku ehh sekarang bukan calon, tapi udah jadi makmum beneran, kan udah sah, udah sah mah bebas,ehe.


Hingga tibalah saatnya terlihat sosok wanita yang ku tunggu sedari tadi berjalan dengan anggunnya menuruni setiap anak tangga dengan giringan beberapa perpempuan dan dengan bersampingan dengan ibu.


Ya...karena dia telah menjadi istriku jadi segalanya menjadi milik berdua, ibuku dan ibunya kan menjadi ibu kita. Ya..kann....


Jalannya yang anggun mengalihkan penglihatan ku dan seluruh tamu undangan yang membuat kami tersihir tuk tak bisa sekejap tak memandanginya.


Pesonanya yang sungguh memukau membuatku tak kuat dan trus menunduk sesekali meliriknya.


Dan tibalah bidadariku yang telah berada, tepat di depanku. Balutan gaun putih dengan perpaduan bawah batiknya yang nampak serasi dengan pakaian yang ku kenakan,


dengan kain panjang jilbabnya yang tetap menggantung lebar menutupi dadanya yang terkesan cantik dan syari.


Walau dengan balutan pakaian pengantin yang cantik nan memesona yang ia kenankan, tapi tak menimbulkan dosa mengumbar aurot karena tak memperlihatkan lekuk tubuhnya,

__ADS_1


Jadilah hanya tatapan masih dalam batas wajar tuk kami perlihatkan sebagai bukti tersihirnya kami dengan pesona dan kecantikan bidadari dunia.


Ku beranikan mataku tuk menatap mata cantiknya, seketika aku ingat jika sekarang status ku sudah berganti sebagai suami yang terus membimbingnya dan bertanggung jawab seluruhnya di dunia dan akhirat.


" Sungguh Tuhan diri-Mu lah yang maha segalanya, permudah lah jalanku tuk membimbingnya menuju ke bahagiaan abadimu bukan hanya di dunia saja, tapi juga di akhirat.


Tuhan tumbuhkan lah rasa cinta yang tulus bukan hanya kepadanya tapi segala yang menyangkut kehidupan dan kepribadiannya, semoga kebahagian kan selalu menyertai perjalanan rumah tangga ku, aamiin"


doa ku dalam diam.


Seketika terdengar riuh godaan godaan yang di ucapkan para tamu undangan, yang langsung membuatku salah tingkah dan menunduk malu sama halnya dengannya.


" Masa istrinya dianggurin, jangan cuma lirik Zaed cium aja ngga dosa,"


" udah pepet aja, udah halal juga"


" Cium..ciummm, "


Ya....sekiranya seperti itulah godaan godaan yang masih terdengar di sepasang telingaku yang terus dikicaukan mereka.


Suara riuhan itu pun tetap tak terhenti di gendang telingaku, tapi setelah itu aku mendengar ucapan ibu yang terkesan seperti bisikan yang menyuruh kami bersalaaman.


Jujur aku ragu selama ini aku ngga berani nyentuh tangan wanita muda lain, jadi sangat terkesan kaku ketika ku sodorkan tanganku padanya.


Setelah mendengar suruhan ibu membuatku mau tak mau langsung mendorongku untuk mengajukan tanganku di depannya. Terlihat balasan bimbang darinya, dengan terus mengajukan dan menarik kembali tangannya dari aluran tanganku yang seketika membuat semua tamu undangan tambah riuh.


Tapi setelah kebimbangannya akhirnya dia mau menerima uluran tanganku.


Saat ku rasa tanganku di cium bibirnya,, hatiku sungguh tersentak akan perlakuan manisnya.


" ya Rabb, sungguh beruntungnya aku ketika uluran tanganku diterima oleh wanita baik nan suci yang tidak pernah tersentuh oleh lelaki bukan mahrom nya. Semoga kau mudahkan segala cinta tulus hadir dalam keluargaku ini," batinku berdoa saat dia mencium tanganku.

__ADS_1


Ku dekatkan bibirku di depan keningnya ku cium keningnya cukup lama dan setelah itu ku rapalkan doa dan ku akhiri dengan bisikan lembut di dekat telinganya.


" selamat datang istriku, bidadariku.." godaku yang langsung membuatnya tambah menunduk malu dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya walau tertutup cadar yang ia kenakan.


Karena di masih kekeh untuk memperlihatkan riasan wajah cantiknya hanya untuk suaminya semata bukan untuk kalayak umum. Sungguh aku sangat beruntung mendapatkan istri terjaga sepertinya.


Setelah sekian banyak waktu yang kami habiskan selama resepsi hingga akhirnya tepat jam jarum panjang berdetak kan jarumnnya ke angka delapan malam, hingga akirnya tibalah waktu istirahat berdua ku padanya.


Di kamar inilah kami saat ini tempati, dengan kamar yang sudah di desain spesial buat pengantin baru, ya jadilah masih banyak bebungaan yang menghias di kamar yang sekarang kami akan jadikan tempat istirahat berdua.


Ohhhh….ya


kami memutuskan untuk mengadakan pernikahan di rumah yang sudah ku persiapkan khusus untuk istriku selama ini.


Dengan segala pertimbangan akhirnya mendapat persetujuan seuruh keluarga.


Dan jadilah rumah kami yang berwarna abu abu dan hitam yang berlantaikan dua walaupun tidak besar namun akan terasa nyaman dengan hangatnya keluarga.


Hingga akhirnya suasana pun terlihat sepi dengan pulangnya tamu undangan dan para orang orang tua pun sudah pada pulang di kediaman masing masing.


Dan tiba lah hanya ada kami. Ku lihat dia baru masuk kamar dengan membawakan minuman untukku dan untuknya.


“ Apakah kau mengizinkan ku tuk membuka cadarmu agar aku dapat melihat wajah cantik mu, wahai istriku…”


ucapku ketika dia duduk tepat di karpet tebal di depanku yang langsung mendapat anggukan darinya.


Ku mulai menarik tali cadar yang ia kenakan, untungnya saat ini jilbab yang ia kenakan dengan cadar di luar jadi lebih mudah untuk ku membuka cadarnya yang menutupi wajahnya.


🌺🌺🌺


Jangan lupa vote, like dan comment and stay at home.

__ADS_1


#dirumahaja


__ADS_2