BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#16


__ADS_3

.........


" Kakak, kok lama cih?" kata Ayya yang udah berkacak pinggang layaknya bos di depan mobil dengan tatapan sinisnya.


" Maafin kakak ya, " ucapku yang di jawab gelengan dengan malahan ingin menangis.


Aku langsung membawanya ke gendonganku, tatapan kecewa Ayya dapat ku lihat dengan wajah merah


dan mata berkaca kacanya membuatku tak tega untuk menatap, yang membuatku langsung membujuk adik kecil ku itu supaya dia nggak nangis.


"..maafin kakak ya tadi agak lama,


tapi kakak beliin ea krim yang tadi Ayya pilih tapi ngga cuma satu lho,


kakak beliin dua untuk Ayya semuaaanya.."


ucapku sedikit lega karena langsung respon yang baik, malahan mendapat ciuman dan tatapan gembira ria Ayya.


  Ayya memang sedari masih kecil sangat sensitif dan manja, apalagi dulu saat orang tuaku belum sadar adanya kami membuatnya sekarang mudah marah dan kecewa, karena sudah tertanam kebohongan kecil orang tuaku dulu yang belum mereka sadari saat itu.


Setelah berhasil menenangkan Ayya dia langsung ku gendong ke tempat duduk belakang, yang sungguh mengejutkan ialah sudah adanya dua makhluk di belakang yaitu ayah dan ibu, yang menempati tempat yang semula ku duduki dengan Ayya.


" Yah, kok disini sih? siapa yang ngendaraiin klo gitu?" ucapku yang hanya di balas telunjuk ayah yang menunjukku.


" Aku juga.." ucapku.

__ADS_1


" Kenapa lama, banget kak,


antriannya panjang?"


tanya ayah, sambil menyenderkan kepalanya pundak ibu jadilah hari ini yang menjadi sopir,


 Ayah ngedusel ngedusel ibu dibelakang dengan Ayya dipangkuan ibu, udahlah cocok sekali aku jadi sopirnya, batinku prihatin dengan diriku sendiri :(


Emang dari sononya tuh ayah selalu jadi manja kalo ada ibu, jadi tanpa malu ayah menunjukan kemesraannya didepan anak-anaknya.


Mungkin ayah ngga peduli akan keirian putra semata wayangnya yang jomblo ini, tapi biar pun jomblo harus berkualitas, dong!!!


But, berkualitas apapun jomblo kan juga tetap memiliki perasaan, emang dasar, ayah ngga punya malu, ehhh, monmaap, yah, batinku merutuki ucapanku.


" Itu yah, tadi ketemu Rifqi sama istrinya, di dalem," ucapku tanpa menoleh ke ayah, dan tetap fokus ke jalanan.


" Itu lho, yah,, anak lelakinya Pak Rahmad yang ayah suruh dia menemani kakak ke kajian dan orang yang ayah ceritain hijrahku


ke dia tanpa sensor, semua real dan tanpa ada yang ditutup tutupi, untung dia ngga curiga klo cewek itu adeknya, " ucapku kesal mengingat ucapaan Rifqi, yang menceritakan kelakuan ayah yang terang terangan untuk menceritakan hijrahku


sangat leluasa sama orang lain tanpa seizinku, untung Rifqi ngga curiga kalo wanita yang ada di cerita hijrahku itu adeknya,


kan bakal mati kutu kalo sampek tau dia, hihihiii...


" .....Ohh yang ituuu,

__ADS_1


Halah cepet ato lambat Rifqi bakal


tau klo kamu suka sama adeknya,


kan nanti juga kakak jadi adik iparnya,,,"


ucap ayah santai yang membuatku cengengesan ngga jelas,


emang ya setelah ketemu Silla aku ngerasa berubah, kayak orang ngga waras, kadang senyum, kesal, marah bahkan nangis ngga jelas penyebabnya dan ngga tau tempat.


" Aamiin ya Allah, " ucapku cengengesan yang langsung dibalas ketawa keras ayah dan ibu.


Dan Ayya masih dalam posisi mendengarkan tanpa tau arah pembicaraan dengan menikmati es krimnya tadi. Emang klo orang udah disajikan makanan enak bakal diam.


"...kayaknya kakak dah ngebet nikah deh bu, ayok bikin Ayya adek cowok bu, biar nanti klo kakak dah nikah ada yang jaga," ucap ayah yang langsung ditambok ibuku, yang langsung ku sambut dengan gelak tawa.


"... ihh apaan sih yah," ucap ibu kesal.


🌺🌺🌺🌺🌺


Assalamu'alaikum wr wb


Terima kasih udah nyempetin baca cerita kegabutanku, jangan lupa vote, like, and koment. 🤗💓


Terimakasih...

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr wb


__ADS_2