BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#8


__ADS_3

Selama mendengar ceramah hatiku terbuka, ternyata hijrah bukanlah untuk orang yang baik, tapi untuk orang yang berkeinginan menjadi lebih baik lagi. Aku merasa sangat rendah diantara orang-orang yang ada di sini. Aku bertekad untuk memperbaiki diri untuk diriku sendiri bukan untuk cinta yang tak semsetinya hadir.


"*Cinta 5 huruf, 1 kata, dan seribu makna,


cinta dianggap indah bagi banyak manusia, tapi cinta dapat menjerumuskan mu dalam sebuah kesesatan tanpa ikatan kepastian,


cinta pada manusia kau akan lelah, cintamu yang belum semestinya hadir 'kan membuatmu mengeluh bahkan kan membuatmu kecewa, kenapa cinta kita selalu bertambah tapi iman kita menurun perlahan secera vertikal, karena cinta kita tak didasari iman dan pengetahuan,


Cinta paling indah didasari iman, cinta yang selalu terbalaskan oleh sang pencipta, ialah cintamu pada tuhan, Cinta pada Allah ialah cinta yang abadi sepanjang masa, Kau mencintai Allah, Allah membalasnya, Allah selalu membantu mu, disetiap apa yang kau hadapi, perbanyak ilmu, perbaiki diri dan perbaiki niat untuk mu, untukku, dan untuk kita semua yang sedang hijrah untuk menemukan cinta yang sesungguhnya*,"


kata ustadz yang membuat pengetahuanku menambah.


 


"...aku merasa tertagih 'tuk kembali,


aku merasa tertarik 'tuk menetap,


 Sungguh sesuatu tlah membuka relung hatiku yang keras, melunak sedari proses panjang pembelajaran,


Aku bagai tertampar keras dengan keadaan


Sadar sesuatu yang tlah ku tanam,


Sadar akan dosa yang seakan ku lalaikan,


Biarkan setitik hitam 'kan menjadi bukti dan alasan,


Bukti bisu sebuah kesesatan dan kenikmatan


Sedahulu kebodohan menerjang, "

__ADS_1


 


~Mrsh~


 


Seakan terbawa angin waktu, hingga tanpa terasa telah seratus dua puluh kali jarum panjang jam berdetak mengikuti indahnya tempo, aku tersadar akan waktu yang ku habiskan setalah mendengar salam penutup dari sang ustadz.


Setelah khalayak menjawab salam penutup sungguh kaget saat melihat jam yang bertenger di tanganku, ternyata telah 2 jam aku duduk bersimpuh diantara orang-orang alim tanpa jenuh. Setelah itu aku dan lelaki yang berada disampingku yang belum ku ketahui namanya ku ajak dia menuju luar untuk sekadar berkenalan.


" Nama kamu siapa? " tanyaku padanya.


" Namaku Malik Rifqi Alfarisy, panggil aja Rifqi...nama kamu siapa? "


" Namaku Zaed, Zaed Firsya Raharsya, kamu umur berapa? apakah kita seumuran? "


(maaf disini baru tertebak nama panjang zaed, kerena kemarin binggung jadi belumm ditulis namanya:)


"lhoo kok kamu tau umurku? " kataku penasaran,


"...Karena setahuku, kita baru aja kenal, ngga mungkin kan klo kamu bisa ngeramal " lanjutku.


"hahaha.. Ngga mungkin lah aku bisa meramal, emang aku dukun, " tawa gelinya yang membuatku malah jadi merinding, aku malah jadi takut, bisa-bisa orang yang ada di depanku ini jin. hahahaaha


" aku sebenernya udah tau lebih dulu kamu, ayahmu berteman dengan ayahku jadi aku kenal ayahmu, beliau meminta bantuan padaku katanya putranya ingin mengikuti kajian dan setelah itu dia menceritakan tentang kamu yang ingin hijrah dan memperlihatkan fotomu,beliau ngasih tau umurmu 17 tahun, " jelasnya panjang lebar.


" aduh malu, nya..." ucapku nunduk.


" halah, santai broo, gue dlu juga nakal kayak lo, gegara suatu hal yang ngerubah gue, " katanya sambil menepuk pundaku, yang membuatku tercenganag karena orang alim kayak dia bicara lo-gue.


" kita bicaranya santai aja bro, Gue klo nggomong juga pakek lo-gue klo sm yang udah kenal tapi terkecuali sama keluarga gue, bisa-bisa gue ditampol sendal sama bokap, Kita jadi anak muda, ngga papa keren tapi sebelum keren urusan di dunia harus lebih dulu keren urusan akhirat broo, lo kalo pengen bicara lo-gue ngga papa kok, " jelasnya.

__ADS_1


" aku ngga terbiasa dengan lo-gue, sorry ya, " ucapku yang dibalas senyuman dan tepukan di pundakku.


Emang dari dulunya aku ngga banyak nggomong, jadi aku ngga terbiasa dengan kata lo-gue.


"klo boleh tau emang apa yang membuat mu hijrah?"


********-*********


Flasback


2 tahun lalu,,


Dalam club, terdengar keras dentuman musik, yang dinikmati manusia-manusia dengan lenggokan tubuh wanita-wanita yang berpenampilan sungguh sangat jauh dari perintah yang telah dituangkan Allah dalam Al-qur'an.


Di sisi pojok club terdapat lelaki yang sedang minum-minum yang dianggapnya dapat mengurangi beban masalahnya. Lelaki itu ialah Rifqi, dia sungguh frustasi setelah melihat vidio yang dikirimkan oleh musuhnya yang memperlihatkan wanita yang dicintainya tengah menikmati adegan-adegan layaknya pasangan yang telah menikah dengan musuh bebuyutannya.


  Sungguh sangat kecewa Rifqi dengan wanita yang telah dicintainya dengan sangat mudah menghianatinya.


 


Setalah puas meminum di dalam club, dia memutuskan untuk pulang ke hotel, karena diri nya masih sadar klo dia pulang ke rumah pasti dia akan langsung dibunuh ayahnya melihat dirinya yang mabuk berat.


 


" Arghhhh...." teriaknya sambil memukul stir mobil.


Dalam perjalanan Rifqi merasakan kepalanya seakan diputar-putarkan dalam komedi putar yang membuatnya bluur untuk memandang ke arah jalanan, karena sudah tak kuat mengendarai mobilnya, kemudian memutuskan masuk ke dalam hotel biasa untuk menginap di sana secepatnya, karena dirinya sangat tidak kuat lagi menahan pusingnya.


*****


Apakah tulisan puisi ku nyambung? maaf klo ngga nyambung, butuh banget kritik dan saran yang membangun, terimakasih

__ADS_1


__ADS_2