BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#13


__ADS_3

  Aku mulai mendekat ke arah orang tuaku dengan posisi masih sama mengendong Ayya. Ketika sudah mulai mendekat aku malah kaget dengan adanya Silla dan Pak Rahmad yang juga ada di tempat ayah dan ibu.


" Ini kak, ternyata Pak Rahmad kepala sekolah kamu itu sahabat Ayah sewaktu kuliah, "


ucap ayah yang hanya ku balas senyuman


ke Pak Rahmad karena ngga mungkin aku salaman dengannya dengan Ayya yang ada di gendongan depanku.


" Anak ayah manja banget sih, turun sini biar ayah gendong adik, kakak mau bicara sama Kak Silla, " ucap ayah yang langsung membuat ku binggung.


" Aku endak mau, ayah, aku mau nya di gendong ama kakak, " ucapnya manja,


membuatku mengelus punggung adik kecilku yang membuat ayah mencabikan bibir kesal dengan jawaban adikku.


" Memang apa yang akan ku bicara kan?" tatap ku pada ayah dan ibu dengan tatapan binggung.


" Itu lho kak, solusi dari ibu, kemarin" kata ibu, jawabku mengangguk mengerti.


" Pak saya minta maaf karena kesalah pahaman waktu itu pak, dan aku juga minta maaf sama kamu Sill dari semua yang ku perbuat selama ini, " ucapku tulus.


" Dia udah minta maaf, kok kemarin Bro,


tenang aja nak, masalah kemarin biarlah berlalu, " ucap Pak Rahmad padaku dan pada Ayahku.


" Maaf in ya Bro salah anakku, " ucap Ayah ku yang di jawab dengan tepukan bahu seakan mengatakan tidak apa.


" Bagaimana nak Silla, apa nak Silla sudah memaafkan anak Ibu?" tanya ibuku.


" Udah kok Bu, sedari dulu aku udah memaafkannya, " ucapnya menatap ibuku.

__ADS_1


" terima kasih ya nak,,, " ucap ibuku memeluknya.


" Mungkin begini rasa bahagia, ketika melihat ibu dan calon menantunya saling menyayangi dan berpelukan ria," batin ku cengegesan.


Saat ini aku sedang menepati janji adik kecilku yang ingin membeli es krim, aku masuk ke supermarket hanya bersama Ayya, karena ibu dan ayah menunggu di mobil.


Tapi karena adik kecilku tak sampai di lemari es krimnya, jadi apa boleh buat aku harus menggendongnya.


" Ayo ya, berat nih kamu,... " ucapku.


  Sejujurnya Ayya tidak berat sih, tapi aku hanya malu saja karena aku sedari tadi mendengar obrolan pembeli es krim


yang mengira aku dan Ayya sepasang ayah dan anak yang serasi,


Apa lagi saat ini terdapat pasangan remaja yang ada di sampingku dengan santai nya membicarakanku yang dapat ku dengar dengan jelas dan masih santai memilih es krim sama seperti Ayya.


" yang...cantik ya anak ini, apalagi ayahnya masih muda dan tampan, ya..yang, hot daddy deh yang, cowok idaman, dan sayang keluarga...." ucap wanita di sampingku terkagum-kagum melihat kami,


yang membuat kekasihnya langsung marah membuatku ingin sekali terbahak.


" apaan sih yang, kok kamu jadi berani muji cowok lain sih, kamu bosan sama aku, hah?" ucapnya yang langsung meninggalkan wanitanya dan langsung disusul wanita disampingku.


" Ayo lah, ya kita udah sejam disini, pilih semua yang kamu mau, ngga usah ragu-ragu asal cepet,"


ucapku kesal karena sedari tadi gendong Ayya ya walaupun ngga sampek satu jam-an sihh, tapi cuma 10-15 menitan lah tapi pegel juga harus gendong sambil nunduk, bentar lagi encok nih pinggang.


" No..no..no


Ndak boleh bolos kak, bolos temannya setan lho kata ibu, kakak ndak takut..?"

__ADS_1


ucap Ayya yang malah berusaha menakutiku.


( Bahasa Ayya : Bolos \= Boros)


Padahal aku mah ngga takut sama apapun,


ya.....kecuali sama sang pencipta dan sama ayahku apalagi kalau ibu sedang ngambek sama ayah, pasti imbas kekesalan ayah akan ditujukan padaku seperti Ayya kalo lagi laper aja, sensitif banget, kalo sama ibu aku ngga takut tapi lebih ke hormat.


" yaudah ayoo pilih cepet.." ucapku tak sabar.


" Sabal kak, olang sabal di sayang Allah dan Ayya," ucapnya mencoba menenangkanku dengan mengelus dadaku dengan jemari kecilnya agar mengubah mood ku menjadi baik lagi,


padahal aku mah ngga perlu ceramah dari dia, dia cepet aja aku dah seneng.


" iya,, yaudah sekarang pilih, jangan lama-lama kasian ayah sama ibu di mobil, " ucapku lembut yang hanya dibalas anggukannya dengan terus sibuk memilih es krim.


  Sampai akhirnya datang seorang wanita yang ingin membeli beli es krim, yang aku hiraukan, aku terus nunduk, takut takut nanti dia juga akan bicara ngaco seperti pembeli-pembeli es krim tadi.


" Ayya,.." panggil seseorang di sampingku, yang seketika membuatku dan Ayya menoleh bersama-sama.....


🌸🌸🌸🌸🌸


Assalamualiakum


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita iseng ku, Maaf bila terdapat kata yang salah dan menyinggung, jangan lupa like,vote, and comment💓


syukron


Wassalamualikum wr wb

__ADS_1


__ADS_2