BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#43


__ADS_3

Kini usia Tisya udah menginjak bulan ke dua, tandanya masa nifas Silla udah berakhir, yee udah ngga sabar pengen meluk Silla,"


batinku sambil bersenandung ria saat mengemudikan mobil untuk pulang ke rumah.


" Ayaaahhhh.." sambut anak lelakiku saat ku buka kenop pintu.


Dia mencoba melangkah mendekatiku karena aku sengaja diam sambil merentangkan tanganku di depan untuk menyembut uluran tangannya.


Rasya mencoba melangkah kan kakinya mendekatiku, setelah sudah dekat ku angkat tubuhnya dalam gendonganku yang disambut ciuman manisnya di pipi kanan kiriku.


" Rasya kangen ngga sama ayah?"


tanyaku padanya yang asik menempelkan kepalanya di dada bidangku.


" angen anget yahh, asya, "


jawabnya yang membuatku menghujaninya dengan ciuman bertubi tubi.


" pinternya anak ayah, bunda mana sayang?" tanyaku pada Rasya.


" unda bitin mamam buat asya," jawabnya.


" emang kakak belum mamam?"


ohh ya dia sekarang aku panggil kakak biar nanti dia terbiasa dipanggil kakak sama adeknya.


" lum, yah..,"


jawabnya dengan gelengan kepala semangat yang membuatku sangat gemas.


Ohh ya Rasya tumbuh menjadi anak tampan, matanya juga lentik mirip mata Silla kalo bibir dan hidungnya yang mirip denganku, kata orang orang Rasya sangat tampan dan mirip kita.


Alhamdulilah dia memiliki wajah yang mirip dengan kita walau kita bukanlah orangtua kandungnya.

__ADS_1


" ehh..ayah udah pulang...


sini mas Rasya biar aku gendong supaya kamu bisa bersih bersih, ohhh ya baju kamu udah aku siapin ya Mas di kamar, "


ucapnya setelah mencium punggung tanganku.


" makasih ya sayang, udah siapin keperluanku.."


ucap ku sambil mencium keningnya dan berlalu ingin menaiki tangga tapi gegara keinget sesuatu membuatku harus menghentikan langkah kaki ku.


" bund..." panggilku berbalik menghadap padanya yang tengah sibuk menyuapi Rasya.


" iya Mas, kenapa?" tanya Silla.


" hem....Tisya lagi apa?"


ucapku binggung haduhh gimana bilangnya nih,


karena udah dua bulan kita ngga ngelakuin itu membuatku jadi sedikit canggung bahas perihalnya.


" hehhe engga papa sih, cuma itu..hmm gimana ya nggomongnya..." ucapku ragu.


" nggomong aja mas, ngga usah ragu aku siap dengerin kok..." balasnya lembut.


" gini dek...hmm tisya kan udah dua bulan, seharusnya masa nifas adek udah selesai kan? Ehmm mas kangen adek...." ucapku yang berhasil membuat rona merah dikedua pipinya.


" i...iya mas, masa nifas adek udah selesai kok, nanti setelah isya ya mas, kalo Rasya sama Tisya udah bobok," ucapnya yang membuat senyum menghiasi wajahku.


" makasih ya dek..." ucapku bahagia langsung berlari ke dalam kamar buat bersih bersih setelah itu makan malam deh sama Silla.


Setelah pergulatan rindu malam tadi, ngga tau kenapa saat aku membuka kan mataku aku mendengar ada seseorang yang sedang muntah muntah di dalam kamar mandi.


Langsung aja ku dekati arah kamar mandi itu dan benar, Silla sedang sibuk mengeluarkan cairan beningnya. Aku langsung saya menyentuh tengkuknya dan memijat lembut tapi saat itu dapat ku rasa tubuh Silla kaget dengan sentuhan dadakanku yang membuatnya berbalik dan ku sambut senyuman manisku, dan dia masih melanjutkan usaha mengeluarkan cauran itu dari mulutnya.

__ADS_1


" udah mas," ucapnya lemas yang langsung ku gendongan tubuhnya didepanku.


" enakan belum dek?" tanyaku sambil mengoleskan minyak angin di perutnya.


" udah mendingan kok Mas," ucapnya lirih.


" Dek..apa..hm....kamu hamil lagi?" tanyaku yang membuatnya langsung terkejut.


" hah? Hamil? Tapi kan mas kita baru sekali ngelakuinya itu pun tadi malem, kayaknya engga deh kalo hamil," balasnya.


" hehhee iya ya...yaudah deh kamu istirahat aja ya, " ucapku yang langsung dianggukinya setelah itu aku berencana buat ke dapur untuk membuat sarapan tapi sebelum itu tanganku dicegah olehnya.


" Mas..aku izin ya nanti ke rumah ayah bunda, soalnya kemarin mereka udah sampek sini..." izinnya emang ayah bunda Silla tinggalnya bukan disini di kota saat aku melamar dia pertama kali itu, dan rumah disini cuma di tempati Bik Sumi sama Pak Tono sepasang suami istri kepercayaan bunda dan ayah buat merawat rumahnya.


" emang kamu bisa kesana sendiri? Kamu kan masih sakit sayang, mending kamu tunggu mas aja pulang ngajar nanti, mumpung ini hari jumat aku pulangnya nanti jam dua," ucapku padanya.


" aku udah baikan kok Mas, ngga usah khawatir aku masih bisa kok ngendarain mobil, aku juga masih sanggup bawa anak anak, nanti mending mas pulangnya langsung kesana aja soalnya besok kan hari sabtu minggu jadi mas libur kan, jadi kita nginep kesana ngga papa?" tanyanya yang ku anggukui pasrah.


" iya nggapapa sayang, hati hati ya kamu nanti kesananya," ucapku yang dibalas anggukan dan senyum manisnya.


....


Hari ini hari jumat, hari dimana umat muslim melakukan ibadah jumatan. Setelah selesai melaksanakan solat jumatan aku berencana menghubungi Silla untuk menanyakan kabarnya, dan tak begitu lama akhirnya nomornya pun tersambungkan.


" assalamualaikum sayang? Gimana keadaan kamu sekarang? Udah ngga sakit kan? Jadi kan kerumah ayah bunda? Anak anak rewel ngga dalam perjalanan?" tanyaku beruntun khawatir.


" waalaikumus.." ucapnya terpotong dengan suaraku.


" anda siapa? Berani beraninya menjawab telepon istri saya" ucapku begitu dingin.


" maaf pak, kami dari kepolisian, kami menemukan telepon ini dekat di tempat kejadian kecelakaan,"


ucap pria di sebrang sana yang membuatku mendadak lemas sampai sampai aku tak mampu menopangkan tubuhku sehingga butuh sandaran ke tembok agar tubuhku tak terjatuh.

__ADS_1


" kecelakaan? Apa yang terjadi dengan istri saya pak?" tanyaku pada polisi tersebut.


💓💓


__ADS_2