BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#15


__ADS_3

" Maaf ya mbak, saya engga sengaja," ucapku tak enak hati melihat dirinya.


" Iya mas ngga papa, saya yang minta maaf tidak bisa jalan hati hati dan malah nabrak, mas," ucapnya dengan nada rendah nampun masih mampu ku dengar.


Aku terkagum-kagum dengan wanita di depanku ini yang memiliki paras yang cantik bercahaya membuat orang yang melihatnya pun tak kan bosan dan akan terpana.


Β  Dia juga mampu menutupi auratnya dengan sempurna, dengan gamis panjang dan jilbab panjangnya yang berwarna putih menampakan wanita yang ada di depan ku ini bak bidadari.


" Ternyata banyak juga bidadari yang berkeliaran di dunia..yaa.." batinku terkagum kagum dengan paras cantik wanita di depanku.


"Tapi sungguh Silla adalah wanita yang 'kan menjadi satu satunya bidadari yang paling cantik di hatiku, eyak."


batinku menggombal bayangan Silla, sad ngga bisa ngegombal langsung :(


Sebelum aku pamit meninggalkan wanita yang tadi untuk pergi, aku sungguh dikejutkan dengan pria asing yang ada di belakangnya yang sedang membantu wanita itu berdiri dari jongkoknya.


Dan lelaki itu ialah Rifqi kakak dari seorang wanita yang ku cintai yang sempat ku kira suaminya. Rifqi pun sama terkejutnya dengan kehadiranku yang dapat ku lihat dari ekspresi mukanya yang hanya ku balas dengan senyum padanya.Β 


" Zaed,"


" Rifqi..," ucapku bersamaan dengan lelaki itu yang ternyata adalah Rifqi.


" Zaed, apa yang lo lakukan disini?" tanyanya.


" Aku disini membeli es krim untuk adik ku, apa yang kau lakukan disini dengan gadis yang ada di sampingmu?," kataku sambil melirik wanita tak sengaja ku tabrak tadi yang ada di sampingnya itu.

__ADS_1


" Inilah wanita tercintaku, bidadari ku, yang pernah gue ceritakan ke lo kemarin," ucapnya.


" Ohh ituu istrimu...., kenalkan aku Zaed temannya Rifqi," ucapku menelangkupkan tanganku di depan dadaku yang di balas sama.


" Nama ku Annisa istri, Mas Rifqi" ucapnya yang terus menunduk.


Setelah perkenalan pada itu aku pamit untuk segera pulang dengan alasan adikku pasti sudah tak sabar menunggunya, dan alasanku pun benar, dia sudah ngambek ketika aku datang cukup lama ke mobil.


" Kakak, kok lama cih?" kata Ayya yang udah me-tenteng di depan mobil dengan gaya sinisnya menatapku.


Sudah ku duga,,,,


pasti saat ku dekat dia udah berkaca kaca, tebakku, dan itu memang benar adanya.


Ku gendong Ayya di sebelah lengan tangan ku ketika ku tatap butiran air sudah mulai membasahi pipinya dan dia mulai menangis dalam diam, membuatku sangat tak tega.


" ...Ayya lihat deh, di kantong plastik ya Kakak pegang ini ada es krim yang Ayya mau tapi engga cuma satu sayang, tapi ada dua dan itu semua untuk Ayya, " ucapku menghibur dia yang mendapat respon baik darinya. Dia mulai mencium pipi kananku dan membuka kantong plastik dengan gembira ria.


Ayya memang memiliki sifat cengeng berlebih, sensitif, mudah kecewa dan mudah marah. Ya...itu wajar karena dia memang sedari kecil kurang kasih sayang dan perhatian kedua orang tuaku.


FLASBACK AYYA :


Pukul 14:00


Β  Hari ini hari jumat, jadi wajar jika aku sudah pulang sekolah karena setiap hari jumat sekolahku memulangkan muridnya lebih awal ketimbang hari hari biasanya.

__ADS_1


Dalam perjalanan sungguh aku menikmati pemandangan rindang, jalan menuju rumah yang melewati taman yang sungguh menyejukan di pandang.


Elusan angin kan menyeretku ke dalam lamunan syahdu dengan berbagai serangan tak terduga, elusan lembut menerpa kulitku kian membuatku 'kan merasa terseret gelombang kesadaran yang membabi buta.


Karena sadar akan rasa ngantuk yang menjalar ke seluruh tubuhku, membuatku memperlambat tempo kendaraan yang sedang ku kemudikan.


Sungguh lamunanku seketika terbuyar, saat ku lihat anak kecil yang sangat mirip seperti Ayya, adik semata wayangku. Aku mulai menepi kan kendaraanku di pinggiran jalan, dan bergerak langsung mendekatinya, sungguh kaget ketika ku dapati itu adik semata wayangku.


" Ayya," panggilku yang langsung mendapat tatapan menangisnya yang seketika langsung ku peluk dia dan berusaha memberikan elusan lembut dipunggung untuk menenangkannya.


" Kenapa adik masih disini?" tanyaku padanya ketika ku rasa dia mulai tenang.


" ... tadi Ayya nunggu ibu, katanya ibu tadi pagi dia mau jemput Ayya, tapi Ibu belum datang datang juga," ucapnya sesengukan.


" Yaudah ayok pulang, mungkin Ibu lupa, wajar lah ibu kan sudah tua jadi sedikit lupa, sayang," dan hanya di jawab dengan anggukannya, sungguh saat itu juga dalam hatiku sangat jengkel dengan sikap ibu yang seperti tidak peduli pada ku dan Ayya,


tapi sebisa mungkin aku ngga boleh membuatnya membenci ibu, makanya aku bilang ke Ayya bahwa ibu lupa, padahal ibu saja masih muda, Ayah dan ibu menikah muda, umur ayah sekarang 37 tahun dan ibu 36 tahun, dengan umurku 17 tahun jadi kalian bisa hitung sendiri umur berapa mereka menikah.


Sungguh kejadian Ayya waktu itu membuatku bersikap dingin pada orang lain sekalipun itu pada ayah dan ibu, tapi syukurnya sekarang orang tuaku sudah sadar dengan apa yang aku dan Ayya butuhkan, yaitu sebuah kasih sayang bukan tumpukan uang.


Β  jadi wajarlah jika Ayya memiliki sifat cengeng, mudah kecewa, sensitif, dan mudah marah, itu semua salah satu penyebabnya adalah gegara satu kejadian seperti yang aku ceritakan.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih, mohon maaf bila ada banyak kesalahan dalam penulisan kata, jangan lupa like, vote and commentπŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2