
“ ehmmm…kainnya tipis banget ya sayang, baju apa jarring ikan ini tipis banget,”
ucapku memecah keheningan yang malah membuatnya tertawa.
“….mas bisa aja, itu namanya lingerie mas,” ucapnya disela sela tertawanya.
“ kok kamu tau? Kamu suka pakek baju kayak gini ya?” ucapku sempat menggodanya, tapi juga penasaran wanita selugu dia bisa tau pakaian seperti itu.
“ ehmm.. it.u aku tau pakaian itu awalnya pas main ke ruamhnya Kak Rifqi terus liat pakaian kek gitu di jemurannya yaudah deh aku tanya sama Kak Annisa, terus katanya itu namanya lingerie, katanya kak Rifqi suka klo liat kak annisa pakek pakaian kek gitu klo di rumah, padahal kan itu mah bukan pakaian kan, Mas, bener kata mas klo itu kayak jarring ikan, emang kak Rifqi itu emang rada aneh tuh orangnya,”
ucapnya malu malu yang membuatku ikut merona juga mendengarnya.
“ Ohhhh makannya, ini kadonnya juga kayaknya dari bang Rifqi,”
ucapku ketika membaca surat yang tertulis “Abang dan kakak kalian tercinta, RA.”
“ ihhhhh….ngeselin deh Bang Rifqi,” ucapnnya mengubah panggilnnya yang membuatku gemas.
“hmmm…normal lah sayang, aku juga bakal suka kok klo liat kamu pakek pakaian kek gini, tapiiii klo di kamar berdua dengan ku,”
godaku menahan malu yang membuatnya menunduk merona.
“ehmmm…okelah mas, tapi jangan sering sering ya nyuruh aku pakek pakaian kek gitu nanti aku masuk angin,”
ucapnya yang membuat kami tertawa, dan langsung ku acak puncak rambutnya.
“ engga lah, mana tega mas biarin kamu masuk angin, kamu pakek daster aja udah terlihat seksi kok, yang,”
ucapku yang langsung dihadiahi cubitan pertamanya yang mendarat di perut ku.
“ awhh..” ucapku pura pura sakit.
“ ….ya Allah maaf mas,”
ucapnya yang menunduk dan sengaja tidak ku balas, aku malah gencar mengodannya dengan terus mengucapkan ringisan kesakitan padahal mah cuma akting doang.
“ hiks….hiks….hiks…”
dia malah menunduk menangis, yang membuatku malah jadi panik.
“….sayang udah ngga usah nangis kan mas cuma bercanda, udah ya mas ngga papa kok, maafin mas ya sayang,”
ucapku mencoba menenagkan nya.
“ engga Mas, emang aku yang salah, maaf ya mas,
Maaf mas hari pertama pernikahan kita malah aku sudah berbuat dosa, maaf mas,” ucapnya yang malah ngga berhenti menangis tapi malah semakin menjadi.
“…sayang tenang ya,,,kamu ngga berbuat salah kok, maafin Mas, Mas tadi cuma bercanda tapi bercandanya malah keterlaluan sampek buat kamu nangis, maaf ya, sayang,”
__ADS_1
ucapku menyesal yang dianggukinya dan dia mulai semakin tenang.
“hmm…. Mas, klo ada orang yang membohongi kamu, bakal kamu apakan?” ucapnnya yang sudah mulai tenang udah ngga nangis lagi.
“ Mas ngga tau mau berbuat apa, tapi mungkin mas bakal kecewa banget sama dia, karena dari awal Mas ngga suka di bohongi, jadi jangan ada kebohongan diantara kita ya, sayang,”
ucapku serius kepadanya yang membuatnya beberapa kali menelan ludah yang menyiratkan ketakutan.
“hiks hiks hiks
Mas maaf….
Aku selama ini berbohong kepadamu, aku sebenarnya ngga pernah nikah, aku juga menggarang pernikahan ku, aku ngga mau kelak membuat Rasya malu karena ngga punya ayah, jadi aku menggarang ceritaku…” ucapnnya menangis lagi di bawah kaki ku yang bersila membuatnya terkesan bersujud dipangkuanku.
“ kamu berbohong?”
tanyaku pelan yang dianggukinya, ku mulai mengangkat kepalanya di pangkuan ku supaya kita bisa saling menatap satu sama lain.
“ mengapa kamu membohongi aku Silla, siapa ayah dari Rasya?”
ucapku terkesan dingin, ya lelaki mana yang ngga marah karena di bohongi istrinya sendiri.
“ hiks…hikss…hikss…aku juga ngga tau Mas, maafin aku,"
ucapnnya terus menangis tertunduk.
“ apa kamu bilang kamu ngga tau ayah Rasya? Sudah berapa laki laki yang menidurimu sampai kau ngga tau Rasya anak siapa?,” ucapku yang langsung meninggalkan ranjang yang kami duduki.
“ Mas…mau kemana? Jangan tinggalin aku mas, kamu boleh hukum aku tapi please jangan tinggalin aku,”
ucapnya bersimpuh di bawah kaki ku.
“aku mau cari udara segar diluar, kamu ngga usah kawatirin aku,
kamu istrahat duluan saja,”
ucapku menahan emosi dengan masih berkata di buat selembut mungkin.
“ Mas apakah aku boleh ikut?” tanyanya menunduk takut.
“ Kamu dirumah aja…beri mas waktu sendiri buat menenangkan diri dulu, mas berangkat ya,”
ucapku masih tetap lembut kepadanya.
“hati hati ya Mas,” ucapnnya lirih yang kuangguki saja.
Dalam perjalanan ku habiskan dengan menangis sejadi jadinnya, aku ngga menyangka, Silla berani berbohong dengan kebohongan yang sangat besar.
Dalam perjalanan aku menenagkan pikirkan ku dan menyakinkan bakal mencoba menerima segala apa yang ada jika dia jujur.
__ADS_1
“ Apa dia di tinggal pergi saat hamil diluar nikah dengan kekasihnya?”
pikirku sedari tadi yang malah membuatku tambah sakit hati.
Jujur di hatiku yang paling dalam aku ngga percaya wanita sebaiknya berani berbuat seperti itu.
“ arghhh…”
teriakku frustasi memikirkan itu membuat kepalaku seperti mau pecah.
Seketika pikiranku berkecamuk dengan peristiwa bejat yang dilakukan Rifqi dulu, apa mungkin Silla korban pemerkosaan.
“Ya Tuhan jika itu benar…mungkin dia sangat syok sekarang,
ngga seharusnya aku pergi seperti ini, aku harus meminta penjelasannya,”
ucapku mulai memutar balikan mobil ku buat kembali ke rumah.
Memang sedari awal aku sudah pasrah jika nanti istri Silla ialah janda dan pastinya sudah tak perawan lagi. karena yang ku tau dia sudah pernah bersuami dan telah memiliki anak.
Aku juga sudah mulai ikhlas mendengarnya sudah menikah, tapi aku sangat kecewa mendengar kejujuran yang baru ia katakan jika dia ngga pernah menikah dan dia ngga tau ayah kandung Rasya,
itulah kebohongan yang pasti akan terasa sangat menyakitkan.
Jikalau sedari dulu dia mengatakan jika dia diperkosa aku bakal tetap menikahinnya karena cintaku untuknya sangat besar.
Sesampainya di kamar, aku ngga melihat batang hidungnya tetapi ku dengar suara dari dalam kamar mandi yang ku duga itu pasti Silla.
Ku langkahkan kaki ku ke balkon untuk menunggunya sembari menghirup udara malam masih terasa menyejukan.
Tubuhku seketika menegang ketika melihat ada tangan yang telah melingkar erat di pinggangku, ku rasakan helaan napas yang menghangat di pundakku.
Aku diam saja ngga ingin membalas atau pun menolak pelukan yang di berikan Silla.
“ Mas…” ucapnya lembut terdengar di kedua telingaku.
“hmmm…”
yang ku jawab dengan deheman saja.
“ Mas aku minta maaf atas kesalahanku…” ucapnnya terdengar mulai menangis tanpa ada balasan yang terucap dari bibirku aku mencoba diam saja menunggu ucapan selanjutnya darinya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Jangan lupa like, vote, and comment kawan.
Dan selalu jaga kebersihan 🤗😉
#dirumahaja
__ADS_1
#stay at home