
Sore yang sangat cerah, membuat ketiga umat manusia menikmati hembusan hasil fotosintesis pepohonan ditepian jalan.
Suasana sore yang ngga ujan dan ngga panas banget membuatku, Silla dan Rasya berkeliling perumahan Silla, karena kita memutuskan buat nginep dirumah ayah dan bunda Silla.
Dengan gendongan Rasya yang udah ada tepat dipelukanku, tawa riang plus celoteh bahasa planet bayi yang ada didekapan depan dadaku membuatku dan Silla ikut gemas dengan tingkah polos bayi mungil itu.
" Mari bu, "
sapa Silla ramah dan anggukan kepala kami yang sesaat berpapasan dengan kedua ibu ibu tetangga.
" ohh udah punya anak aja, kamu Sil, padahal baru kemarin nikah,"
ucap salah satu ibu itu dengan tatapan sinisnya yang membuatku mengeram kesal mendengarnya.
"Ehh iya bu,
hmm....kami duluan ya bu,"
ucap Silla yang tetap sopan dan lebih milih diam dan menarik tanganku buat melangkah meninggalkan kedua ibu tersebut tapi sebelum itu aku cegah setelah mendengar kelanjutan ucapan kedua ibu tadi.
" Dasar wanita ngga bener, cadar cuma dijadiin buat nutupin dosa aja,"
" Maaf bu tolong jangan bicara asal nyeplos aja, saya dan Silla memang baru kemarin menikah menurut hukum, tapi kami sudah menikah siri sejak 2 tahun lalu jadi sangat wajar jika kita udah punya anak, saya mohon pada kalian jangan bicara asal, maaf jika saya bicara tidak sopan dengan anda, assalamualaikum," ucapku yang udah emosi diubun ubun yang langsung menarik tangan Silla.
" Mas," ucap Silla yang hanya ku diami, aku masih menata emosiku biar ngga meledak meledak.
" Mas, apa ngga papa kita bohongin ibu tadi?" ucap Silla takut takut.
" Ngga papa, mas ngga ikhlas mereka merendahkan kamu, jika mas bilang yang sejujurnya soal baby Rasya mas yang ngga tega kalo kalo nanti mereka yang mencela baby Rasya, lebih baik mas nanggung dosa bohong daripada kalian yang sakit hati tapi sampai kapan pun mas ngga bakal biarin kalian sakit hati gegara omongan pedas tetangga," ucapku sangat lembut dan tulus.
" Makasih mas, semoga Allah ngampuni dosa mas," ucap Silla dengan tangisan sambil memeluk ku dan Rasya yang masih didekapanku.
" Aamiin, kamu tenang aja mas bakal ngelindungin kalian," ucapku yang dianggukinya.
" mas, makasih ya buat segalanya, tapi aku lebih suka kalo mas biarin mereka aja daripada harus ikut berdosa dengan kebohongan yang mas ucapkan, aku ngga mau kamu berdosa demi aku," ucap Silla yang membuatku sangat terharu dengan kesolehahannya.
" apa kamu ngga sakit hati dan sedih dengerin ucapan mereka?" ucapku.
" engga, aku sudah biasa dengan penilaian buruk orang, aku ikhlas aku yang dinilai buruk mereka daripada Rasya aku akan sakit hati jika dia yang dicap buruk sama mereka, dan aku akan sangat sedih jika mas berbohong dan berdosa," ucap Silla yang sesaat membuat hatiku menghangat dan bangga dengannya.
" aku sayang sama kamu, aku bangga dengan istri kecilku yang berhati bidadari ini," ucapku mulai mencium kening dan mengacak jilbabnya.
" aku juga sangat sayang sama kamu, Mas," ucap Silla malu malu yang sangat menggemaskan disepasang kedua bola mataku.
" kita mau kemana nih, sayang, mau langsung pulang apa gimana?" ucapku yang menghentikan langkah kaki kita yang sedari tadi jalan lurus terus tanpa belokan.
" kita ke taman yuk mas, mumpung masih sore juga, aku pengen menghirup udara segar mas," ucap Silla yang kuangguki setuju.
" emang engga jauh dari sini?" ucapku yang heran sedari tadi cuma berjalan kaki apa bakal sampek.
" tenang mas ini juga mau sampek, kok,mas dah capek yaa.." godanya begitu santai, karena tubuh Rasya yang tambah gembul dan berisi membuatnya juga tambah berbobot digendongan, yang sedikit capek karena sedari tadi kan juga udah keliling sangat jauh.
" iya capek dikit, sih,"ucapku apa adanya.
" hihihiii mas bisa capek juga yaa...yaudah tenang aja nanti Silla beliin es krim," ucap Silla yang ku angguki.
" yeaaahhh kita udah sampek, ehh tu tukang es krimnya Silla beliin sekarang aja ya Mas," ucapnya yang kuangguki tapi masih belum beranjak dari tempatnya.
__ADS_1
" katanya mau beli, sana beli sekarang aja, ngga usah kawatirin Mas sama Rasya, kita bakal aman di bangku itu," ucapku sambil menunjuk bangku panjang tempat duduk taman.
" ihhh bukannya kawatirin Mas, tapi aku mau minta uang dulu ke Mas, soalnya tadi lupa ngga bawa dompet," ucapnya cengengesan.
" lha tadi katanya mau beliin mas es krim, masak ngga punya duit," ucapku menggodanya beberapa menit yang lalu kan dia secara sadar mau baliin lah ini masak ngga punya duit kan aneh jadinya.
" kan aku tadi bilangnya mau beliin bukan mau bayarin, yaudah deh nanti aku ganti uangnya dirumah," ucapnya malah ngambek.
" udah jangan ngambek, Mas kan cuma bercanda sayang, nih uangnya, ngga usah diganti itu udah kewajiban Mas ngasih kamu nafkah lahir dan batin," ucapku yang di sambut wajah cerianya yang tertutup cadar dan langsung menerima uluran uang yang ku sodorkan.
" Makasihh Mas," ucapnya langsung berlari ke arah penjual es krim.
Sesampainya di taman, untuk pertama kalinya ngajak istri dan anak, eyak bahagia sekalee..
Wanita disampingku masih fokus menjilati es krim yang kedua kalinya. Berhubung aku lagi ngga mood makan es krim jadilah dia yang habisin.
" Udah dek?" tanyaku ketika melihat dia kembali sembari membuang bungkus es krim sembari mencuci tangan.
" Udah, Mas, hehhe makasih ya Mas es krimnya," ucapnya begitu menggemaskan.
" sama-sama sayang, emang kamu suka banget sama es krim, ya dek?" tanyaku ngga tau, emang sebelumnya kan kita belum kenal jadilah kita sama sama ngga tau kebiasaan plus kesenagan kesenangan individu.
" iya Mas, suka banget, apalagi yang rasa coklat, hmm enak banget," ucapnya antusias.
" hahhahah, gemes deh kek anak kecil, besok besok mas beliin deh yang banyak es krim buat stok dirumah, biar kamu ngga kelayapan di luar, oke?"
" jangan banyak banyak mas, nanti takutnya khilaf,"
" khilaf? Maksudnya dek?" tanyaku penasaran, es krim bisa bikin dia khliaf, lha kalo gue bisa bikin dia khliaf kagak yee***, ehhh kok malah mikirin yang ngga bener sihh, haduehh..
" iya khilaf, nanti klo mas beliin banyak akunya pasti bakal makan banyak, jadi bisa batuk mas, ohh ya mas aku paling mudah banget batuk, jadi mas siap siaga ya, jagain aku, hehhehe!"
" lha nanti klo kamu batuk gimana dek? Tadikan kamu dah ngabisin 2 es krim sekaligus, hayoo gimana nanti kalo kamu sampek sakit,"
ucapku menakut nakuti dia.
" engga bakal sakit lah, kan cuma dua, lagi pula nanti klo sakit kan ada kamu Mas, yang siap jagain aku, yakan mas?" ucapnya.
" gemesin banget dehh, istriku ini pengen rasanya gue karungin ke karung beras," batinku meronta ronta bahagia.
" bisa aja deh, yuk kita pulang udah sore juga," ucapku mengakhiri candaan ria, karena bumi udah buru buru berotasi meneggelamkan senja.
" yaudah yuk, Mas," ucapnya.
"Mas, boleh nyewa motornya ngga ke perumahan***, nanti mas bisa ngikutin kita sama temen mas di belakang saya, biar saya bisa boncengin istri saya, boleh ngga mas nanti saya bayar dobel," ucapku pada kedua tukang ojek yang untungnya masih mangkal di dekat taman.
" ohh ya Mas, ini kuncinya," ucap mas mas ojek.
Setelah itu telah sampailah ke rumah ayah bunda, setelah beberapa menit aku boncengin istri sambil dikawal tukang ojek yang punya motor, hihihiiii
Hoek...hoek...hoek
Terdengar orang yang mutah mutah diluar saat aku mulai membuka mataku, padahal ini baru jam setengah dua pagi, tapi udah terdengar orang yang mutah mutah.
" sayang, kamu kenapa?" ucapku saat ngelihat istri tercinta udah pucet banget parahnya udah duduk lemas di dinding kamar mandi.
Setelah ngelihat dia udah lemes kayak udah ngga punya daya dan tenaga, yang langsung aja aku angkat dia ke ranjang yang tidurin dia kembali ke ranjang.
__ADS_1
" kamu kenapa sayang? Pagi pagi kok udah berkunjung di kamar mandi sih sayang," ucapku kawatirin bidadariku
" Kok berkunjung sih mas? Kan aku ngga berkunjung, ihhh sebel," ucap Silla ehhh malah ngambek, nutupin mukanya dengan selimut.
" lhoo sayang kok malah ngambek sih, kan Mas tanya baek baek kan yang," ucapku mencoba membuka selimut yang nutupin mukanya malah terlihat Silla yang nangis tersendu sendu.
" lho kok nangis sih sayang? Klo mas tadi salah ngomong Mas minta maaf, ya dek"
ucapku kaget melihatnya menangis sambil meminta maaf sekaligus mengelus punggungnya yang langsung mendapat pelukan erat di tubuhku.
" mas perutku kan beneran sakit, tapi malah mas bercanda, hihihiiii," ucapnya menangis kembali di dekapan pelukan ku.
" maafin mas ya sayang, tadi niatnya mas bukan becandaain adek tapi mas cuma kawatir adek, maafin ya dek,"
ucapku meminta maaf yang diangguki dia, jujur sih aku binggung salahnya aku tuh dimana coba?
yaaa tapi karena udah ada hukum alam kalo perempuan selalu benar, dan pria selalu salah, maka mau tidak mau meminta maaf adalah jalan terbaik buat nyelesain masalah.
Huh harus exstra sabar nih ngadepin bidadariku ini.
" Masih sakit dek perutnya?" tanyaku ketika dia udah mulai tenang.
" Masih mas, coba mas elusin kali aja nanti ilang sakitnya," ucapnya yang langsung ku laksanakan.
Ku elus perut rata milik istriku, dengan tempo lambat lembut yang membuatnya menampakan raut senyum senyum ngga jelas.
" kenapa dek kok senyum senyum?" tanyaku penasaran, lah ini lagi di elusin malah senyum senyum ngga jelas, masa sih dia kesambet, eh ngga mungkin mungkin,"
" enak Mas, elusan mas buat perut adek mendingan, ngga kayak tadi perut adek kayak diaduk aduk gitu, Mas," ucapnya tetap tersenyum yang membuatku tambah kesemsem aja nihh.
" adek bisa aja deh, ini kayaknya akibat adek makan es krim dua sekaligus di taman itu deh, dek," tebakku.
" emang kapan adek makan es krim sih, Mas? Kayaknya adek udah lama ngga makan es krim deh," ucapnya terlihat bingung sambil menggingat ingat.
" itu loh, dua minggu yang lalu kayaknya," ucapku santai sembari mengingat ingat tepatnya kapan.
" ihhh, mas itu kan udah dua minggu yang lalu, ngga mungkinlah klo efeknya sekarang, ihh mas bikin sebel deh," ucapnya ngambek lagi, hadehhh..
" maafin Mas dek, ngambeknya jangan sekarang ditunda dulu ya... emang adek ngga mau solat tahajud dulu sama Mas?" ucapku.
" ihh yaudah deh ngambeknya di pending dulu, sekarang kita solat dulu," ucapnya langsung berlalu di kamar mandi.
" EMANG ADEK UDAH NGGA LEMES LAGI," teriakku ketika dia udah ada di kamar mandi.
" UDAH ENGGA MAS, AYOO MAS WUDHU," teriaknya balek, yang membuatku gemas bukan kepalang.
" ada ada aja deh nih istri satu gue, untung Rasya ngga kebangun" batinku untung cuma punya satu istri.
Maaf up nya luama buanget yahh hehehe..
karena tugas membeludak, mood nulis lagi ngga baek plus ulangan + postest udah terjadwal dan menanti
jadilah begini dehh
upsst sorry malah curhat
Makasih yang udah baca, jangan lupa tinggalin jejaknya yang masih mau nunggu up monggo, yang udah ngga sanggup ngga papa
__ADS_1
soalnya emang bener menunggu itu bikin capek sendiri...hehehe