
Saat ini kelaurgaku sedang berkumpul di meja makan, hanya ada dentingan sendok yang terdengar nyaring di kedua telingaku, tiada sepatah pembicaraan apapun karena emang dasarnya kita klo udah makan tuh fokus terus aja.
Setelah selesai kami menghabisakan waktu makan malam, setelahnya seperti baisa kita habiskan waktu luang di ruang keluarga buat beebincang hangat keluarga, eyak..
" Bu besok aku terbang jam 11 bu, " ucapku tiduran di karpet tebal depan tv.
" ohhhh, terus besok yang ngurusin cafe nya kakak siapa?" tanya ibu yang terus mengelus rambut Ayya yang telah terlelap di alam bawah sadar.
" tenang aja bu, itu udah kakak handle," ucapku santai terus menonton tv.
"...yaudah yok kita tidur, dah malam nih, besok kan kakak pergi pagi kan, terus besok ayah juga harus ke luar kota juga, besok juga ibu pagi pagi ngambil raportnya adek kan," ucap ayah yang udah ku tebak isi pikirannnya.
Padahal ini juga baru jam sembilan malam dibilang udah malem, aneh nih ayah.
" yah, tahan dikit napa, aku pengen bicara berdua dulu sama ibu," ucapku seketika bangkit dari posisi tidurku.
" bicaranya besok aja kak, ayah perginya jam tujuh lho kak, kakak ngga kasihan sama ayah apa?" ucap ayah yang malah membuatku malah jadi cekikikan.
" yah, aku pinjem ibu 10 menit aja, tapi ayah pergi dulu sebentar," ucapku terus memohon.
"yaudah sepuluh menit aja ya, sayang aku tunggu di kamar ya," ucapnya yang aku dan ibu angguki.
Setelah ayah pergi dengan Ayya di gendongannya, ku mulai dekatkan tubuhku pada ibu, ku peluk ibu. Ku rasakan setiap elusan lembut ibu pada setiap helaian rambutku.
" Bu, doakan ya, semoga hari esok di mudahkan," ucapku sembari mencium tangan ibu.
" iya sayang, ibu selalu doakan yang terbaik buat kamu sayang." ucap ibu sangat lembut yang mampu mengobati segala masalahku.
__ADS_1
" ada lagi yang kamu mau biacarakan, kak?"
" hehehe...engga kok bu, aku cuma pengen jahilin ayah aja kok," bohongku.
" Sebenernya pengen curhat sama ibu klo Sabrina ternyata ada rasa denganku tapi ku urungkan karena setelah ku pertimbangkan mendingan ngga usah diomongin ke ibu." batinku.
" yaudah yuk kita istirahat, klo udah ngga ada yang diomongin ibu naik ya kak,"
" Buu doakan yang terbaik ya, untuk besok," teriakku menghentikan langkah ibu menaiki anak tangga. Yang dijawab dua jompol oleh ibu.
+++++++
Pukul 03.00
Seperti rencana awal, aku menambah solat ku dengan istikhara, karena biasanya ku rutinkan setiap malam buat solat tahajud, jadi alhamdulilah sudah banyak perubahan positif yang terjadi dalam hidupku.
" ya Rabb, jika memang Silla jodohku dekatkan lah, tapi jika Sabrina lah yang jadi jodohku mudahkan lah diri ini untuk mendekat padanya dan membalas cintanya, sungguh hanya dirimu Sang Pembolak balikkan hati. Lancarkan lah jalanku mengejar Silla jika Silla memang benar benar jodohku, dan ikhlaskan lah hati ini untuk menyadari atas segala kenyataan hidup ini, aamiin" doakku selepas solat tahajud yang dilanjut istiqara.
Dua wanita itu ialah Sabrina dan Silla, hatiku merasa nyaman jika berada dekat dengan salah satunya. Apa mungkin Allah menakdirkan ku memiliki istri 2? Apa aku bisa poligami?
" astagfirullah....apa apaan sih, ngga habis pikir aku dengan jalan pikiran ku, arghhh bisa bisanya aku pikir gitu,," ucapku frustasi dan pusing kalo harus mikirin jodoh tuh :v
Untuk mengisi penantianku pada adzan solat Subuh, ku lantunkan ayat suci Al-Qur'an. Setiap ayat demi ayat 'kan menenagkan segala hati yang gundah gulana dan untuk mencoba meringankan segala kebinggunganku.
Sungguh hanya berada di dekat Allah kau kan merasa nyaman dan aman. Jadi dekatilah Allah dalam segala keadaan bukan hanya dalam keadaan tertentu saja. Sepersekian menit telah berdetak hingga akhirnya terdengar suara ponselku.
Drrrttt...drttttt
__ADS_1
Ponselku berbunyi menandakan sudah waktunya adzan, benar saja setelah itu terdengar alunan adzan 'kan membangunkan setiap insan yang masih nyenyak dalam tidurnya.
Buktinya....
Tok..tok...tok..
" Sayang udah bangun belum?" tanya ibu dibalik pintu.
" udah bu,," ucapku.
Setiap kebiasaan baik jika terus di terapkan akan berbuah kebaikan.
Buktinya dengan kebiasaan yang ibu terapkan untuk selalu bangun subuh membuatku menjadi pemuda yang tidak malas dan juga mempermudah jalan rezeki ku, jadilah harus menjadi pemuda yang rajin bangun pagi, biar bisa jadi imam yang baik buat calon makmum.
Setiap paginya, Ibu selalu membangunkan seluruh umat yang ada di rumah, ya karena pesan ibu
"sesibuk apapun kamu kalo udah di beri kewajiban ya harus segera di laksanakan, apa ngga malu dengan nikmat yang Allah berikan setiap harinya yang berlimpah ruah tiada tara, jadi sungguh rugi jika harus melalaikan segala kewajibanan dan hal sunnah yang mampu kita laksanakan demi kepentingan dunia semata. "
🌺🌺🌺
Always....
#stay at home
#dirumahaja
Jaga kesehatan, sering cuci tangan, perbanyak berbuat positif, dan jangan lupa vote, like, and comment
__ADS_1
Makasih udh nyempetin baca😊
Dan maaf jika banyak kesalahan🙏🙏