BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#32


__ADS_3

Lanjutan Flashback


" Zaed...." ucap seseorang di belakang.


" ehh.. sejak kapan kamu disini Sab?" tanyaku khawatir dia denger semuanya.


"hmm...sejak tadi kamu angkat telepon.." ucapnya.


" ehmm...maafin aku ya Sab," ucapku menunduk malu.


" udahlah nggapapa, mungkin kita ngga jodoh...


Perjuangin Silla, jangan pernah sakitin wanita lagi, semangat buat ngejar Silla, "


ucapnya memohok dikata lagi yang membuatku tersadar semua salahku padanya.


"..maafin aku sab, aku udah buat kamu selama ini tersakiti terus," pintaku maaf padanya.


" udahlahh nggapapa, aku masuk dulu ya," ucapnya meninggalkan ku di luar rumah sakit.


Aku tau dia hanya bertindak sok tegar, padahal dia saat ini rapuh butuh penopang.


Ya tapi mau bagaimana lagi, daripada membuatnya selamanya sedih dan menyesal sekaligus menderita jika kita sampai menikah saat aku masih memikirkan cewek lain.


" semoga ini menjadi langkah yang benar yang bakal ku ambil, " batinku.


------


Setelah itu aku membantu Sabrina mempersiapkan pemulangan jenazah ayahnya.


Sesampainya di rumah Sabrina, aku juga turut serta bantu segala persiapan yang pemakaman yang bakal dilakukan besok pagi hari.

__ADS_1


Saar ini Sabrina masih terlihat belum ikhlas dengan kepergian ayahnya.


Terlihat dirinya masih termenung di sofa ruang tamu dengan tatapan kosong dia masih terlamun sembari tetesan air mata masih menggenang di pelupuk matanya.


Dalam keadaan dimana para tetangga yang sudah mulai berdatangan yang turut serta membantu persiapan buat pemakaman besok pagi.


" Sab, kamu harus ikhlas, kamu jangan buat Ayah mu sakit lagi di sana,


biarin ayah mu bahagia di dekat Allah Sab,


ayah juga kan udah sakit jantung lama kan, biarin ayah merasa bahagia karena udah sembuh sekarang,


Aku yakin ayahmu udah bahagia disisi tuhan, yang ikhlas ya Sab, biar Ayah mu ngga mengkawatirkan kamu disini,"


ucapku yang tak ada jawaban sepatah kata darinya.


" yaudah klo kamu terus diam, aku bakal pulang aja, lagi pula kamu ngga nggangep ada aku juga kan,"


ucapku mulai akan melangkah di menuju pintu.


" shiitt....


aku ngga bakal ninggalin kamu,


tapi aku mohon jangan melamun terus,


kamu tadi udah makan belum tadi?"


ucapku yang mendapat gelengan kepalanya.


"...yaudah aku beliin makan ya....kamu pengen makan apa Sab, aku beliin sekarang," ucapku.

__ADS_1


"ngga usah Zaed aku ngga nafsu makan, aku pengen istirahat aja di kamar," ucapnya lirih terdengar lemas.


" hmmm...yaudah klo gitu kamu ke kamar aja yuk, aku anter,"


" aku pengen tidur di ruang tv aja, aku ngga mau klo nanti di kamar, kamu bakal ninggalin aku Zaed," ucapnya tertunduk.


" yaudah ayok aku temenin, "


ucapku mencoba mengalah dengan pilihannya biar dia istirahat biar hatinya lebih tenang.


Setelah sampai di ruang tv dengan aku sambil membawa peralatan tidur di kamar tamu yang berada tepat di sampingnya.


Ku tata segala peralatan tidur yang hanya untuk 1 orang aja di atas karpet bulu yang lumayan tebal di ruang tv.


" ayok sekarang bobokan disini,"


ucapku sambil menepuk bantal di sampingku.


" kamu nanti tidur dimana Zaed?"


ucapnya yang mulai menduduki tempat di sampingku.


" aku tidur sambil duduk aja di samping kamu, kamu tidur yang tenang ya biar ku bacakan surah al mulk buat penghantar tidur mu,"


ucapku yang langsung di turutinya yang mulai memposisikan diri tidur di samping ku.


Sembari ku lantunkan al mulk yang terbukti mengantarkan dirinya ke dalam tidur nyenyak dan tenang yang membuatku merasa lega melihat pules tidurnya.


wokeyy


jan lup vote, like, and comment

__ADS_1


Mksh udh baca, tqtq


#dirumahaja


__ADS_2