Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Aku Kenapa? Aku Baik-baik Saja


__ADS_3

Bekerja dengan pemikiran dan perasaan yang kacau. Namun, aku tetap berusaha terlihat baik-baik saja di depan semua orang. Perasaan dan masalah aku dan Ganesh, cukup aku saja yang tahu.


Sudah waktu pulang bekerja, aku menunggu Ganesh di depan lobby kantor. Sudah aku chat, namun masih belum terbaca olehnya. Mungkin Ganesh masih sibuk.


"Ra, nungguin Tuan Ganesh ya?" sekretaris Ganesh datang menghampiri.


"Iya, apa dia sudah keluar dari kantornya?"


"Loh, Tuan Ganesh sudah pulang tadi siang. Katanya ada urusan mendadak. Kalo gak salah dengar si, katanya adiknya pulang dari luar negara gitu"


Aku terdiam, bukankah kata Mama waktu itu jika Gezia pulang masih dua bulan lagi. Namun, kenapa sekarang sudah datang. Dan kenapa Ganesh tidak memberi kabar padaku. Entahlah...


Akhirnya aku memutuskan untuk memesan taxi online. Sampai di rumah, Ganesh masih tidak mengabari, bahkan pesan yang aku kirim pun belum juga terbaca. Apa dia sesibuk itu? Atau mungkin masih kangen-kangenan sama Gezia.


Rasanya aku mulai merasakan kebimbangan untuk hubungan kita. Semuanya terasa sangat sulit untuk di jalani.


"Ra, ada Alex di luar" Ibu membuka pintu kamar, Aku menoleh ke arahnya. Untuk apa Alex datang lagi ke rumah?


"Ada apa Alex datang lagi kesini Bu? Aku sedang tidak ingin kemana-mana, masih ingin sendiri"


Ibu datang menghampiri, dia duduk di sampingku. Mengelus kepalaku dengan sayang "Dia hanya ingin mengantarkan Syalmu yang ketinggalan di mobilnya kemarin. Kamu temui dulu sana"


Syal?..


Oh ya ampun.. Aku benar-benar melupakan syal ku itu. Kemarin aku memang memakai syal kecil di leherku karena merasa dingin dengan cuacanya. Namun, pas aku di mobil menuju pulang aku malah melepaskannya di mobil Alex dan aku melupakannya.


"Oh iya Bu, aku lupa meninggalkannya di mobil Alex kemarin"


Aku segera berlari keluar kamar dan menemui Alex. Dia sedang duduk di sofa dan mengobrol dengan Ayah di ruang tamu.


"Hai Lex, duh aku beneran lupa kalo syal aku ketinggalan"


Alex menatapku dan tersenyum "Gak papa Ra, ini syal kamu"


Aku menerima syal yang di sodorkan oleh Alex "Makasih ya, repot-repot sampe di anterin kesini"

__ADS_1


"Gak papa kok, lagian sekalian mampir"


Aku hanya tersenyum, lalu duduk di sofa tunggal di sana. Melihat interaksi Ayah dan Alex yang terlihat begitu akrab. Berbeda sekali saat Ayah bersama Ganesh. Aku semakin berfikir jika bukan hanya perbedaan yang jadi penghalang kita. Tapi sepertinya juga restu.


"Emm. Ra, gimana hubungan kamu sama pacarmu itu. Katanya mau pertemukan aku sama pacarmu itu. Aku juga ingin tahu siapa yang beruntung mendapatkan cintanya seorang Seira" kata Alex sambil terkekeh di akhir kalimatnya


Hubungan aku dan Ganesh terancam hancur.


"Emm. Baik, kamu pasti tahu dong. Ganesha Aditama, pemimpin perusahaan GE"


Alex terlihat biasa saja, mungkin dia tidak selebay teman-temanku yang lain saat tahu siapa pacarku maka mereka selalu menunjukan wajah terkejutnya.


Alex mengangguk mengerti "Oh. Ya aku tahu, perusahaan kami kan memang terlibat kerja sama"


"Nah itu dia, pasti kamu tahu dong"


Mana mungkin Alex tidak tahu, sedangkan perusahaannya dan GE terlibat kerja sama. Alex kembali mengobrol dengan Ayah.


"Aku ke kamar dulu ya"


"Hallo Nesh, ada apa? Maaf tadi aku lagi di bawah. Ponsel gak di bawa ada di kamar"


"Iya Gak papa Sayang, aku juga minta maaf karena tadi gak bisa ngantar kamu pulang dan gak ngabarin kamu juga. Gezia tiba-tiba pulang dan minta di jemput"


Aku mengerti posisi Ganesh, lagian aku bukanlah wanita posesif yang harus selalu tahu apa yang di lakukan kekasihnya. Aku percaya pada Ganesh.


"Iya gak papa kok. Ohh, Gezia jadi pulang? Soalnya waktu itu Mama bilang masih dua bulan lagi"


"Iya, dia percepat kepulangannya"


Aku mengangguk mengerti, meski Ganesh tidak akan melihatnya "Ohh. Gitu ya"


"Kenapa?"


Hah? Kenapa? Kenapa apanya? Apa maksud Ganesh. Aku benar-benar tidak mengerti dengan kata 'kenapa' yang dia ucapkan. Memangnya aku kenapa? Aku baik-baik saja.

__ADS_1


"Sikapmu sedikit berbeda Ra. Kamu sekarang tidak lagi cerewet seperti biasanya. Kamu juga tidak lagi memanggilku Sayang seperti dulu. Ada apa? Apa kamu sudah benar-benar ingin berpisah denganku karena tidak lagi mencintaiku?"


Omong kosong macam apa itu? Aku tidak lagi mencintainya? Haha. Jika aku tidak mencintainya mana mungkin aku sampai sekacau ini saat tahu jika dia akan di jodohkan dengan wanita lain.


"Sikapku yang berbeda karena aku terlalu memikirkan permasalahan ini. Bahkan sampai aku malas untuk banyak bicara karena fikiran aku sedang benar-benar kacau"


"Aku tahu ini berat, tapi tunggulah aku sampai aku bisa menolak permintaan Kakek dan meyakinkan dia"


Aku akan selalu menunggu itu, meski aku tidak tahu sampai kapan aku akan mampu menunggu. Kakek yang keras dan tak suka di bantah, apa mungkin akan menerima penolakan Ganesh tentang perjodohan itu? Aku ragu soal itu, aku takut hasilnya tidak seperti yang kami harapkan.


"Baiklah, aku akan menunggu Nesh. Semoga saja semuanya benar-benar berjalan sesuai dengan yang kita harapkan"


"Tentu Sayang, aku akan selalu mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu"


Bukan gombalan atau rayuan semata, kami memang sangat saling mencintai. Tiga tahun bersama bukanlah hal yang mudah dan waktu yang sebentar. Sudah banyak hal kami lewati bersama. Sampai rintangan ini pun akan kami lewati bersama. Semoga masih bisa bersama seterusnya.


"Besok pulang kerja datang ke rumahku ya, ada sykuran kecil-kecilan untuk menyambut kedatang Gezia dan butik barunya yang akan mulai di buka minggu depan. Papa dan Mama mengundangmu untuk datang"


Ke rumah Ganesh? Itu artinya aku akan bertemu dengan keluarganya lagi dan juga Gezia. Rasanya aku selalu canggung jika bertemu Gezia. Dia selalu bersikap dingin padaku dan seperlunya saja jika aku menyapanya.


"Ra, gimana? Kamu datang kan?"


"Eh. I-iya aku datang. Tapi besok anter aku pulang ke rumah dulu ya. Masa pake baju kerja datang kesana"


"Iya, yaudah sampai ketemu besok Sayang. Besok aku akan menjemputmu lagi"


"Iya"


Sambungan telepon terputus, aku menyimpan kembali ponsel di atas nakas. Merebahkan tubuh di tempat tidur dan menatap langit-langit kamar.


Besok akan bertemu dengan keluarga Ganesh lagi, semoga semuanya akan baik-baik saja. Entah kenapa perasaanku menjadi tidak enak. Semoga saja tidak akan ada sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi besok.


Bersambung

__ADS_1


Masih melanjutkan ya... Meski dukungannya sangat tipis. Tak apalah... Masih semangat kok.. Aku bisa.. 😢


__ADS_2