Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Kenapa Harus Bertemu Dia?


__ADS_3

Seminggu ini aku benar-benar fokus pada pekerjaan baruku ini. Menjadi seorang sekretaris ternyata tidak terlalu sulit. Aku menyukai pekerjaan ini.


"Makan siang nanti kita ada pertemuan di luar. Kamu bisa membaca berkas ini untuk kerjasama kita nanti. Kamu pelajari lebih dulu ya" kata Alex, dia datang ke ruanganku


Aku mengangguk sambil membolak-balikan berkas yang barusan Alex berikan padaku "Baik Tuan, nanti akan saya usahakan yang terbaik"


"Aku percaya padamu" Alex mengelus kepalaku dengan sedikit mengacak rambutku yang telah rapi ini.


"Ish.. Alex apaan si, ini masih jam kerja"


Kesal juga aku dengan kelakuan Alex ini, dia lupa atau pura-pura lupa jika sekarang kita sedang berada di kantor. Masih jam kerja juga, meski di dalam ruangan, aku takut jika ada yang melihat dan akan menjadi gosip yang tidak aku inginkan.


"Haha. Kau lucu sekali, lagian ini di dalam ruangan tidak mungkin ada yang melihat" kata Alex dengan tertawa lucu.


Apasi aku ini? Kenapa aku melihat Alex begitu tampan saat tertawa seperti itu. Gila.. Aku sepertinya memang sudah gila. Kenapa kali ini Alex terlihat begitu tampan ya..


"Tetap saja Lex, kalo tiba-tiba ada yang masuk bagaimana?"


Kenapa pipiku terasa panas, apa aku mengalami blushing? Oh.. Tidak.. Itu tidak mungkin, kenapa aku harus merona. Memangnya apa yang membuat aku blushing.


"Wajahmu merah Ra" kata Alex dengan kekehan kecil di akhir kalimatnya.


Duh.. Aku semakin malu, kenapa juga ni wajah bisa merah kayak gini?


Aku memalingkan wajah, pipiku semakin terasa panas "Sudahlah, kau pergi saja. Takut ada yang lihat nanti"


Alex tersenyum, mungkin dia geli dengan sikap malu malu aku ini. Lagian, kenapa aku harus bereaksi seperti itu si? Kesal juga dengan reaksi tiba-tiba ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku sudah siap untuk pergi bertemu klien siang ini, aku sudah membaca semua isi dari berkas yang Alex berikan padaku tadi pagi. Semoga saja semuanya lancar.

__ADS_1


"Sudah siap Ra?" Alex muncul di ambang pintu yang menghubungkan ruanganku dan ruangannya "Ayo kita berangkat sekarang"


Aku mengangguk, beranjak dari duduk dan mengambil tas selempangku juga membawa berkas yang sudah aku siapkan dari tadi.


Di dalam mobil, raut wajah Alex terlihat aneh. Dia seolah sedang memikirkan sesuatu. Entah apa itu. Biasanya jika Alex tampil ceria dengan candaan humornya. Kini dia terlihat murung, seolah dia tengah melakukan kesalahan atau sesuatu yang telah mengganggu fikirannya.


"Lex, are you okey?"


Alex menoleh dan tersenyum padaku, tapi senyuman itu seolah senyuman yang terpaksa "Iya Ra, aku baik-baik saja. Tapi, ada satu hal yang harus aku beri tahu padamu"


"Apa?"


Aku menunggu Alex berbicara, dia masih fokus pada jalanan di depannya. Terlihat dari wajahnya yang terlihat ragu untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan padaku. Membuat aku semakin penasaran saja.


Apa dia sedang memikirkan aku yang akan mempersentasikan nanti? Takut jika persentasiku nanti, tidak akan memuaskan untuknya?


"Jika nanti ada hal yang kamu tidak inginkan terjadi. Tolong maafkan aku Ra, aku sudah mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk pekerjaanmu ini. Tapi, hal ini tetap tidak bisa aku hindari"


"Memangnya hal apa? Kamu gak jelas deh Lex, aku jadi bingung"


Alex malah diam, dia seolah tidak berniat untuk menjawab pertanyaanku dan menjelaskan apa maksud dari ucapannya.


"Tidak papa Ra, sudahlah kamu lupakan saja"


Dia malah seolah menghindar dari pertanyaanku itu, memangnya apasi yang di maksud Alex. Hal yang tidak aku inginkan, terjadi nanti. Memangnya hal apa?


Sepanjang perjalanan, aku hanya memikirkan apa maksud dari ucapan Alex itu. Hingga kami telah sampai di restoran tempat meeting yang akan di laksanakan sekarang. Aku turun dari mobil, begitupun dengan Alex.


Aku mematung di depan bangunan ini. Kenapa harus kesini? Apa tidak ada tempat lain selain restaurant ini. Tempat yang dulu sering aku dan Ganesh kunjungi. Bahkan terakhir kali saat Ganesh memberiku kejutan dengan mengajak makan malam romantis di tempat ini, beberapa bulan lalu. Bagaiamana bisa aku memasuki tempat ini lagi? Tempat yang begitu banyak kenangan.


"Kenapa Ra? Ayo masuk" ajakan Alex menyadarkan aku dari lamunan. Akhirnya aku hanya bisa mengikuti langkah Alex. Kami berjalan beriringan masuk ke dalam restaurant itu.

__ADS_1


Aku melihat ke sekeliling restaurant ini, semuanya masih sama saat aku terakhir kali mengunjungi tempat ini. Aku mendongak dan menatap ke lantai atas, tempat dimana terakhir kali Ganesh memberikan kejutan makan malam romantis disana. Saat hubungan kami benar-benar sedang berada di ambang kehancuran, tapi kami tetap mencoba untuk mempertahankannya dengan alasan cinta.


Namun kenyataannya cinta tidak bisa menjadi alasan kuat untuk kami tetap bersama. Benteng Penghalang Kita tidak semudah itu untuk di hancurkan dengan cinta kita.


"Ra, kamu ngapain disana? Ayo cepetan, klien kita sudah menunggu"


Aku menoleh ke arah Alex yang ternyata sudah berada di anak tangga pertama menuju lantai dua restaurant ini. Aku tidak sadar jika aku terdiam dalam lamunan, langkahku berhenti sejak aku menatap ke lantai atas itu.


Aku segera menyusul Alex, sudah saatnya fokus bekerja dan tidak menyampurkan urusan pribadi dan pekerjaan.


"Kita meeting di lantai dua?"


Alex mengangguk sambil terus berjalan menaiki anak tangga. Aku hanya mengikutinya dari belakang. Meski masih takut untuk masuk ke lantai dua restaurant ini, aku hanya mencoba untuk profesional saja dalam bekerja.


"Ingat kata-kata ku tadi Ra, aku tidak ingin kau kecewa. Aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk hal ini tidak terjadi. Tapi, aku tetap tidak bisa melakukannya" kata Alex, masih sambil berjalan


Aku terdiam mendengar ucapan Alex, lagi-lagi aku tidak mengerti apa yang di maksud oleh pria itu. Hal apa yang sebenarnya dia takutkan membuat aku kecewa. Dia benar-benar tidak menjelaskan dengan benar. Seolah memberi aku teka-teki untuk menebak maksud dari ucapannya itu.


"Sebenarnya apa yang kamu maksud Lex? Aku benar-benar tidak mengerti tentang hal yang kamu sebutkan itu? Hal apa yang akan terjadi? Tolong beri aku penjelasan yang jelas"


Aku mendesak Alex untuk menjelaskan apa yang sebenarnya dia maksud. Aku tahu jika ada yang tidak beres yang akan terjadi dan bersangkutan denganku.


Alex tidak menjawab, dia hanya terus berjalan dan aku hanya mengikutinya dengan kesal. Terus berjalan, sepertinya dia menuju ruangan VIP di restaurant ini. Sampai di depan ruangan VIP, Alex membuka pintu dan masuk. Aku mengikutinya masuk, namun baru satu langkah aku masuk ke dalam ruangan ini. Aku mematung, rasanya aku ingin segera lari dari tempat ini.


Tuhan, kenapa harus bertemu dia?


Bersambung


Jangan lupa dukungannya ya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya..


Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. kalian boleh mampir di karya temanku ini.

__ADS_1



__ADS_2