
"Ada apa Ra?"
Suara Alex menyadarkan ku dari lamunan, sejak tadi aku hanya memandang ke luar jendela dengan segala pemikiran dalam kepala ku.
Aku menoleh ke arah Alex dan mencoba tersenyum "Tidak papa. Oh ya kita kemana nih sekarang?"
"Ke tempat yang bisa membuat kamu sedikit tenang dan melupakan masalah mu itu. Meski aku tidak tahu apa masalah yang sedang kamu hadapi" kata Alex tersenyum tulus padaku
Betapa baiknya pria ini, aku hanya mengangguk saja dan mengikuti kemana pun Alex akan membawaku pergi. Saat ini aku hanya butuh ketenangan untuk sejenak saja.
"Taman Hiburan"
Aku menatap ke sekeliling tempat ramai ini, kami baru saja sampai dan Alex sedang membeli tiket untuk masuk ke tempat wisata ini.
Alex membawaku untuk naik beberapa wahana permainan. Mulai dari yang biasa saja sampai yang bisa membuat jantung berdebar. Aku berteriak.. Berteriak sekencang mungkin saat menaiki wahana yang cukup membuat spot jantung. Ingin menghilangkan sejenak masalah dalam hidupku saat ini.
"Aaaaa......"
Aku benar-benar berteriak sekuat tenaga, aku ingin meluapkan semua sesak di dada. Berteriak dan terus berteriak seiring wahana permainan yang aku naiki naik dan turun dengan cepat.
"Aaaaa....."
Aku kembali berteriak, namun kali ini di iringi dengan tetesan air mata yang mengalir begitu saja di pipiku. Aku lelah.. Semuanya terlalu berat untuk aku jalani.
Deg...
Aku menoleh saat terasa ada tangan kekar yang mengusap pipiku. Menghapus air mata, di sampingku Alex tersenyum tulus padaku.
"Berteriaklah sampai kau puas dan lega" katanya dengan suara kencang.
Aku mengangguk dan kembali berteriak sepuas mungkin. Sampai wahana yang kami naiki berhenti. Aku benar-benar merasa lega sekarang.
"Bagaimana?" Tanya Alex
"Hemmm. Cukup baik, terimakasih ya"
Alex mengangguk sambil tersenyum, kami sedang berjalan menuju parkiran. Sudah saatnya untuk pulang. Sampai di parkiran kami segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat wisata itu.
__ADS_1
"Emm. Lex, boleh anterin aku ke danau"
Alex menoleh "Mau ngapain Ra?"
"Emm. Aku ada janji sama Ganesh, ketemu di sana"
Tempat dulu Ganesh menyatakan perasaannya dengan sangat romantis. Danau itu benar-benar bersejarah untuk hubunganku dan Ganesh.
"Ada apa si? Kok aku di bawa ke danau segala"
Aku sedikit bingung saat teman-teman kerja membawa aku ke sebuah danau. Memang suasana di sini begitu menyegarkan, dimana ada taman kecil di dekat danau itu. Pohon-pohon rindang dan beberapa bunga menghiasi sekitarnya, terlihat begitu indah.
Aku menatap sekeliling taman itu, ada beberapa balon dan bunga yang menghiasi sekitar. Seorang pria berdiri tegap membelakangi. Aku menatap kedua temanku? Ada apa ini? Bingung melanda, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Kedua temanku hanya mengangkat bahu acuh, mereka sedikit mendorong agar aku lebih dekat dengan sosok pria itu.
Tubuhnya kayak gak asing ya...
Pria itu berbalik dan... Aku benar-benar terkejut saat tahu siapa dia. Ya Tuhan.. Dia bos ku di kantor, pria baik hati yang selalu bersikap ramah pada semua karyawan. Aku memang mengaguminya, siapa si yang tidak mengagumi pria seperti dia.
Ganesha Aditama.. Pewaris utama perusahaan GE, perusahaan Keluarga Aditama. Namun, dia begitu baik dan tidak ada kata sombong untuknya sebagai seorang bos besar. Aku mendengar dari teman senior di tempat kerja, memang keluarganya pun seramah dan sebaik itu. Mereka adalah keluarga kaya rendah hati yang pernah aku temui.
Pria tampan yang hampir sempurna itu, membawa satu buket bunga mawar merah di tangannya. Aku semakin bingung dengan semua ini, teman-temanku yang juga terlihat senyum-senyum aneh.
Eh..
Ganesh tiba-tiba berlutut di depanku dengan satu kakinya menjadi tumpuan di atas rumput taman. Dia menyodorkan buket bunga itu padaku.
"Ra, aku menyukaimu. Aku mencintaimu. Aku menyayangimu. Maukah kamu menjadi pacarku"
Aku terdiam mendengar ungkapan perasaannya yang to the point itu. Rasanya aku ingin menloncat kegirangan, aku memang menyukai Ganesh sudah sangat lama. Bahkan mungkin bukan hanya aku yang menyukainya. Semua karyawan wanita di perusahaan juga pasti mengagumi pria baik ini.
"Terima...Terima..Terima.."
Sorak teman-teman di iringi dengan tepuk tangan meriah dari mereka semua. Aku menoleh ke arah mereka, lalu kembali fokus pada Ganesh yang masih berlutut di depanku.
Aku mengangguk dengan mata berkaca-kaca penuh keharuan "Iya, aku mau"
__ADS_1
Ganesh tersenyum, pria itu memberikan buket bunganya untuk ku. Lalu, dia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah. Membuka kotak itu yang isinya berupa cincin berlian yang berkilau indah.
Aku sampai menutup mulutku dengan tangan, benar-benar terkejut dengan apa yang di berikan oleh Ganesh. Pria itu menarik lembut tangan kiriku dan menyematkan cincin itu di jari manis.
Aku sampai meneteskan air mata, begitu terharu dengan apa yang di lakukan dan di berikan Ganesh saat ini. Aku menatap cincin indah yang melingkar di jari manisku. Benar-benar tidak menyangka jika Ganesh juga memiliki perasaan yang sama denganku.
"Ra, Ra... Kita udah sampai"
Suara Alex menyadarkan dari lamunan, aku menoleh ke arahnya dan tersenyum tipis "Sudah sampai ya, yaudah aku turun ya. Kamu pulang aja, nanti aku bisa pulang sama Ganesh"
"Emm. Yakin Ra?" Alex terlihat ragu, apa mungkin dia tahu tentang permasalahan aku dan Ganesh. Entahlah..
Aku mengangguk dan tersenyum meyakinkan "Iya, kamu tenang aja"
"Sampai jumpa Lex"
Aku melambaikan tangan pada Alex sebelum benar-benar pergi meninggalkannya. Aku berjalan gontai, melihat ke sekeliling. Semuanya masih sama sejak terakhir kali kami mengunjungi tempat ini.
Aku terus berjalan menuju taman kecil di dekat danau itu. Tempat dimana kisah cinta kami di mulai saat itu. Aku melihat Ganesh sedang duduk di bangku taman yang menghadap ke danau. Aku segera menghampiri pria itu.
"Hai" Aku duduk di sampingnya, sedikit agak canggung saat aku menyapanya. Mengingat permasalahan yang sedang kami hadapi dan sudah beberapa hari kami tidak saling berkabar.
Ganesh menoleh dan tersenyum, tanpa di sangka pria itu langsung memeluk ku. Mencium kening dan puncak kepala. Aku juga merasakan kerinduan yang sama dengannya. Aku balas memeluknya dengan erat. Rasanya begitu berat jika kami benar-benar harus berpisah.
"Kamu kemana saja Sayang? Aku mencemaskanmu"
"Aku baik-baik saja, aku hanya butuh waktu untuk sendiri dulu"
Jika mencemaskan ku, kenapa tidak langsung datang ke rumah.
"Jangan kayak gitu lagi, aku benar-benar tidak bisa jika di abaikan seperti itu olehmu"
Aku mengangguk, memang aku cukup kekanakan karena sampai menonaktifkan ponsel hanya karena tidak ingin berkomunikasi dulu dengan Ganesh.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan vote juga ya..
__ADS_1
Bagaiamna kelanjutan hubungan Ganesh dan Seira ya?..