Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Memulai Kisah Baru


__ADS_3

Semuanya masih sama, tidak ada yang berbeda meski sudah hampir 6 bulan berlalu. Semuanya masih sama, hati ini masih memiliki nama Ganesh yang tertanam disana. Ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan untuk bisa melupakan sebuah kenangan yang tertanam.


Meski, aku tidak memungkiri jika selama ini Alex cukup bisa menghiburku dan banyak menemani di saat tersulit dalam hidupku. Tapi, aku masih belum bisa menggantikan nama Ganesh di hatiku ini.


Aku bukannya tidak tahu, jika Alex menaruh harapan lebih padaku. Tapi, untuk saat ini aku benar-benar belum siap untuk memulai kembali.


Hati ini, masih terlalu sakit jika harus kembali memulai kisah yang baru. Takut jika hal yang sama akan terjadi lagi, aku tidak bisa mempertahankan hubungan ku dan berakhir dengan kegagalan. Aku takut itu akan terjadi lagi.


Hampir setiap weekend, Alex selalu mengajak aku jalan-jalan. Cukup senang juga karena aku selalu bisa melupakan semua kesedihan ini, untuk sejenak saja.


Aku meregangkan tangan saat semuanya selesai di kerjakan. Aku juga bingung, kenapa sampai saat ini aku masih menjadi sekretaris pengganti untuk Alex. Padahal sudah lebih dari batas waktu yang di tentukan untuk aku menjadi sekretaris pengganti.


Pintu penghubung ruanganku dan Alex terbuka, pria itu berdiri di ambang pintu dengan tersenyum padaku "Ayo makan siang Ra"


Aku mengangguk, lalu berdiri sambil menyelempangkan tas di bahu "Ayo"


Kami berjalan keluar ruangan, makan siang kali ini aku sekalian mau menanyakan soal pekerjaan ini. Kenapa aku masih saja menjadi sekretaris Alex sampai sekarang.


Alex membawaku ke restaurant yang tidak jauh dari perusahaan. Selesai kami memakan makan siang kami, aku akan mulai pembicaraan dan menanyakan tentang pekerjaan ku ini.


"Emm. Lex, aku mau tanya sesuatu"


Alex menatapku "Apa? Tanyakan saja"


"Emm. Soal pekerjaan ku gimana ya?"


Alex mengerutkan keningnya, sepertinya dia belum mengerti dengan pertanyaan ku itu "Maksudnya?"


Tuhkan, dia memang belum mengerti dengan pertanyaan ku. "Sudah lebih dari 4 bulan, tapi kenapa aku masih menjadi sekretaris pengganti? Bukannya cuti melahirkan hanya sampai 4 bulan saja ya?"


Alex tersenyum, sepertinya dia baru memahami maksud ku "Susan sudah menyerahkan surat pengunduran diri minggu lalu. Dia tidak bisa kembali bekerja karena suaminya melarang. Susan harus fokus pada keluarga dan juga bayinya"

__ADS_1


Pantas saja aku tidak lagi mendengar kabar tentang Mbak Susan. Tidak melihat tanda-tanda dia akan kembali ke perusahaan. Ternyata Mbak Susan memang sudah mengundurkan diri.


"Jadi, aku harus menjadi sekretarismu?"


Aku masih bingung, Alex tidak menjelaskan tentang posisiku sekarang. Apa aku akan tetap menjadi sekretarisnya, atau hanya sampai dia mendapatkan sekretaris baru.


"Terserah padamu Ra, selama ini kerja kamu bagus. Tapi, kalo kamu gak nyaman sama pekerjaan ini, kamu tinggal bilang sama aku. Biar nanti aku akan cari penggantinya" jelas Alex


Aku bingung sendiri sekarang, sebenarnya aku nyaman dengan pekerjaan ini. Dan aku juga cukup menyukainya.


Apa aku ambil saja ya, beralih menjadi seorang sekretaris beneran. Bukan sekretaris pengganti lagi.


"Emm. Sebenarnya, aku suka pekerjaan ini. Dan aku juga merasa cocok dengan pekerjaan ini. Jadi, aku serahkan sama kamu aja deh. Kalo misalkan kerja aku bagus dan kamu suka, aku akan tetap menjadi sekretarismu. Tapi, kalo kerja aku gak memuaskan, aku akan kembali ke pekerjaan awalku"


Aku juga harus mendengar pendapat Alex dulu. Siapa tahu jika dia pernah kecewa dengan hasil kerjaku yang tidak memuaskan untuknya. Aku juga tidak mau merugikan perusahaan hanya karena keegoisan ku.


"Kan sudah aku bilang tadi, kalo kinerjamu selama ini cukup bagus. Aku suka dengan kerjamu itu, jadi kau aku terima sebagai sekretaris resmi mulai hari ini" kata Alex dengan senyuman hangatnya.


Wajah Alex berubah serius, ada apa ini? Apa aku salah bicara ya?


"Sebenarnya kamu tidak pernah mengecewakan aku Ra. Tapi, jika saat ini kamu menolak permintaan ku, maka aku akan sangat kecewa padamu" kata Alex dengan tatapan mata serius.


Aku tahu jika dia sedang tidak bercanda sekarang. Tapi apa maksudnya? Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Alex ucapkan barusan. Permintaan apa?


Aku menatap Alex dengan bingung, tidak mengerti sama sekali apa maksud dari ucapannya itu. "Maksud kamu apa Lex?"


Alex semakin lekat menatapku, sampai aku merasa hanyut dalam tatapan mata biru itu.


Aku kaget saat Alex tiba-tiba memegang tanganku di atas meja. Perasaanku mulai tak tenang, apakah Alex akan menyatakan perasaannya padaku? Kalo iya, lalu aku harus menjawab apa nanti?


"Jadilah pacarku Ra, aku akan mencoba mengobati luka di hatimu itu. Biarkan aku menjadi obat luka hatimu. Kau tentu sadar akan perasaan cinta ini padamu 'kan? Tidak mungkin kau tidak tahu, Ra"

__ADS_1


Benar 'kan dugaanku. Tentu saja aku tahu tentang perasaannya padaku yang lebih dari seorang teman. Aku bisa melihat dari tatapan matanya. Selama ini aku hanya pura-pura tidak tahu saja.


"Emm. Lex, sebenarnya aku......"


"Buka hatimu untuk yang lain Ra, bagaiamana kamu bisa move on jika hatimu saja masih kamu tutup rapat. Biarkan ada seseorang yang menyembuhkan luka hatimu itu. Buka hatimu untuk yang lain, Ra. Cobalah untuk memulainya kembali dengan orang yang berbeda. Ibu yakin, jika tidak akan semua kisah cinta itu menyakitkan. Hilangkan rasa trauma kamu itu"


Tiba-tiba perkataan Ibu beberapa hari lalu, melintas di kepalaku. Saat itu Ibu sedang menasehatiku tentang cinta yang tak selamanya akan menyakitkan. Juga tak selamanya akan indah.


"Gak papa Ra, aku tahu kok jawaban kamu. Gak perlu kamu teruskan lagi"


Suara Alex itu menyadarkan aku dari lamunan. Aku menatap pria tampan di depanku itu, Alex sudah berdiri dan akan segera pergi dari hadapanku. Mungkin dia lelah terlalu lama menunggu.


"Sebenarnya aku sangat ingin memulai kembali kisah cinta yang baru. Tapi, aku takut. Semuanya masih terbayang jelas di ingatanku. Bagaimana perjuanganku selama ini sia-sia dan akhirnya kisah cintaku berakhir menyakitkan seperti ini"


Aku melihat Alex menghentikan langkahnya, aku menatap punggung lebar pria itu. Mungkin benar apa yang Ibu katakan, sudah saatnya untuk aku membuka kisah baru dalam hidupku. Meski akan sulit, tapi aku tetap harus mencobanya.


"Jujur, sampai saat ini aku belum mempunyai perasaan apapun padamu Lex. Tapi, jika kamu mau memulainya bersamaku. Maka, ayo kita jalani mulai sekarang. Buatlah aku jatuh cinta padamu dan melupakan masa laluku"


Aku tidak ingin membohongi Alex tentang perasaan ku ini. Memang sampai saat ini, aku belum mempunyai perasaan apapun padanya. Tapi, aku akan mencoba memulai lagi. Semoga saja kisah cintaku kali ini tidak berakhir dengan kegagalan.


Terlihat punggung Alex yang bergerak, mungkin pria itu sedang menghela nafas. Alex berbalik dan menatap ke arahku, membuat aku gugup saja karena takut jika kejujuran ku itu akan membuat Alex kecewa dan marah.


"Baiklah Ra, ayo kita jalani semuanya. Mulai lagi kisah baru, dan aku akan berusaha untuk mengobati luka hatimu dan membuat kamu jatuh cinta padaku"


Bersambung


Jangan lupa dukungannya ya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya..


Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru... kalian boleh mampir di karya temanku ini..


__ADS_1


__ADS_2