
Malam ini, Alex datang menjemput Seira untuk bertemu dengan orang tuanya. Dan Sekarang mereka baru saja sampai di rumah Alex.
"Ya ampun, ini beneran Queen"
Tiba-tiba Mami nya Alex datang dan langsung memeluk Seira dengan hebohnya. Queen, begitulah Mami dan Papi memanggil Seira. Bahkan nama nomor ponsel Seira di ponsel Alex pun adalah, Queenera. Nama belakang Seira.
"Malam Om, Tante"
Papi Alex tersenyum dan melambaikan tangannya pada Seira sebagai membalas sapaannya barusan. Dia sedang menelepon seseorang, mungkin rekan bisnisnya.
"Tante apa kabar?" Seira menyalami Maminya Alex dengan sopan.
"Baik Queen, kamu apa kabar? Tante tidak menyangka loh, kalo kamu yang bakal Alex bawa ke rumah ini untuk pertama kalinya" kata Maminya Alex dengan antusias
Duh Mami ini, selalu saja tidak bisa kalem sedikit aja. Pake di ceritain lagi.
Alex hanya mampu mengangkat kedua bahunya acuh saat Seira melirik ke arahnya atas ucapan Mami barusan
"Yasudah, ayo kita makan malam saja"
Mami langsung menggandeng tangan Seira menuju ruang makan di rumahnya ini. Papi dan Alex pun segera menyusul.
Setelah makan malam dan sempat berbincang-bincang sebentar di ruang keluarga. Akhirnya waktunya Alex untuk mengantarkan kembali Seira ke rumahnya.
"Kenapa gak nginep aja, Queen. Kan Mami masih kangen sama kamu"
Mamimasih saja melarang Seira untuk pulang. Padahal ini sudah cukup malam, tapi dia seolah tidak rela Seira pulang. Alex sampai menggelengkan kepala heran melihat kelakuan Maminya ini.
"Nanti aku kesini lagi Tan, kalo libur kerja aku janji deh bakal main kesini dan habisin waktu sama Tante"
Mami memegang kedua tangan Seira dan menatapnya"Kenapa masih memanggil Tante, panggil Mami mulai sekarang. Lagian kamu 'kan calonnya Alex"
"I-iya Tan.. Eh.. Mami"
"Sudahlah Mam, biarkan pacarku ini pulang dulu. Sudah terlalu malam jika Mami terus-terusan melarang dia untuk pulang" kata Alex, sambil merangkul bahu Maminya.
"Yaudah, tapi janji ya kalo libur kerja kamu harus datang kesini dan menemani Mami belanja dan nyalon" kata Mami dengan antusias
__ADS_1
"Ck. Mami ini, hobby nya cuma belanja sama nyalon" kata Alex sambil menggelengkan kepala heran.
"Yaudah, kalo gitu aku pamit dulu ya Mami, Om"
Mami menggeleng dengan telunjuk yang mengacung di depannya, bergerak ke kanan dan kiri "Tidak lagi panggil Om, tapi Papi!"
Mami ini memang paling bisa membuat orang tertekan. Tapi tak apalah, yang penting dia bisa menerima Seira dengan tulu.
"Iya Ra, kamu sudah menjadi bagian keluarga kita" kata Papi, ikut menimpali
Alex tersenyum senang mendengar kedua orang tuanya sudah memberikan lampu hijau untuk hubungan mereka. Semoga restu keduanya bisa membuat Seira segera menerima ajakan Alex untuk segera menikah.
"I-iya Mam, Papi"
Akhirnya Alex benar-benar mengantarkan Seira pulang setelah melewati banyak drama dengan sang Mami.
"Mami emang kayak gitu Ra, dia ingin sekali punya anak perempuan. Jadinya, dari dulu saat kamu sering datang ke rumah kami, dia sudah begitu antusias"
"Aku tidak keberatan dengan perlakuan Mami padaku. Justru aku bahagia karena Mami benar-benar menerimaku sebagai kekasihmu"
Tangan kiri Alex mengelus kepala Seira dengan Sayang membuat Seira tersenyum mendapatkan perlakuan ini dari Alex.
Alex sudah tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Dia sudah begitu sabar menunggu Seira sejak masih sekolah. Namun, rintangannya tidak mudah. Hingga Alex baru bisa memiliki Seira saat ini. Makanya Alex ingin segera memiliki Seira dengan seutuhnya. Dia ingin segera menikahinya.
"Alex, aku tidak tahu ini adalah keputusan yang benar atau salah. Aku hanya menaruh kepercayaan ku padamu, aku percaya kamu bisa menjaga dan mencintaiku selama hidupku. Aku sudah mengalami kegagalan yang menyakitkan dalam bercinta. Tapi sekarang ini, aku hanya bisa berharap jika kamu akan menjadi pengobat luka ini. Aku bersedia menikah denganmu Lex"
Alex menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia cukup terkejut dengan ucapan Seira dan juga tidak percaya jika Seira benar-benar akan menerima lamarannya setelah bertemu dengan orang tuanya. Alex membuka sabuk pengaman dan langsung mengubah posisinya menjadi menghadap ke arah Seira.
"Kamu serius Ra? Mau menikah denganku?"
Seira mengangguk saja menjawab pertanyaannya itu.
"Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi suami yang baik untukmu. Tapi, aku akan berusaha untuk membuat kamu bahagia berada di sampingku selama hidupmu"
Alex benar-benar akan membuat Seira merasa nyaman berada di sampingnya. Dan Seira tidak akan pernah merasa menyesal karena telah memilihnya.
"Mari kita mulai hidup baru bersama, Lex. Aku memilihmu sebagai pendamping hidupku. Aku hanya percaya jika kamu bisa membuat ku bahagia"
__ADS_1
Alex mengangguk, dia menggenggam tangan Seira dan menciumnya. Tidak bisa di utarakan lagi perasaannya yang sangat bahagia ini. "Iya, Ra. Aku akan berusaha untuk selalu membuatmu bahagia"
"Kita akan melaksanakan pernikahan ini, bulan depan"
Alex sudah tidak akan menunggu terlalu lama lagi untuk melaksanakan pernikahan impiannya ini. Wanita yang sudah bertahun-tahun menempati hatinya ini. Maka Alex tidak ingin untuk kehilangan lagi. Alex takut terdahului lagi oleh pria lain. Seperti saat dirinya kembali ke tanah air dan ternyata Seira telah berpacaran dengan Ganesh.
"Apa tidak terlalu cepat?"
"Tidak, aku rasa itu waktu yang cukup untuk kita mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan kita" jelas Alex
Aku mengangguk saja "Baiklah, aku menurut saja apa katamu"
Akhirnya perjuangan Alex untuk bisa memiliki Seira akan segera menuju puncaknya. Dia bisa menikahi wanita yang sudah dia cinta selama bertahun-tahun lamanya.
Takdir yang memilih, dan Alex percaya jika takdirnya adalah bersama Seira. Perjuangannya selama ini benar-benar tidak sia-sia.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya ya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
Ada karya temanku lagi nih..
Judul: Salah Rahim
Nama pena: alya aziz
Arman Alfarizi enggan untuk menikah lagi setelah kematian sang istri, namun sangat ingin mempunyai anak sebagai penerus keluarga.
Teknologi medis yang semakin canggih membuat Arman bisa saja mempunyai seorang anak tanpa harus melalui hubungan badan. Prosedur itu biasa disebut dengan inseminasi buatan. Naas, sel sp*rma Arman yang seharusnya disuntikan ke rahim seorang wanita yang telah disiapkan, malah di suntikan ke rahim Asyifa Khairunnisa.
"Aku tidak pernah melakukan zina seperti yang kalian katakan, aku tidak mungkin hamil!"
Syifa dinyatakan hamil tepat di hari pertunangannya. Sang calon suami yang sudah terlanjur kecewa memutuskan pertunangan begitu saja.
Tepat hari itu pula Arman mengetahui bahwa dokter rumah sakit tersebut telah melakukan kesalahan prosedur inseminasi buatan. Arman pun tidak tinggal diam, ia datang menghampiri Syifa di kediaman orang tuanya.
"Lahirkan anak itu untukku." Arman Alfarizi.
__ADS_1
Langkah apa yang akan Syifa ambil selanjutnya?