
Malam ini aku sudah bersiap untuk pergi dinner dengan Ganesh, setelah sekian lama kami tidak melakukannya. Aku bersiap dengan gaun malam yang indah, bertemu Ganesh setelah aku sedikit mempunyai alasan untuk mempertahankan pria yang aku cintai membuat aku punya lagi rasa bahagia seperti dulu saat aku bertemu dengan Ganes. Entah yang aku lakukan benar atau salah.
Namun, aku tidak memperdulikan lagi. Hanya ingin bersama Ganesh dan tetap dengan Ganesh. Tidak lagi peduli omongan orang lain, jika aku memang egois. Memang benar, aku egois untuk tetap memiliki Ganesh.
"Ra, itu di bawah ada Ganesh" teriak Ibu di balik pintu kamar, tanpa ingin masuk ke dalam kamar Ibu hanya mengetuk pintu kamar saja.
"Iya Bu"
Aku segera mengambil tas dan memakai heels ku. Keluar dari kamar dan segera turun ke lantai bawah. Di sana Ganesh sedang menunggu sambil mengobrol dengan Ayah.
Ganesh menatapku sambil tersenyum, aku membalas senyumannya itu "Langsung berangkat saja, Ra"
Aku mengangguk, kami berpamitan pada Ayah dan Ibu sebelum berangkat untuk makan malam berdua. Perasaanku cukup baik malam ini, setelah mengetahui jika Tyas juga memiliki pria idaman lain. Maka aku juga tidak akan meninggalkan Ganesh, karena tidak ingin jika Ganesh akan terluka dengan Tyas nantinya.
Sepanjang perjalanan tangan kami tidak terlepas dari genggaman hangat ini. Sebelah tangan Ganesh memegang kemudi. Aku tersenyum merasakan kemesraan kami telah kembali.
Ini yang aku inginkan selamanya, bersama Ganesh. Saling menggenggam dan berjalan menuju masa depan bersama.
"Kita akan makan malam dimana?"
Ganesh menoleh sekilas ke arahku dan tersenyum "Di tempat biasa saja, gak papa 'kan?"
Aku tersenyum sambil mengangkat tangan kami yang saling bertaut dan mencium bagian tangan Ganesh "Gak papa, dimana aja asalkan sama Ganesh"
"Emm. Ngerayu nih? Punya salah apa atau ada mau apa nih?" tanya Ganesh dengan senyuman manisnya
Aku menggeleng "Tidak ada, hanya sedang baik saja perasaan ku ini"
__ADS_1
Ganesh tersenyum, senyuman yang selalu membuat aku jatuh cinta padanya "Baguslah, aku senang perasaanmu baik malam ini. Tidak perlu lagi mencemaskan apapun, karena aku akan tetap bersamamu Ra"
Aku juga akan selalu bersama Ganesh, apapun yang terjadi. Lagian aku yang dia cintai, jadi aku bisa untuk sedikit egois tentang Ganesh.
"Aku juga akan tetap bersamamu"
Semoga saja janji yang kami ucapkan ini benar-benar bisa kami tepati. Aku dan Ganesh akan selalu bersama selamanya. Meski terlalu banyak rintangan di antara kami.
Sampai di restoran yang kami tuju, Ganesh memarkirkan mobilnya di depan restoran. Ganesh segera turun dan membukakan pintu mobil untuk ku, seperti biasa. Dia mengulurkan tangannya padaku yang segera aku raih dan menggenggamnya dengan lembut.
Kami berdua berjalan masuk ke dalam restoran dengan bergandengan tangan. Aku menatap sekeliling, kenapa sangat sepi. Bahkan aku tidak melihat pengunjung lain di tempat ini. Berjalan menuju lantai dua restoran ini, aku tercengang dengan suasana di ruangan ini.
Restoran yang sering kami kunjungi memang memiliki dua lantai. Dulu aku dan Ganesh lebih suka makan di lantai atas karena kami bisa melihat pemandangan di bawah lebih jelas. Apalagi jika di malam hari seperti ini.
Namun, kali ini suasananya begitu berbeda. Jika biasanya banyak meja dan kursi di ruangan ini, kini hanya ada satu meja bundar dengan dua kursi yang saling berhadapan. Meja itu tepat berada di dekat jendela. Ada lilin menyala yang berjejer rapi membentuk sebuah hati besar dengan tulisan di dalam nya.
Kalimat yang ada di dalam lingkaran lilin berbentuk hati itu. Aku tersenyum haru melihat itu, bukan seperti di cerita fiksi yang jika ada kejutan seperti ini maka tulisan nya akan seperti 'I Love You' atau Will you merry me. Namun Ganesh berbeda, dia hanya menginginkan ku untuk tetap bersamanya. Kata cinta tak perlu lagi di ucapkan, semuanya telah jelas jika dia memang sangat mencintaiku. Aku pun begitu.
"Ayo makan Sayang" Ganesh menggandeng tanganku menuju meja bundar di dekat jendela itu.
Aku melihat sajian makanan di atas meja. Semuanya adalah makanan yang sering kami pesan jika datang ke restoran ini. Ganesh benar-benar memperhatikan ku, dia begitu tahu apa saja yang aku suka dan yang tidak aku sukai.
Ganesh menarik kursi dan mempersilahkan aku duduk di sana. Dia pun duduk di kursi yang berhadapan denganku. Kami saling memandang dengan penuh cinta.
Tangan masih saling bertaut di atas meja, rasanya waktu seperti ini tidak ingin cepat berlalu. Aku ingin cukup lama merasakan kebahagiaan ini bersama Ganesh. Pria yang sangat aku cintai.
"Jangan pernah meninggalkan ku ya, Ra" kata Ganesh, menatapku dengan pandangan penuh cinta.
__ADS_1
Aku mengangguk, Ibu jari Ganesh mengelus-ngelus punggung tanganku "Aku akan bersamamu Nesh. Selalu"
Malam ini semuanya benar-benar terasa indah, aku bisa menikmati makan malam ini dengan perasaan bahagia. Kami berdua makan dengan tenang sambil di iringi musik klasik yang terdengar indah di telinga.
Selesai makan, aku memandang pemandangan di balik jendela restoran. Kendaraan yang berlalu lalang di jalanan dan ruko-ruko pinggir jalan yang masih buka dan ada beberapa orang yang datang ke sana. Lampu malam terlihat indah dari atas sini.
"Emm. Ra, ada yang ingin aku bicarakan" kata Ganesh membuat aku langsung menoleh ke arahnya.
"Mau bicara apa? Bicaralah"
Aku menaruh kedua tanganku dengan bertumpu di atas meja. Menatap Ganesh dan menunggu pria itu membicarakan hal yang ingin dia bicarakan. Sepertinya hal yang cukup serius.
"Aku mohon jangan meninggalkan aku Ra. Apapun yang aku ceritakan sekarang, kamu tetap yang paling aku cintai" kata Ganesh tiba-tiba
Perasaanku mulai tidak enak, aku mulai merasa jika ada hal buruk yang akan Ganesh ceritakan padaku. "Memangnya apa yang ingin kamu ceritakan padaku?"
Ganesh menghela nafas, terdengar begitu berat dari hembusan nafasnya. Dia mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya. Menaruhnya di atas meja.
"Ini" Ganesh mendorong pelan barang yang di bawanya ke hadapanku.
Aku mengambil barang itu dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Satu tanganku menutup mulut karena aku benar-benar terkejut dengan ini. Meski aku sudah mencoba untuk menguatkan hati. Tapi tetap saja aku tidak kuat melihat ini.
"Undangan pernikahan?"
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga.. aku masih berharap dukungan yang cukup bagus untuk novel ini. hua.
__ADS_1