Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Melepaskan Meski Terluka


__ADS_3

"Tinggalkan Ganesh, Seira"


Ucapan itu bagaikan petir yang menyambarku, bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan pria yang aku cintai. Hubungan yang sedang kami perjuangkan ini apa memang harus berakhir sekarang juga?


"Ayah, ak-aku..."


"Tinggalkan Ganesh, atau tinggalkan Ayah dan Ibu. Anggap kami bukan orang tua kamu lagi!"


Deg..


Kenapa Ayah sampai tega mengatakan itu, aku sudah tidak bisa lagi menahan air mata yang menetes begitu saja. Perkataan Ayah benar-benar menusuk ke relung hatiku. Tentu aku tidak bisa memilih antara dua pilihan itu. Mereka terlalu berarti untuk hidupku.


"Baiklah, diam mu itu telah menjadi jawaban untuk kami" Ayah berdiri dan menunjuk pintu keluar "Silahkan pergi dari rumah ini dan anggap kami bukan lagi orang tuamu"


Hiks..


"Ayah, Ibu maafkan aku"


Aku tidak mungkin meninggalkan orang tuaku. Dua orang yang begitu berjasa dalam hidupku. Merawat dan membesarkan aku dengan kasih sayang yang tulus. Tuhan.. Aku menyerah.. Aku akan menerima semua takdirmu. Biarkan aku bahagia suatu saat nanti meski tidak dengan Ganesh.


Aku berlutut di depan Ayah dan Ibu, menangis di pangkuan mereka. Meski Ibu terlihat begitu kecewa padaku, tapi dia tetap seorang Ibu yang selalu tidak akan tega melihat aku menangis seperti ini. Dia terus mengelus punggung ku yang bergetar ini, dia juga ikut menangis.


Aku mendongak dan menatap ke arah Ayah dan Ibu, penglihatan ku terasa buram karena tertutup oleh air mata yang mengembun "Baik jika itu keinginan kalian, aku akan meninggalkan Ganesh"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sejak hari itu, aku benar-benar telah melepaskan Ganesh. Demi orang tuaku. Meski cinta masih saja tertanam di dalam hatiku. Tidak akan mudah melupakan segala sesuatu dan kenangan di antara kita. Mungkin benar apa kata Ayah, takdir kita memang tak harus bersama. Iman yang berbeda jelas membuat kita tak mungkin lagi bisa bersama selamanya. Kita terlalu berbeda untuk bisa bersatu.


Benteng Penghalang Kita tetap kokoh dan tinggi, hanya untuk menggapainya pun sangat sulit. Apalagi jika ingin menghancurkannya. Sangat tidak mungkin.


Beberapa hari yang lalu aku telah resmi mengundurkan diri dari perusahaan GE. Tentu Ganesh tidak tahu tentang itu, bahkan sejak hari dimana aku meyakinkan hatiku untuk meninggalkannya demi Ayah dan Ibu, aku sudah memblokir nomor dan segala sosial media milik Ganesh. Semuanya atas perintah Ayah, agar aku lebih mudah melupakan Ganesh dan tidak lagi berhubungan dengan pria itu.

__ADS_1


Namun, kenyataannya tidak seperti itu. Aku tetap memikirkan pria itu, tidak semudah itu untuk bisa melupakan Ganesh.


Aku akan mencoba melepaskan Ganesh, meski hatiku sangat terluka.


"Ra, ayo makan dulu" Ibu muncul di balik pintu kamar.


"Iya Bu"


Aku berdiri dan berjalan menghampiri Ibu, sebenarnya aku sangat tidak berselera makan apapun. Tapi, karena tidak ingin mengecewakan Ayah dan Ibu. Jadi aku selalu memaksakan untuk makan saat mereka mengajak aku makan. Mencoba menutupi segala perasaanku pada siapapun. Mencoba terlihat baik-baik saja, meski hati ini sangat terluka dengan keputusan yang aku ambil ini.


Namun, ini mungkin memang yang terbaik untuk aku dan Ganesh. Ayah begitu menentang hubungan kami, apalagi setelah tahu jika Ganesh sudah menikah. Semuanya telah terbongkar dan tidak ada lagi kesempatan untuk bisa mempertahankan hubungan kami.


"Yah, Bu aku ingin bekerja lagi. Jenuh, jika terus berada di rumah"


Aku hanya ingin mengalihkan sejenak fikiranku yang sedang kacau ini. Setidaknya jika dengan bekerja, mungkin aku akan sedikit bisa melupakan semua masalah ini. Semua luka dan kesedihan yang aku rasakan saat ini. Bagaimana Ganesh? Aku selalu memikirkan bagaimana keadaan Ganesh setelah ini?


Sebenarnya aku sangat ingin menghubungi Ganesh sekarang. Tapi, tidak mungkin. Aku sudah berjanji pada Ayah dan Ibu untuk melupakannya dan tidak lagi berhubungan dengan Ganesh.


"Kenapa kamu gak kerja di tempat Ayah saja"


"Biar nanti Ayah yang bicarakan pada Alex" kata Ayah, tanpa menunggu jawabanku.


Akhirnya aku hanya menurut saja, mungkin memang Ayah ingin aku bekerja di tempat kerjanya agar dia lebih bisa mengawasi ku. Aku ambil positifnya saja, aku juga harus mulai mencari suasana baru sekarang. Tidak mungkin terus berlarut dalam luka ini.


"Baik Yah"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu minggu berlalu, tidak terasa aku sudah selama itu tidak berhubungan dengan Ganesh. Jujur, ini sangatlah berat untuk aku jalani. Jika di setiap pagi akan ada sosok pria yang sangat aku cintai datang menjemput. Kini, sudah tidak ada lagi. Makan siang sendiri tanpa Ganesh beberapa hari ini, cukup membuat aku kesepian. Semua hal yang sering kami lakukan seolah terus menghantui fikiranku ini.


Weekend ini aku tidak sengaja bertemu dengan Alex selepas kami menjalankan ibadah. Akhirnya Alex meminta izin untuk mengobrol sebentar denganku pada Ayah dan Ibu. Tentu saja mereka mengizinkan.

__ADS_1


Alex membawaku ke sebuah taman di sebrang tempat kami beribadah. Duduk berdampingan di sebuah bangku taman. Menatap bunga-bunga yang bermekaran, dan sebuah kolam ikan di tengah taman dengan air mancur di sisi-sisi kolam. Sangat indah. Udaranya juga cukup menyejukan.


"Emm. Ra, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ini tentang Ganesh"


Aku langsung menoleh ke samping, menatap Alex yang masih menatap lurus ke depan. Apa? Apa yang ingin Alex katakan tentang Ganesh?


"Apa?"


Jangan membuat aku semakin bingung dengan keadaan ini. Ayah dan Ibu bahkan sudah tidak lagi mengizinkan aku berhubungan dengan Ganesh. Bekerja di perusahaan Alex cukup membuat aku bisa sedikit melupakan semua kerisauan dalam hati ini. Tapi, tidak saat aku kembali lagi ke rumah. Berdiam dalam kesendirianku dan terus memikirkan Ganesh. Pria yang aku cintai sampai saat ini.


"Dia datang padaku beberapa hari lalu, menanyakan keberadaanmu dengan penampilan yang sangat kacau"


Ganesh sampai datang menemui Alex? Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia baik-baik saja.


"Lalu, apa kau beri tahu dia dimana aku?"


Alex menggeleng, tatapannya masih lurus ke arah kolam ikan yang berada di tengah taman "Tidak, Ayah sudah melarang aku untuk memberi tahu keberadaan mu pada Ganesh, jika suatu saat nanti dia mencarimu padaku. Sepertinya Ayah sudah bisa menebak semuanya"


Ya, Ayah memang sangat luar biasa. Bahkan sampai saat ini, aku tidak tahu dari siapa Ayah dan Ibu bisa mengetahui tentang pernikahan Ganesh. Hal yang aku sembunyikan dari mereka selama ini.


"Yasudah, kamu jangan beri tahu Ganesh apapun itu tentang aku. Ini sudah keputusan aku Lex, aku akan melepaskan dia untuk Tyas. Meski berat, aku yakin semuanya akan bisa aku atasi"


Meski aku yakin tidak akan segampang itu untuk bisa mengatasi rasa sakit ini. Tidak akan semudah itu untuk menyembuhkan luka yang menganga di hati ini. Mungkin, trauma untuk menjalani sebuah hubungan lagi telah tertanam di hatiku.


"Kau telah memilih keputusan yang tepat Ra"


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..


Hubungan yang mulai hancur...

__ADS_1


Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. bisa baca karya temanku ini.



__ADS_2