
Weekend pertama setelah aku dan Alex memutuskan untuk memulai kisah baru dalam hidup kami. Siang ini setelah kami beribadah bersama, Alex mengajak aku untuk pergi jalan-jalan. Seperti biasa yang sering kita lakukan.
Namun, suasana kali ini cukup berbeda. Karena status kita yang sudah lebih dari seorang teman. Alex terlihat biasa saja, perhatiannya masih sama seperti saat kami masih menjadi teman. Memang sejatinya Alex begitu perhatian padaku. Hanya saja aku sedikit canggung di situasi seperti ini.
"Mau makan apa Ra?" tanya Alex
Emm.. Aku sedikit berfikir sebentar, membayangkan makanan yang benar-benar ingin aku makan sekarang ini. Warung sate ayam tempat dulu kami sering makan disana saat masih sekolah, tiba-tiba melintas di fikiranku.
"Kita makan sate ayam aja deh, di dekat sekolah kita dulu. Sepertinya enak deh"
Aku sudah membayangkan sate ayam yang empuk dan lembut di campur dengan bumbu kacang yang gurih. Benar-benar akan nikmat sekali, ahh.. Aku sudah ngiler sendiri membayangkannya.
"Oke"
Alex mengemudikan mobilnya menuju warung sate ayam di dekat sekolah kami dulu. Sampai disana, Alex langsung memesan dua porsi sate ayam.
Setelah pesanan datang, aku benar-benar langsung melahapnya. Sudah cukup lama aku tidak memakan sate ayam ini. Terakhir kali saat Alex membawaku kesini beberapa bulan lalu.
"Enak Ra, pelan-pelan makannya. Nanti keselek loh" kata Alex, menatapku dengan lembut sambil merapikan anak rambutku yang keluar dari ikatannya.
Aku terdiam beberapa saat, ketika Alex merapikan rambutku. Terasa ada desiran aneh di hatiku, tapi aku tidak bisa menafsirkan apa itu.
"Iya Lex, aku lagi pengen banget soalnya makan sate ayam ini. Maaf ya"
Aku menunduk dengan wajah malu karena dengan tidak elegannya aku makan dengan rakus di depan seorang pria. Tapi, sudah cukup lama naf*su makan ku tidak baik. Baru kali ini, aku benar-benar mempunyai selera makan lagi.
"Gak papa Ra, kenapa juga harus minta maaf? Aku senang melihat kamu berselera makan lagi seperti ini. Karena mendengar dari Ibu, jika kamu sudah cukup lama tidak makan dengan benar" kata Alex
Syukurlah kalau dia tahu, jadi aku tidak terlalu malu saat terlihat seperti orang kelaparan ini. Hehe
"Tenang saja Lex, sekarang selera makan ku telah kembali. Jadi, kamu siap-siap kehabisan uang kalau jalan bersamaku. Karena aku akan memborong semua makanan yang aku mau"
Tentu, aku hanya bercanda tentang itu. Mana mungkin aku bisa memakan makanan terlalu banyak dengan perutku yang kecil ini. Alex saja sampai tertawa dengan ocehan ku itu.
__ADS_1
"Hahaha.. Baiklah, aku akan bekerja lebih keras lagi agar bisa membiayai pacarku yang hobby makan ini"
Aku terdiam, bahkan sampai berhenti mengunyah makanan di dalam mulut ku.
Pacarku?
Benarkah aku dan Alex sudah berpacaran sekarang? Aku masih tidak percaya jika itu benar. Kami masih seperti teman biasa saja. Bahkan masih bisa bercanda sepuasnya.
Tapi, kenyataannya memang seperti itu. Jadi, aku harus mulai terbiasa dengan status baru ini. Meski hati ini masih belum sepenuhnya terbuka untuk Alex. Tapi, aku akan mencobanya sampai luka ini benar-benar sembuh dan bisa membuka hatiku sepenuhnya untuk Alex.
"Kenapa Ra?"
Aku tersadar saat mendengar suara Alex. Mungkin pria itu bingung dengan aku yang tiba-tiba terdiam ini.
Aku tersenyum "Gak papa Lex"
Aku melanjutkan makan, sambil sesekali mengobrol dengan Alex. Entah itu hal pekerjaan atau tentang masa muda kita dulu waktu sekolah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Itu yang aku takutkan juga, jika dulu tentang Iman yang berbeda. Maka sekarang tentang tahta yang berbeda.
"Ayo makan siang" Alex muncul di ambang pintu. Seperti biasa, kami akan makan siang bersama.
"Oke"
Aku berjalan menghampirinya, Alex langsung menggandeng tanganku dan membawaku keluar dari ruangan ini. Setiap karyawan yang berpapasan dengan kami, hanya mengangguk hormat. Aku tahu jika itu kepada Alex sebagai atasan mereka.
Semua karyawan sudah terbiasa dengan kebersamaan kami. Alex dan aku tidak berniat menutup-nutupi hubungan kami ini. Suatu hubungan tidak untuk di umbar, tapi tidak juga harus di tutup-tutupi.
Seperti mengulang lagi masa lalu, dulu aku juga seperti ini. Berpegangan tangan saat berada di wilayah kantor. Dan tidak ada yang protes atau berani menegur. Karena yang menjadi kekasih ku adalah pimpinan mereka.
Dan juga tidak ada larangan untuk asmara kantor. Jadi semua karyawan bisa berpacaran atau sekedar menjadi teman dekat dengan orang satu kantor.
__ADS_1
Aku mulai bisa melupakan kenangan bersama Ganesh. Meski tidak sepenuhnya. Setidaknya aku sudah mulai membuka hati ini untuk yang lain. Walaupun, belum sepenuhnya.
Aku harap Ganesh juga bisa memulai kisah yang baru dalam hidupnya. Bersama Tyas, istrinya.
Apa aku sudah benar-benar ikhlas melepaskan Ganesh?
Jawabannya, tentu saja belum sepenuhnya. Kenangan kami terlalu banyak untuk di lupakan dengan waktu sesingkat ini. Hanya saja, aku akan mencoba memulai kisah baru bersama Alex. Aku akan berusaha untuk bisa benar-benar mengikhlaskan Ganesh bersama istrinya. Meski membutuhkan cukup waktu untuk itu.
"Lex, aku ada undangan pernikahan teman kerjaku dulu yang di GE. Gimana ya, datang atau tidak?"
Selesai makan siang, aku baru ingat untuk membahas tentang hal ini. Kemarin lusa, ada kiriman undangan pernikahan teman kerjaku di GE.
Aku ragu, apa aku harus datang atau tidak. Karena pasti untuk setiap karyawan GE yang menikah mau itu karyawan dengan jabatan tinggi atau hanya karyawan biasa. Pasti akan di datangi oleh tamu spesial, bos besar mereka.
Itu yang aku takutkan, tidak memungkiri kemungkinan jika kami akan bertemu di sana. Dan aku belum siap untuk bertemu dengannya lagi.
"Ya datang dong, masa enggak si. Kasian, teman kamu itu sengaja mengundang kamu agar kamu bisa hadir di acara pernikahan nya itu. Masa kamu gak datang"
Benar juga apa yang di ucapkan Alex, temanku ini tidak melupakan aku setelah aku tidak lagi bekerja di GE. Tapi, dia tetap mengirimkan undangan pernikahan hanya karena ingin aku hadir di acara pernikahan nya.
"Yaudah, tapi kamu temani aku ya Lex"
Aku tidak mungkin datang sendiri saat status ku mempunyai pacar.
"Iya, emang hari apa nikahnya?" tanya Alex
"Akhir pekan ini"
Alex mengangguk kecil "Baiklah, ayo kita datang bersama ke acara pernikahan teman kamu itu"
Bersambung
Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter... Kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1
Oh ya.. Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. kalian boleh mampir di karya temanku ini..