
Semuanya terasa membingungkan, Alex tidak ada hubungan apapun dengan Seira. Tapi, perasaan cintanya pada gadis itu membuat Alex harus ikut masuk ke dalam masalah gadis itu. Apalagi semuanya, berkaitan dengan Tyas. Seorang gadis yang sudah Alex anggap seperti adiknya sendiri.
Alex sedang berada di dalam mobil menuju ke tempat meeting dengan rekan kerjanya siang ini. Namun, di tengah perjalanan dia tidak sengaja melihat seorang gadis yang sedang berjalan di pinggir jalan raya ini.
"Berhenti Pak" kata Alex sambil menepuk bahu sang supir yang duduk di kursi kemudi.
"Baik Tuan"
Mobil terhenti tepat di depan gadis yang berjalan di pinggir jalan itu. Alex membuka kaca jendela mobil.
"Tyas" panggilnya
Tyas berhenti berjalan, dia menoleh ke arah Alex yang berada di dalam mobil. Saking fokusnya berjalan, dia sampai tidak sadar jika ada mobil yang berhenti di sisinya.
"Kak Alex" kata Tyas setengah berteriak, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Alex lagi setelah pernikahannya.
"Kamu mau kemana?" tanya Alex
"Tyas mau ke kantornya Mas Ganesh, ada berkas yang ketinggalan" jelas Tyas
Alex menatap prihatin pada gadis itu, di saat dia begitu memperdulikan Ganesh. Tapi, suaminya malah masih berhubungan dengan kekasihnya. Apa ini masih bisa di sebut adil?
"Masuk, biar aku antar" kata Alex
Tyas terlihat berfikir sejenak, lalu dia mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil Alex.
Setelah Tyas masuk ke dalam mobil, Alex segera menyuruh supir untuk melajukan kembali mobilnya.
"Kenapa kamu gak naik taxi aja? Kok malah jalan kaki" kata Alex, mengeluarkan kebingungannya sejak tadi.
Tyas tersenyum, dia memeluk map yang di bawanya di dada "Tadi naik ojek Kak, tapi tadi tiba-tiba ban motornya bocor. Jadi Tyas terpaksa jalan kaki deh, sebelum dapat kendaraan lain"
Alex mengangguk mengerti mendengar penjelasan Tyas. Teringat akan sesuatu, Alex segera meraih ponselnya dan megetikan sesuatu disana.
Ra, ada waktu? Aku ingin makan siang bersama.
Pesan yang di kirimkan Alex pada Seira. Alex hanya tidak ingin jika Tyas dan Seira akan bertemu di waktu yang sama. Mereka pasti akan canggung dan merasa tidak enak satu sama lain.
__ADS_1
Menunggu beberapa saat sampai suara notifikasi pesan di ponselnya berbunyi. Alex segera membuka pesan balasan dari Seira itu.
Queenera
Aku gak bisa Lex, maaf.
Alex menghela nafas kasar membaca pesan balasan dari Seira. Jari tangan Alex sudahsiap untuk mengetikan balasan untuk pesan dari Seira, dia akan mencoba untuk memaksa gadis itu agar mau makan siang bersamanya.
"Kak, jangan beritahu Alea tentang hubungan pernikahan aku dan Mas Ganesh ya"
Suara Tyas membuat Alex menghentikan gerakan tangannya. Dia mematikan layar ponsel, dan menatap ke arah Tyas yang duduk di sampingnya.
"Maksudnya Yas? Memangnya kenapa kalau Alea tahu" kata Alex, dia tidak bisa lagi berpura-pura jika dia tidak tahu apa-apa tentang pernikahan Tyas dan Ganesh.
"Alea akan kefikiran dan bisa saja dia akan marah pada Mas Ganesh. Kakak tahu sendiri bagaimana Alea. Biarkan aku menyelesaikan semua ini sendiri Kak. Nanti juga kalau aku sudah benar-benar tidak kuat, aku akan menyerah dan meminta bantuan kalian" jelas Tyas
Entah kenapa, aku selalu melihat kau di posisi menyedihkan ini Tyas.
Alex mengusap kepala Tyas yang tertutup hijab, dia menyayangi gadis ini sama seperti Alea. Apalagi melihat keadaannya sekarang, membuat Alex semakin tidak tega melihat keadaan gadis rapuh ini.
"Baiklah, aku akan menuruti semua perkataan mu. Tapi ingat! Jika nanti kau sudah menyerah, langsung bilang padaku dan Alea. Kami pasti akan membantumu" kata Alex dengan penuh ketulusan dari setiap perkataannya.
"Tidak perlu sungkan Tyas, kita adalah keluarga. Kan aku sudah pernah bilang, kalau kamu itu sama seperti Alea bagiku" jelas Alex
Tyas mengangguk mengerti, tepat pada saat itu mobil telah terparkir di depan gerbang perusahaan GE.
"Terimakasih tumpangannya Kak, pak supir terimakasih ya" kata Tyas sebelum dia turun dari mobil Alex.
"Eh. Tunggu.."
Alex baru tersadar jika sudah sampai di perusahaan GE. Tyas sudah masuk ke dalam lobby perusahaan. Segera Alex mengutak ngatik ponselnya, lalu menempelkannya di telinga.
"Hallo, Iya Lex ada apa?"
Alex terdiam beberapa saat mendengar suara Seira di sebrang sana. Dia harus memikirkan alasan yang tepat agar Seira mau keluar bersamanya untuk makan siang.
"Ra, kau dimana? Ayo makan siang bersama. Aku menunggumu di depan tempat kerjamu nih"
__ADS_1
"Aku 'kan sudah bilang kalo aku tidak bisa makan siang sama kamu. Kenapa kamu malah datang ke kantorku sekarang?"
Duh, Alex semakin bingung saja untuk mencari alasan lain pada Seira sekarang. Tidak mungkin dia mengatakan jika Tyas datang ke perusahaan Ganesh sekarang. Seira pasti akan semakin bingung.
"Emm. Sebenarnya aku ada yang ingin di bicarakan sama kamu. Jadi, ayo makan siang sekarang"
"Gak bisa Lex, aku beneran gak bisa. Maaf. Kamu makan siang saja sendiri, mungkin lain waktu saja"
Tut..tut...
Sambungan telepon terputus oleh sepihak. Alex menghembuskan nafas kasar, dia tidak punya lagi kesempatan untuk memaksa Seira agar keluar bersamanya.
Drett...Drett..
Ponselnya kembali berdering, Alex segera mengangkat telepon itu "Hallo"
"Hallo Tuan, klien kita telah sampai. Tuan dimana?"
Hampir saja Alex melupakan meeting penting siang ini. "Baik, kau tunggu saja disana. Aku akan segera sampai"
"Jalan Pak, ke tujuan pertama kita" kata Alex
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alex menyelesaikan meeting nya siang ini dengan lancar. Meski perasaan dan fikirannya sedang tertuju pada hal lain. Tapi, Alex tetap masih bisa profesional.
Di dalam mobil, dia masih memikirkan nasib Tyas dan keadaan Seira. Keduanya pasti bertemu di situasi sangat canggung. Istri sah yang menemui suaminya, disisi lain ada kekasih yang menemani pria yang mencintainya.
Situasinya benar-benar membuat bingung untuk bisa di cari jalan keluar dan solusi terbaiknya.
"Maaf jika kali ini aku egois Ra, aku hanya ingin memilikimu dan membuatmu bahagia. Maka, biarkan Tyas bersama suaminya bahagia dengan pernikahan mereka" gumam Alex pada dirinya sendiri
Alex hanya menginginkan Seira bahagia, meski tidak bersamanya. Tapi, melihat kisah cinta Seira dan Ganesh sekarang. Membuat Alex yakin dengan keputusannya saat ini. Seira tidak mungkin bahagia dengan dirinya menjadi orang ketiga dalam hubungan pernikahan orang lain. Meski Seira yang di cintai oleh Ganesh, tapi tetap saja semuanya tidak akan berakhir bahagia jika mereka terus memaksakan ego mereka berdua.
Mulai hari ini, maka Alex bertekad untuk membuat Seira menjadi miliknya seorang dan hanya mencintainya seorang.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter... kasih hadiahnya dan votenya juga..
maaf baru up.. banyak urusan dan keperluan di dunia nyata..