
Makan siang kali ini cukup mengesankan setelah sekian lama aku hanya makan siang sendirian, hanya di temani sepi. Tapi, kali ini terasa berbeda. Alex cukup pandai menghibur seseorang. Sampai aku bisa tertawa lepas hari ini.
"Makasih ya Lex, hari ini sudah menghiburku"
Kami baru saja sampai di parkiran perusahaan, aku membuka sabuk pengaman dan akan keluar dari mobil. Tapi, tangan Alex menahanku. Akhirnya aku menutup kembali pintu mobil yang sudah setengah terbuka.
"Ada apa?"
"Emm. Ra, kamu mau gak kalo jadi sekretaris aku? Sekretaris aku cuti melahirkan untuk tiga bulan ini"
Aku terdiam beberapa saat, bingung harus menjawab apa. Tapi, aku belum pernah berpengalaman untuk menjadi seorang sekretaris. Apa aku coba saja ya, biar bisa dapet pengalaman baru juga.
"Gimana Ra? Mau gak?" tanya Alex
"Boleh aja si, tapi masalahnya aku belum pernah menjadi sekretaris"
Alex tersenyum dan menatapku dengan lembut. Eh.. Tatapan apa itu? Tatapan yang berbeda aku rasa, Alex menatapku dengan tatapan yang berbeda. Tapi, aku tidak ingin menafsirkan apa arti dari tatapan Alex itu.
"Soal itu bisa di urus Ra, nanti sebelum sekretaris aku cuti. Aku akan suruh dia buat kasih tahu bagaimana cara kerja sebagai seorang sekretaris"
Aku mengangguk saja, mungkin ini akan menjadi pengalaman baru untuk aku dalam bekerja. "Hanya jadi sekretaris sementara 'kan?"
Aku takut jika aku belum terlalu siap kalau harus menjadi seorang sekretaris selamanya. Takut jika aku tidak bisa menjalani pekerjaan sebagai sekretaris ini dengan baik. Aku tidak terlalu percaya diri untuk itu, karena aku sama sekali belum mempunyai pengalaman bekerja sebagai sekretaris.
"Iya, hanya tiga atau empat bulan saja. Ya, sampai masa cuti sekretarisku itu selesai. Tapi, kalo kamu mau seterusnya menjadi sekretarisku, aku bisa mengatur semuanya" jelas Alex
"Baiklah, aku akan mencobanya dulu. Semoga saja aku tidak akan mengecewakanmu ya"
Alex mengangguk dengan senyum cerah, seolah dia begitu puas dengan jawabanku itu "Iya Ra, mulai besok sekretarisku akan mengajarimu apa saja yang harus kamu lakukan saat menjadi seorang sekretaris"
"Oke"
Baiklah, sudah saatnya aku mengalihkan semua fikiranku yang masih terlalu kacau untuk bisa di bilang baik-baik saja. Semoga saja dengan sibuk bekerja, aku mulai bisa melupakan Ganesh seutuhnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Pertama kali belajar sebagai seorang sekretaris, aku benar-benar mendengarkan setiap apa yang di katakan oleh sekretaris Alex yang akan cuti melahirkan itu. Kehamilan dia memang sudah besar, sudah sangat terlihat menonjol perutnya itu. Aku jadi tersenyum sendiri saat membayangkan suatu saat nanti aku bisa mengalami kehamilan itu.
Apa aku bisa mengalaminya? Menikah, hamil dan mempunyai anak.
Aku merasa ragu dengan hal itu, gagal mempertahankan hubungan aku dan Ganesh membuat aku sedikit takut untuk kembali memulai. Takut jika hubungan aku selanjutnya akan berakhir seperti ini lagi. Gagal lagi dan lagi.. Aku takut itu terjadi.
Rasa trauma yang akan sulit hilang, kebersamaan kami selama 4 tahun. Tidak lagi berarti apa-apa saat iman yang berbicara. Saat kami tidak mampu untuk menggapai Benteng Penghalang di antara kita.
"Sudah mengerti 'kan Ra?"
Aku mengangguk mendengar pertanyaan dari Mbak Susan, sekretaris Alex itu "Sudah Mbak, terimakasih ya"
"Iya Ra, sama-sama. Lagian aku yang harusnya berterima kasih padamu karena kamu siap menjadi sekretaris pengganti selama aku cuti, jadi aku tidak perlu bingung untuk mencari orang yang siap menjadi sekretaris pengganti untuk Tuan Alex"
Aku mengangguk sambil tersenyum, mulai besok aku akan mencoba pekerjaan baru ini. Semoga saja aku tidak membuat Alex dan Mbak Susan kecewa karena telah memberikan kepercayaan ini padaku.
Waktu makan siang telah tiba, Mbak Susan juga sudah pamit keluar duluan untuk makan siang. Aku masih membereskan meja kerja yang cukup berantakan dengan beberapa berkas yang berserekan juga bolpoin dan buku catatan.
Tok..tok..tok
"Ayo makan siang" Alex berjalan santai ke arahku, dia duduk di kursi yang berada di dekat meja kerja ini. Aku masih berdiri dengan beberapa berkas yang sedang aku rapikan itu.
"Iya bentar, beresin ini dulu"
"Kamu sudah faham bagaimana cara kerja sebagai sekretaris ku nanti?" tanya Alex
"Cukup faham, tapi aku masih harus banyak belajar. Jadi kamu bisa membimbing ku jika nanti aku melakukan kesalahan"
Aku takut jika aku tidak bisa bekerja dengan baik, karena ini pertama kalinya aku bekerja sebagai seorang sekretaris. Takut jika aku bisa saja melakukan kesalahan yang tidak di sengaja nanti.
Alex tersenyum tipis "Tenang Ra, kamu pasti bisa kok. Lagian kamu ini cukup pintar untuk bisa cepat tanggap dalam pekerjaan barumu ini. Jadi, tidak perlu terlalu cemas begitu"
"Iya tetap saja kamu harus membimbing aku jika aku melakukan kesalahan"
Tidak segampang itu beradaptasi dengan pekerjaan baru. Apalagi pekerjaan yang belum mempunyai pengalaman sedikit pun. Aku tetap merasa cemas, takut jika tidak bisa melakukan yang terbaik untuk tanggung jawab ini.
__ADS_1
"Iya, nanti aku akan bimbing kamu. Nanti, kalo kamu ada yang tidak dimengerti. Bisa langsung tanyakan padaku" kata Alex
"Siap"
Tentu saja aku akan langsung menanyakan pada Alex, daripada nanti aku merugikan perusahaan karena malu bertanya. Mendingan aku bertanya agar tidak melakukan kesalahan yang akan merugikan perusahaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pertama menjadi seorang sekretaris pengganti berjalan cukup lancar. Semua yang kemarin telah Mbak Susan ajarkan padaku benar-benar membantuku. Aku tidak terlalu bingung saat harus menghadiri sebuah meeting penting dengan beberapa petinggi perusahaan.
Aku bisa mempersentasikan pembahasan untuk meeting hari ini. Menjelaskan setiap detail apa yang telah aku baca di berkas yang Alex berikan padaku tadi pagi. Berkas yang harus aku pelajari sebelum meeting ini berlangsung.
Prok.. Prok... Prok..
Aku tersenyum lega saat mendapatkan tepuk tangan dari semua orang yang menghadiri meeting ini. Akhirnya aku bisa melewati hari ini dengan baik, ternyata menjadi seorang sekretaris tidak sesulit yang aku bayangkan.
"Hebat Ra, kau bisa mempersentasikan pembahasan ini dengan baik di hari pertamamu menjadi sekretaris ku"
Alex menepuk bahuku sebagai tanda bangga dan juga memberiku semangat. Tentu saja aku semakin semangat bekerja untuk lebih baik lagi mulai hari ini. Sepertinya aku menyukai pekerjaan ini.
"Terimakasih Tuan, saya akan melakukan yang terbaik semampu yang bisa saya lakukan"
Aku berbicara formal seperti itu karena sekarang posisinya aku dan Alex adalah atasan dan bawahan. Jadi, kami harus bisa bersikap sepropesional mungkin.
"Bagus, aku suka semangatmu ini"
"Terimakasih Tuan"
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga... Dan Selamat Hari Raya idul Adha untuk kalian semua yang merayakan.🤗
Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. bisa baca karya temanku ini..
__ADS_1