
Aku masih menatap bingung pada gadis manis yang duduk di dekat Mama. Mereka kelihatan akrba sekali, mungkin benar jika dia adalah saudara jauh Ganesh. Karena aku belum pernah melihat gadis itu.
Gadis itu terlihat pemalu sekali, dia bahkan hanya menundukan wajahnya dan menjawab jika ada yang bertanya atau menyapanya saja. Selebihnya dia hanya banyak diam.
Ganesh juga ambil makanan dimana si? Lama banget, beberapa kali aku menoleh ke belakang dan pria yang aku cintai belum juga datang. Entah dia kemana, mungkin banyak rekan kerja yang menyapanya. Maklumlah dia 'kan bos besar.
Aku terus menatap gadis itu, entah kenapa aku merasa penasaran siapa sebenarnya gadis pemalu itu. Dia terlihat begitu manis dengan kerudung segi empat yang dia gunakan.
Ganesh datang menghampiriku dengan wajah tidak biasa. Dia terlihat emosi dan menatap ke arahku seolah mengkhawatirkan keadaanku saat ini. Aneh... Dia kenapa bersikap seperti itu. Perasaan tadi baik-baik saja.
Tiba-tiba Ganesh menarik tanganku hingga aku berdiri dengan tangan meraih tas selempang yang aku simpan di pinggiran sofa. Aku berdiri di sampingnya.
Dia kenapa si? Aneh banget.
"Kamu gak papa? Apa yang mereka lakukan sama kamu?" tanya Ganesh, menatapku dengan cemas seolah telah terjadi hal yang buruk padaku.
Aku menggeleng pelan, memangnya aku kenapa? Mereka bersikap baik padaku, hanya tadi saja suasana nya sedikit tegang saat Kakek menanyakan tentang hubungan kita. Tapi, setelahnya semuanya baik-baik saja.
"Kenapa wanita itu ada disini?" tanya Ganesh dengan menunjuk ke arah gadis manis bernama Tyas itu.
Gadis itu hanya menunduk takut dengan tangan yang saling bertaut di atas pangkuannya. Aku tidak tega melihat wajahnya, gadis itu sepertinya banyak tekanan.
"Sayang, kenapa si? Gak boleh gitu, turunin tangannya ihh" Aku memaksa Ganesh menurukan tangannya yang masih menunjuk ke arah Tyas.
"Kamu tahu siapa dia?" tanya Ganesh dengan emosi yang meluap-luap, dia menatapku dengan lekat.
Aku hanya menggeleng pelan, karena memang aku tidak tahu siapa gadis itu. Aku hanya menebak saja jika Tyas itu adalah saudara jauh Ganesh. Tapi setelah melihat sikap Ganesh seperti ini, aku yakin jika Tyas bukanlah saudara Ganesh. Lalu, siapa dia?
"Dia adalah wanita murahan yang mau menawarkan dirinya hanya demi uang!" kata Ganesh dengan emosi.
Aku masih belum mengerti apa maksud Ganesh. Menawarkan dirinya hanya demi uang? Maksudnya, dia punya hutang pada keluarga Ganesh? Aaa.. Aku bingung sendiri memikirkannya.
__ADS_1
"Ganesh, jaga ucapanmu" bentak Papa
Hah... Papa sampai membentak Ganesh, ini pertama kalinya aku melihat ini. Selama ini Papa begitu baik dan selalu mendukung apapun keputusan Ganesh.
"Kenapa? Memang benar 'kan, wanita murahan ini rela di menawarkan dirinya hanya demi perusahaan keluarganya bertahan" gertak Ganesh pada Papa, bahkan dia begitu berani menatap mata Papa saat sedang emosi seperti ini.
Aku memegang lengan Ganesh, agar pria itu berhenti bersikap tidak sopan pada Papanya. Apalagi banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. Meski mereka terlihat tidak terlalu tertarik dengan kisruh keluarga ini. Namun, telinga mereka tetap terbuka lebar untuk bisa mendengar pertengkaran ini.
Mama berdiri dan berjalan mendekat ke arah Ganesh dan.. Plakk... Mama menampar pipi Ganesh dengan begitu emosi. Dia terlihat emosi dan kecewa pada anak laki-lakinya ini. Bahkan matanya sampai berkaca-kaca. Aku sampai terkejut melihat itu. Ganesh memegang pipinya yang terkena tamparan Mama.
"Kamu tidak tahu situasi dan kebenaran nya Ganesh. Apa kamu mau mendengar semua ceritanya?" tanya Mama, menatap Ganesh begitu kecewa
Ganesh hanya diam, tidak menjawab.
Aku masih bingung dengan keadaan ini, aku menatap seluruh anggota keluarga yang ada disana. Semuanya terlihat diam, tak ada satupun yang mau menjelaskan situasi sebenarnya.
Tyas hanya diam menunduk dengan tangan sesekali mengusap pipinya. Aku yakin dia sedang menghapus air matanya. Ganesh memang begitu keterlaluan mengatakan hal itu padanya di depan banyak orang seperti ini. Aku juga kesal padanya, tidak percaya Ganesh bisa seperti itu. Padahal dia adalah pria baik hati yang aku temui.
"Ada apa ini?"
Dua orang paru baya dan seorang perempuan cantik datang menghampiri, sepertinya mereka sepasang suami istri. Mereka sepertinya dari kalangan atas juga, terlihat dari si Ibu dan si perempuan cantik itu bergaya begitu glamor.
Kali ini Kakek yang berdiri dan menyapa orang-orang yang baru datang itu "Ohh. Maaf Tuan Fhatar, ini hanya ada kesalah fahaman sedikit"
Orang yang Kakek panggil Tuan Fhatar itu, menatap ke arah Tyas "Ada apa Tyas, sini Nak"
Nak? Apa mereka adalah keluarga Tyas? Aku menebak jika dua orang paru baya itu adalah orang tua Tyas dan perempuan cantik itu adalah adik atau Kakaknya.
"Tidak papa Tyas, sini Nak sama Mama"
Tuhkan benar dugaanku, mereka memang keluarga Tyas. Tapi, tunggu! Orang tuanya berkata begitu lembut pada Tyas, tapi kenapa gadis itu menunjukan wajah ketakutan saat berdiri dan berjalan mendekat ke arah orang tuanya.
__ADS_1
Tyas menunduk takut saat dia berdiri di antara kedua orang tuanya. Ibunya terlihat membisikan sesuatu pada gadis itu dan aku mengamati wajahnya semakin ketakutan dan tertekan.
Ada apa sebenarnya dengan gadis itu?
Ganesh menarik tanganku membuat aku terkejut, aku terpaksa mengikuti langkahnya dengan sedikit terseok-seok. Entah kemana Ganesh akan membawaku. Dia membawaku naik lift dan menuju lantai atas.
Ternyata dia membawaku ke rooftop rumahnya, di sana ada tiga kursi dan satu meja kecil bundar. Di sini aku bisa melihat bintang lebih dekat, langit malam begitu indah. Tapi, bukan saatnya untuk menikmati pemandangan langit malam. Saat ini Ganesh sedang di landa emosi yang aku juga belum mengerti apa titik permasalahannya sehingga dia begitu emosi.
Kami berdiri di depan pagar pembatas, Ganesh masih diam dengan pandangan lurus. Aku hanya menatapnya dan menunggunya akan bercerita apa yang sebenarnya terjadi.
"Dia adalah wanita yang Kakek jodohkan denganku"
Deg...
Kenapa aku bodoh sekali, bahkan aku tidak sampai memikirkan hal itu. Aku terlalu percaya diri dan yakin jika keluarga Ganesh tidak mungkin mengundang wanita yang akan di jodohkan dengan Ganesh sementara aku juga hadir di acara mereka. Namun, ternyata semuanya berbeda dengan perkiraan ku.
Ganesh berbalik menghadapku, dia memegang kedua tanganku dengan erat dan menatap mataku dengan lekat "Tapi kamu tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Kamu lihat sendiri bagaimana aku menentang perjodohan sialan itu. Wanita murahan itu yang tidak tahu diri sampai hadir di acara keluargaku"
Wanita murahan? Kenapa aku merasa jika Tyas tidak seperti itu ya. Aku juga seorang wanita, dan insting ku mengatakan jika dia bukanlah wanita seperti itu. Entahlah..
"Sudahlah Ganesh, kita ikuti arus saja. Jangan melawan arus, karena itu berat"
"Pokoknya apapun yang terjadi, aku akan selalu mencintaimu"
Aku hanya mengangguk mendengar uacapan Ganesh. Masalahnya, cinta kita bukanlah di atas segalanya. Perbedaan tetap menjadi penghalang terbesar untuk kisah cinta kita.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya...
Like komen di setiap chapter.. kasih hadiah dan vote juga ya..
__ADS_1
Bagaimana? Sudah mulai mengenal karakter..