
"Om langsung saja ke intinya ya, Om dengar Kakek nya Nak Ganesh berencana menjodohkan Nak Ganesh dengan perempuan lain. Apa itu benar?"
Deg..Deg...
Aku tidak menyangka jika Ayah akan menanyakan hal itu. Aku belum memberi tahunya tentang itu, lalu dari siapa Ayah tahu tentang perjodohan Ganesh?
Ganesh juga terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan Ayah. Namun, dia masih terlihat tenang bahkan masih bisa tersenyum.
"Itu hanya keinginan Kakek, saya tidak menginginkan hal itu dan juga tidak akan menyetujuinya. Saya mencintai Seira, dan masih ingin memperjuangkan hubungan kami" kata Ganesh sambil menggenggam tanganku dan menoleh ke arahku. Memberikan senyuman ketenangan padaku.
"Ayah hanya tidak ingin jika Seira menjadi penghalang keinginan Kakek Nak Ganesh"
Aku benar-benar tidak suka dengan ucapan Ayah kali ini. Memangnya aku kenapa? Aku tidak pernah menghalangi Ganesh untuk menyetujui perjodohan itu. Bahkan aku sendiri yang akan menyerah saat itu. Tapi, Ganesh sendiri yang terus meyakinkan aku jika semuanya masih bisa di perjuangkan. Meski aku ragu akan hal itu.
"Ayah kenapa si? Ayah seolah ingin aku dan Ganesh segera berpisah ya? Sikap Ayah ini beda banget saat Ayah bersama Alex"
Aku sedikit berteriak pada Ayah, bahkan aku tidak sadar telah menyebutkan nama Alex di depan Ganesh. Pria itu langsung menatap ke arahku dengan penuh pertanyaan dan butuh penjelasan.
"Bukan begitu maksud Ayah Ra, Ayah hanya tidak mau kamu menjadi penghalang keinginan Kakek nya Ganesh. Percayalah, pilihan orang tua itu adalah yang terbaik untuk anaknya. Karena orang tua lebih tahu siapa yang lebih baik untuk anaknya" kata Ayah
Perkataan Ayah benar-benar membuatku kecewa, kenapa Ayah seolah menginginkan perpisahan kami. Ganesh saja menolak menyetujui perjodohan itu. Lalu, kenapa aku yang di salahkan sekarang. Bahkan Ayah seolah menginginkan aku meninggalkan Ganesh.
Aku menggeleng tidak percaya dengan apa yang Ayah ucapkan barusan. Air mata sudah tak bisa tertahankan lagi "Ayah kenapa Yah? Ayah hanya menginginkan aku berpisah dengan Ganesh. Iya?"
Ganesh merangkul pinggang ku, dia mencoba menenangkan ku. Meski aku tahu jika Ganesh juga terkejut dengan apa yang Ayah ucapkan.
"Begini saja Om, aku dan Seira masih akan berjuang untuk hubungan kami. Saya mohon pada Om ataupun Tante, tolong jangan ikut campur urusan kami dulu untuk saat ini. Kami pasti bisa menyelesaikan semuanya"
__ADS_1
Ganesh berkata begitu bijak dan penuh dengan pertimbangan. Aku tahu jika dia mencoba mendapatkan kepercayaan Ayah dan Ibu. Dia juga pasti bingung dengan situasi ini. Semuanya terlalu rumit.
"Sudah Yah, biarkan saja mereka selesaikan semuanya dengan cara mereka. Mereka sudah dewasa dan pasti tahu apa yang harus mereka lakukan. Kita sebagai orang tua tidak perlu terlalu ikut campur" Ibu menghentikan Ayah yang baru saja akan berbicara lagi dan membantah ucapan Ganesh.
Ayah menghela nafas berat, dia juga pasti bingung dengan keadaan ini. Aku tahu maksud dan tujuan Ayah baik, tidak ingin aku tersakiti nantinya. Tapi, aku sudah terlanjur memutuskan untuk bertahan dan berjuang sampai kami benar-benar tidak bisa bersatu lagi. Itu artinya aku sudah siap dengan sakit yang akan aku terima nantinya. Aku akan siap.
"Baiklah, Ayah serahkan semuanya pada kalian. Semoga kalian bisa menyelesaikan semuanya dengan baik dan dengan pemikiran yang dewasa" kata Ayah
Ganesh mengangguk "Baik Om, saya dan Seira akan menyelesaikan semuanya dengan baik"
Aku beranjak dari duduk dan langsung memeluk Ayah, aku menangis sesenggukan di pelukannya. Aku merasa bersalah karena berbicara keras pada Ayah tadi. Mau bagaimana pun sikap Ayah padaku, aku tetap menyayanginya dan dia tetap menjadi Ayah terbaik untuk ku.
Akhirnya semuanya terlewati dengan baik hari ini. Meski cukup menegangkan, tapi Ayah tetap tidak bisa egois dengan keputusannya. Dia tetap menjadi Ayah yang bertanggung jawab dan bijak. Dia hanya takut jika aku tersakiti, sebagai anak satu-satunya tentu Ayah menginginkan yang terbaik untuk aku.
Saat selesai berbicara dengan Ayah yang cukup menegangkan bagiku. Kini Ganesh sudah pamit pulang dan aku mengantarnya sampai ke teras rumah. Namun, Ganesh tidak langsung pergi dia mengajak ku untuk duduk dulu di kursi yang ada di teras depan.
Hah? Cemburu? Mungkinkah Ganesh sedang cemburu karena aku keceplosan menyebut nama Alex tadi. Aduh..
"Siapa Alex?"
Kan benar dugaan ku, dia memang tidak mungkin tidak mendengar dan tidak menanyakan tentang nama Alex yang aku sebut.
"Emm. Itu... Al-Alex teman aku pas sekolah dulu"
"Hmm. Terus apa dia pernah datang kesini?"
Mati aku, kenapa Ganesh selalu teliti si. Aku kira dia tidak mengerti arti ucapanku tadi.
__ADS_1
"I-iya, dia memang dia sering datang kesini dulu waktu sekolah. Dan baru datang kesini lagi waktu itu karena kami bertemu di acara reuni"
Aku tidak menjelaskan semuanya, tentang aku yang jalan bersama Alex waktu itu. Bisa marah banget dia kalau tau soal itu.
"Kenapa gak bilang?" tanya Ganesh dengan tatapan tajam.
Aku memegang tangannya dan menciumnya, saatnya untuk merayu Ganesh. Hehe "Maaf. Lagian kita tidak ada apa-apa kok, cuma temenan aja. Jadi kamu jangan cemburu ya"
"Lain kali bilang sama aku apapun itu, apalagi ini tentang pria lain" kesal Ganesh
Aku mengangguk cepat "Iya Sayang, sudah ya gak usah di bahas lagi"
"Yaudah, aku pulang dulu ya. Kamu baik-baik, jangan terlalu keras pada Ayahmu. Dia hanya mencoba melindungimu dan tidak ingin kamu tersakiti" Ganesh mencium keningku setelah berkata seperti itu.
Aku tahu jika Ayah hanya takut aku akan tersakiti nantinya. Namun, aku sudah siap dengan itu karena aku telah mengambil keputusan ini. Bertahan dan terus berjuang sampai semuanya benar-benar tidak bisa di pertahankan lagi.
"Hati-hati ya, kalau sudah sampai kabari aku"
"Iya Sayang"
Aku mencium pipinya, lalu Ganesh masuk ke dalam mobilnya. Ganesh melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah. Aku masih menatapnya di teras rumah sampai mobil Ganesh keluar dari gerbang rumah.
Bersambung
Ada yang bisa tebak endingnya gimana? Aku aja bingung mau kasih ending yang gimana untuk kisah Ganesh dan Seira.
Yang penting jangan lupakan dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga...
__ADS_1