
Akhirnya hari ini juga video viral itu telah terhapus dari semua sosial media dan penyebaran nya. Aku bisa bernafas lega sekarang, meski gosip itu tidak akan reda secepat itu. Apalagi sudah terlalu banyak orang yang tahu. Tapi, setidaknya video itu tidak akan semakin menyebar luas.
Seperti saat ini, aku sudah berada di dalam lift bersama beberapa orang di dalamnya. Mereka sudah membentuk sebuah kelompok di sudut lift dan aku mendengar bisik-bisik dari mereka yang sudah pasti sedang membicarakan tentang video itu.
"Sombong banget si sampai memutuskan pria seperti Tuan Ganesh ini. Bahkan Tuan Ganesh sampai berlutut di atas tanah karena begitu terluka dengan prilaku wanitanya"
"Iya, memang ya kalau punya wajah cantik itu pasti suka seenaknya deh"
Aku berusaha untuk tidak memperdulikan itu. Sekarang ini aku hanya ingin fokus pada pekerjaan saja. Biarkan saja semua orang tahu jika aku adalah mantan pacarnya Ganesha Aditama. Pewaris utama perusahaan GE. Karena itu memang kenyataannya. Masalah video yang tersebar itu, aku tidak peduli lagi. Toh video nya sudah terhapus dan tidak akan tersebar lagi di sosial media.
Meski mulut-mulut orang itu tidak akan berhenti mengoceh. Biarkan saja sampai mulut mereka berbusa dan puas untuk menggosipkan aku dan Ganesh di video itu.
Nyatanya mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa mereka tahu seterluka apa aku saat memutuskan hubungan kami? Mereka tidak akan tahu itu.
Ting..
Pintu lift terbuka, aku melangkah untuk keluar namun sebelum aku benar-benar keluar dari dalam lift, aku ingin mengatakan sesuatu untuk mereka yang seenaknya berbicara tentang hubungan aku dan Ganesh.
"Kalian tidak tahu apa yang aku rasakan! Kalian tidak tahu apa yang telah kami lewati untuk mempertahankan hubungan ini. Jika tidak tahu apa-apa, diamlah jangan menghujat seenaknya!"
Aku segera keluar setelah berkata seperti itu. Mereka hanya melihat sebagian dari adegan yang tersebar di video itu. Tidak tahu bagaimana sebenarnya perjalanan cinta kami yang terlalu rumit. Ibaratkan benang kusut yang tidak bisa di luruskan kembali. Serumit itu hubunganku dengan Ganesh.
Aku berjalan cepat menuju pintu keluar, di parkiran sudah ada mobil Ayah. Aku segera masuk ke dalam mobil itu, rasanya aku ingin segera kembali ke rumah dan berdiam diri di kamar. Hal yang biasa aku lakukan saat sedang ada masalah. Karena kamar adalah tempat ternyaman untuk merenung ataupun menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa Ra?" tanya Ayah, seolah tahu keadaanku sekarang.
Aku menggeleng pelan "Gak papa Yah. Oh ya apa Ayah juga melihat tentang video itu?"
Ayah mengangguk sebagai jawaban. Tentu saja Ayah akan melihatnya, secara gosip itu secepat kilat menyebar di sekitar kantor. Seperti roket yang menuju luar angkasa, secepat itu mulut ke mulut membicarakan tentang gosip itu. Sehingga akan mudah sekali menyebar luas.
__ADS_1
"Ayah senang, kamu benar-benar telah mengakhiri hubungan kalian. Meski sakit, tapi yakinlah jika ini yang terbaik untuk kamu Ra" kata Ayah, seolah tahu perasaanku yang sangat terluka karena semua ini.
Tidak mungkin juga Ayah tidak tahu perasaanku yang begitu terluka ini. Karena Ayah maupun Ibu tahu sendiri jika aku dan Ganesh begitu saling mencintai. Tapi, cinta kami terhalang benteng tinggi dan kokoh. Yang untuk bisa menggapainya saja, kami tidak akan bisa.
Aku hanya mengangguk menanggapi ucapan Ayah itu. Semoga memang benar jika keputusan yang aku ambil ini memang yang terbaik untuk hidupku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiga bulan berlalu sejak aku benar-benar memutuskan Ganesh di taman hiburan waktu itu. Sampai saat ini, hatiku masih belum membaik. Meski tidak separah dulu, tapi luka itu masih menganga dan terasa perih.
Apalagi saat aku mengingat kenangan kebersamaan aku dan Ganesh atau menemukan benda atau barang yang dulu pernah di berikan Ganesh padaku. Hati ini semakin terasa sakit.
Dan hari ini entah kesialan apa yang terjadi dalam hidupku. Setelah tiga bulan lamanya sejak terakhir kali aku bertemu dengan Ganesh. Kini, pria itu tiba-tiba muncul di depanku. Membuka luka lama yang sebenarnya belum sembuh.
"Pliss.. Aku butuh waktu untuk bicara denganmu sebentar saja. Aku mohon"
Akhirnya karena wajah memelas Ganesh, membuat aku menyetujui untuk berbicara sebentar dengannya. Aku berjalan menuju taman di sebrang perusahaan Alex ini. Duduk di bangku taman dengan perasaan yang tidak menentu. Entah apa lagi yang akan di bicarakan Ganesh padaku.
Aku sedikit melirik pria yang duduk di sampingku. Lingkaran hitam di sekitar matanya, rambut yang sudah cukup panjang dan tidak tersisir rapi. Sepertinya dia tidak memotong rambutnya. Pakaian yang juga kusut, benar-benar bukan seorang Ganesh yang aku kenal.
Apa sekacau itu hidupnya setelah aku memutuskan hubungan kita?
"Maaf Nesh, aku tidak punya banyak waktu. Kamu bisa langsung ke intinya saja"
Kejam sekali aku ini, tidak menyangka jika aku bisa mengucapkan kata-kata seperti itu pada Ganesh.
Maaf Ganesh, tapi ini demi kebaikan kita. Jangan terus mengharapkan aku yang tidak mungkin bisa kau miliki. Jadi, aku harus melakukan ini, bersikap dingin padamu.
Ganesh menatapku, dia pasti terkejut mendengar ucapan ku barusan. Tapi, yasudahlah. Itu sudah keputusanku.
__ADS_1
"Ra, sampai saat ini aku hanya ingin mendengar penjelasanmu. Selama ini kamu tidak memberikan aku penjelasan apapun. Apa kamu lupa, jika dulu kamu telah berjanji untuk tidak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi"
Deg..
Aku terpaku mendengar perkataan Ganesh, aku memang pernah berjanji. Tapi, janji itu terpaksa harus aku ingkari karena semuanya terlalu mustahil untuk aku bisa tetap bersama Ganesh selamanya.
Aku tidak ingin menyakiti Tyas lagi. Gadis itu tidak bersalah apapun, dia hanya tidak sengaja terseret ke dalam hubungan kami yang rumit ini. Tidak seharusnya dia tersakiti seperti ini.
"Maaf Nesh, aku harus mengingkari janjiku itu. Semuanya telah berakhir, dan jika kau terus memaksa untuk aku menjelaskan semuanya kenapa aku meninggalkanmu dan memutuskan hubungan kita. Baiklah aku akan jelaskan"
Sepertinya sudah saatnya aku menceritakan semuanya. Aku juga sudah cukup kuat untuk menceritakan semuanya tanpa terlihat lemah di mata Ganesh.
"Ayah dan Ibu telah mengetahui tentang pernikahanmu"
Aku tahu Ganesh pasti terkejut dengan apa yang aku ucapkan, tapi sepertinya dia tidak ingin memotong penjelasanku yang sangat ingin dia dengarkan itu.
"Mereka marah besar karena tahu jika aku menjadi orang ketiga dalam pernikahanmu. Ayah tidak suka itu, dia bahkan mengusirku jika aku tidak memutuskan hubunganku denganmu. Kau tahu, betapa hancur hatiku saat itu. Tapi, aku juga tidak ingin menjadi anak yang durhaka. Apalagi apa yang Ayah katakan memang benar. Takdir tidak pernah berpihak pada kita, Nesh. Jadi tolong mengertilah"
Aku berdiri dan menyelempangkan tas di bahu, menatap Ganesh yang masih duduk dengan tatapan lurus ke depan "Cintai istrimu dan terima dia dalam hidupmu. Kita memang tidak di takdirkan untuk bersama. Takdir yang memilih, bukan kita yang memilih"
Aku berlalu pergi dari hadapan Ganesh dengan dada yang begitu sesak. Di depannya aku bisa menahan tangis ini, tapi sekarang tanpa bisa di tahan lagi air mata mengalir begitu saja di pipiku.
Sakit sekali, Tuhan...
Bersambung
Jangan lupa dukungannya ya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..
Dukungan dari kalian benar-benar membuat aku semakin semangat menulisnya dan segera menyelesaikan cerita ini.
__ADS_1
Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. kalian boleh mampir di karya temanku ini..