Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Video Viral


__ADS_3

Maafkan aku, Ganesh.


Wajah Ganesh yang begitu terluka dan kecewa karenaku. Benar-benar terus membayangi fikiranku. Aku tahu Ganesh tulus mencitaiku, tapi aku tidak bisa lagi untuk melanjutkan hubungan ini. Semuanya sudah tidak berpihak pada kita. Bahkan takdir pun menolak kita untuk bersama.


"Ra, makan malam dulu" Suara Ibu terdengar di susul dengan pintu kamar yang di ketuk.


Aku mbgehela nafas berat, lalu berdiri dan berjalan menuju pintu. Membuka pintu kamar.


"Kamu baik-baik saja? Dari pulang sore tadi kok gak keluar dari kamar? Kamu gak sakit 'kan?" cerocos Ibu yang jelas sangat mengkhawatirkan keadaan ku.


Aku merangkul tangan Ibu, dan berjalan menuju tangga setelah menutup pintu kamar "Aku gak papa Bu, cuma capek aja terlalu asyik main tadi"


Ibu mengangguk "Baiklah, sekarang ayo makan yang banyak biar besok semangat lagi kerjanya"


"Siap Ibu bos"


Selesai makan malam, aku kembali masuk ke dalam kamar. Ingin segera tidur, tapi mata ini seolah sulit untuk terlelap. Hanya berguling kesana kemari di atas tempat tidur. Tapi, mataku masih sangat susah terlelap.


Akhirnya aku hanya tidur terlentang dengan kedua tangan menjadi bantalan. Menatap langit-langit kamar.


Entah kenapa, tiba-tiba air mata ini menetes. Akhir-akhir ini aku terlalu cengeng. Gampang sekali menangis.


Masih hal yang sama yang membuat aku menangis. Bayangan kebersamaan aku dan Ganesh selama 4 tahun ini benar-benar membuat aku menjadi wanita yang lemah.


"*Happy Anniversary"


"Happy Anniversary"


"Happy Anniversary"


"Happy Anniversary*"


Bayangan saat kami merayakan anniversary di setiap tahunnya di tempat dan suasana yang berbeda. Terakhir adalah hari anniversary yang ke 4 tahun. Kata itu masih terucap dari mulut aku dan Ganesh.


Tapi, setelah itu kata perpisahan yang terucap. Kata yang selalu aku takutkan, tapi akhirnya aku sendiri yang mengatakannya. Aku sendiri yang mengakhirinya.


Semuanya telah berakhir sekarang, benar-benar berakhir. Aku sendiri yang mengakhirinya, tapi aku juga yang terluka.


Tuhan, sesakit inikah?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini aku sedang berada di dalam lift perusahaan, Ayah keluar lebih dulu dari dalam lift, menuju ruangannya "Ayah duluan ya Ra"

__ADS_1


"Iya Ayah, semangat bekerja"


Aku melambaikan tangan pada Ayah yang tersenyum padaku. Pintu lift kembali tertutup, tapi tidak jadi karena terhalang oleh sebuah tangan seseorang yang juga ingin menggunakan lift. Ternyata bukan hanya satu orang, tapi beberapa orang. Ada juga teman kerjaku yang di devisi, saat aku belum beralih menjadi sekretaris Alex.


"Selamat pagi semuanya"


Aku menyapa mereka dengan senyuman ceria. Pintu lift kembali tertutup dan kembali bergerak menuju lantai yang telah aku tekan tombol nomor lantai yang di tuju dan orang-orang yang berada di dalam lift ini juga.


"Pagi"


"Selamat pagi"


"Pagi juga"


Mereka semua membalas sapaanku, tapi setelahnya mereka seolah membentuk kumpulan di pojok lift ini. Sementara aku hanya berdiri diam di bagian depan. Kasak kusuk mulai terdegar, entah apa yang mereka lakukan. Aku tidak peduli.


Namun beberapa saat kemudian terdengar orang-orang itu yang sedikit heboh. Aku melirik sekilas ke arah mereka yang tengah sibuk dengan ponsel di tangan masing-masing.


Entah apa yang mereka bicarakan dengan ponsel di tangan mereka itu. Sepertinya mereka sedang membicarakan topik yang ada di ponsel mereka. Mungkin sebuah berita besar yang di sebar di sosial media.


"Bener 'kan? Aku gak salah lihat"


"Iya beneran dia ini, wah.. tampan sekali"


"Ck. Bukan itu topik utamanya"


Aku menatap angka yang terus bergerak di bagian atas lift, masih 5 lantai lagi untuk sampai di ruanganku.


"Kak Seira"


"Eh iya?" Aku menoleh dengan sedikit kaget dengan seseorang yang tiba-tiba mendekat ke arahku itu. Di teman satu devisi denganku saat aku belum menjadi sekretarisnya Alex.


"Ini beneran Kakak? Jadi Kak Seira pacarnya Tuan Ganesh pemilik perusahaan GE" Dia menunjukan ponselnya yang menayangkan sebuah video. Dan aku begitu terkejut saat melihat dari isi video itu.


Itu 'kan saat kemarin sore, kejadian di taman hiburan itu.


Aku merebut ponsel gadis itu tanpa sadar, mengulang lagi tampilan video itu. Memastikan jika itu benar aku dan Ganesh. Dan semuanya benar.


Siapa yang merekam dan menyebar luaskan kejadian menyakitkan ini.


Aku menoleh dan menatap pada gadis pemilik ponsel di tanganku ini "Darimana kau dapat video ini?"


Gadis itu mengambil kembali ponselnya dari tanganku "Berita ini sedang viral di sosmed Kak. Bahkan tadi pagi banyak siaran berita di TV yang juga menayangkan berita ini"

__ADS_1


Sial. Aku tidak sempat melihat berita di TV dan belum membuka sosial media juga. Jadi, aku tidak tahu tentang berita itu.


Ting..


Pintu lift terbuka dan mereka yang berada di dalam lift segera keluar dengan tergesa. Aku menghela nafas, pasti berita itu sudah menyebar luas dan akan menjadi gosip terhangat pagi ini di kantor.


Saat sudah sampai di latai tempat aku bekerja. Aku segera menuju ruangan Alex, membuka pintu dengan kasar.


"Alex, kamu sudah lihat..... Eh.. maaf"


Aku tidak tahu jika di dalam ruangan Alex ada orang lain. Aku mengangguk dan tersenyum kikuk, lalu kembali menutup pintu ruangan Alex. Duh malunya aku.


Tapi, siapa pria yang berada di ruangan Alex itu. Jika rekan kerjanya, kenapa tidak menghubungi lewat aku dulu. Biasanya semua rekan kerja Alex akan menghubungi aku lebih dulu sebelum bisa bertemu langsung dengan Alex.


Pakaiannya juga tidak terlihat seorang pembisnis. Memakai pakaian casual biasa. Apa temannya Alex atau mungkin kerabatnya ya.


Aahh.. Sudahlah, kenapa aku malah memikirkan hal tidak penting itu. Sekarang yang harus aku fikirkan adalah tentang video viral itu.


Apa aku harus menghubungi Ganesh untuk menghentikan penyebaran video itu agar tidak semakin menyebar luas.


Arghhh..


Aku membenturkan kepala ke atas meja, masalah terus berganti menghampiriku. Pusing sekali memikirkan semuanya, Tuhan.


Ceklek


Pintu yang terhubung ke ruangan Alex terbuka, aku mendongak dan melihat Alex yang berjalan mendekat ke arah meja kerjaku.


"Lex, gimana ini? Apa kamu sudah lihat video viral itu? Pasti sudah 'kan. Duh.. Aku harus gimana ya, tidak mungkin aku bisa menghentikan penyebaran video itu. Gimana ya Lex"


Aku panik sendiri, bingung harus bagaimana.


"Sudahlah, aku sudah meminta temanku yang tadi untuk menelusuri akun sosial media yang menjadi penyebar pertama video itu. Semoga bisa segera di hentikan penyebaran video nya. Tenang Ra, Ganesh juga tidak akan diam tentang masalah ini" kata Alex


Aku kembali menyembunyikan wajah di atas meja kerja, meski Alex sudah berkata seperti itu untuk menenangkan ku. Tapi, tetap saja hati ini belum bisa tenang jika video itu masih tersebar dan belum terhapus.


Alex mengelus kepalaku dengan lembut "Sudah, kamu tenang saja. Aku akan berusaha menangani masalah ini, lagian Ganesh juga pasti sudah bertindak sekarang. Dia tidak mungkin diam saja, karena ini juga akan berpengaruh pada reputasinya dan perusahaan"


Aku mengangguk saja, masih dengan menunduk di atas meja. Semoga saja Alex maupun Ganesh bisa menyelesaikan masalah ini.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..

__ADS_1


Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. kalian boleh mampir di karya temanku ini.



__ADS_2