Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Keputusan Yang Kami Ambil?!


__ADS_3

"Undangan Pernikahan"


Bagai tersambar petir, aku mematung menatap kartu undangan di tanganku. Bagaimana bisa Ganesh memberikan kartu undangan pernikahan dia dengan wanita lain dengan cara seperti ini. Ganesh benar-benar membuat aku bahagia dan seketika terjatuh dan begitu sakit.


"Ra"


Ganesh mencoba memegang tanganku, namun segera aku tepis dengan kasar. Air mata telah meluncur begitu saja membasahi pipi. Aku benar-benar tidak menyangka Ganesh akan melakukan ini. Rasanya lebih baik dia langsung memberikan saja kartu undangan pernikahan ini tanpa harus memberikan aku kejutan istimewa seperti ini terlebih dahulu. Aku benar-benar seperti terjatuh setelah melayang dengan kebahagiaan yang ada.


Aku menatap Ganesh dengan mata basah, bagaimana bisa aku benar-benar membiarkan Ganesh menikahi wanita lain. Sementara kami masih sangat saling mencintai.


"Kenapa Nesh? Kenapa akhirnya seperti ini?"


Ganesh beranjak dari duduknya, dia berlutut di samping kursi yang aku duduki. Ganesh meraih tanganku, membuat aku mengubah posisi duduk menjadi menghadap Ganesh.


"Ra, parcayalah jika aku dan dia hanya menikah di atas kertas saja. Aku akan tetap memperjuangkan mu sampai kapan pun" kata Ganesh dengan menatap serius dan penuh kayakinan padaku.


Benarkah yang Ganesh ucapkan? Apa aku harus percaya sekarang? Menikah di atas kertas? Ini hanya terdengar seperti lelucon, hanya sebuah kalimat yang sering aku lihat di cerita fiksi. Apa benar Ganesh akan menjalani pernikahan seperti itu? Dan akan terus memperjuangkan hubungan kami?


"Meski aku telah menikah, semuanya masih sama. Aku tetap kekasihmu dan kau adalah wanita yang aku cintai. Aku tidak akan meninggalkanmu" kata Ganesh lagi


Aku semakin bingung dengan semua ini, apa aku masih bisa menganggap Ganesh sebagai kekasihku setelah pria itu menikah dengan wanita lain. Apa itu bisa?


Hiks..Hiks..


Bahkan aku tidak bisa berkata apapun lagi saat ini, hanya bisa menangis. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, undangan pernikahan Ganesh dan wanita lain telah berada di tanganku. Namun, Ganesh masih saja menginginkan hubungan kita untuk terus berlanjut. Apa bisa seperti itu? Aku juga bingung dengan semua ini. Rasanya semuanya itu terlalu rumit.


Ganesh berdiri dan memeluk ku dengan hangat, mengecup puncak kepalaku beberapa kali. Aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Ganesh. Semuanya masih sulit untuk aku terima.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya kami pulang setelah aku mulai bisa meredakan tangisanku. Di dalam mobil hanya ada keheningan, sampai mobil terparkir di depan gerbang rumahku. Kami masih saja diam dengan fikiran masing-masing.


"Tunggu Ra"


Ganesh menghentikan aku yang baru saja akan keluar dari dalam mobil itu. Aku menoleh ke arahnya. Ganesh menatapku dengan tatapan yang menunjukan jika dia juga sakit dan terluka dengan kenyataan ini.


"Maaf Ra, tapi aku tidak bisa menolak lagi keinginan Kakek itu. Tapi.." Ganesh meraih tanganku dsn menciumnya "Aku tidak akan mengecewakan mu dalam pernikahan ini. Aku akan selalu bersamamu dan tidak akan memperdulikan wanita itu selain dirimu. Aku sangat membencinya"


Aku terdiam mendengar ucapan Ganesh, apa Ganesh benar-benar tidak akan mengecewakan ku kali ini? Aku masih akan siap menunggunya, meski tidak tahu sampai kapan. Asalkan Ganesh benar-benar tidak mengecewakan ku kali ini. Termasuk untuk menyentuh wanita itu. Aku tidak akan rela. Aku sudah tidak peduli jika keputusan yang aku ambil adalah keputusan yang salah bagi orang lain. Aku tidak peduli lagi dengan itu.


"Pliss Ra, kamu tidak akan meninggalkanku 'kan? Aku mohon tetaplah bersamaku" kata Ganesh dengan tatapan memohon


Akhirnya aku mengambil keputusan yang mungkin akan menjadi kebahagiaan bagiku nantinya atau mungkin akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi kedepannya. Saat ini aku hanya percaya jika dengan mengambil keputusan ini akan membuat aku dan Ganesh bahagia.


"Baiklah, aku akan selalu bersamamu Nesh. Asal kau benar-benar tidak akan mengecewakan ku dalam pernikahanmu itu, seperti ucapanmu tadi"


Ganesh memeluk ku, dia terlihat begitu bahagia dengan jawaban ku itu. Aku pun sama, kami merasa bahagia dengan keputusan ini. Tidak peduli apa yang akan terjadi kedepannya nanti, kami akan menerima semua konsekuensinya mulai saat ini dan menanggungnya berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah hari itu, aku dan Ganesh masih menjalani aktifitas kami seperti biasa. Selalu menyempatkan untuk jalan di akhir pekan setelah aku pulang beribadah maka Ganesh akan menjemputku untuk pergi jalan.


"Pernikahan kamu akan di gelar lusa, kok kamu masih bekerja si? Bukannya harus mengurus segala persiapan pernikahan kamu ya?"


Aku memang merasa heran saat Ganesh masih saja menjemput ku untuk berangkat kerja bersama. Padahal pernikahannya dan Tyas akan segera di selenggarakan lusa.

__ADS_1


"Sudahlah, aku sudah menyerahkan semuanya pada Mama dan Tante Syifa. Untuk apa aku juga harus ikut mengurus semua itu, jika yang aku nikahi adalah kamu. Mungkin aku akan mengurus semuanya sendiri dan memastikan jika pernikahan kita akan mewah dan megah" kata Ganesh dengan tersenyum padaku


Aku mengangguk saja, semuanya terserah pada Ganesh. Terserah pria itu mau melakukan apa, aku hanya ingin menjalani hidupku bersamanya. Hanya itu.


"Oh ya Ra, apa orang tuamu sudah mengetahui soal pernikahan aku dan wanita itu?" tanya Ganesh, sepertinya dia sangat malas menyebutkan nama calon istrinya itu.


"Aku belum memberi tahunya, sepertinya nanti malam atau besok aku akan segera memberi tahunya"


Aku memang belum memberi tahu Ayah dan Ibu. Aku takut dengan reaksi yang akan mereka berikan padaku nanti atas pernikahan Ganesh dan Tyas.


Ganesh menghela nafas pelan "Sebaiknya kamu tidak memberi tahu mereka saja, aku takut jika orang tuamu tahu semuanya. Maka mereka akan menyuruhmu untuk meninggalkan ku. Padahal kamu tahu sendiri kalau aku saja terpaksa dengan pernikahan ini"


"Tapi, kalo aku tidak memberi tahu Ayah dan Ibu. Mereka juga bisa saja tahu dari orang lain"


Jika Ayah dan ibu tahu tentang pernikahan Ganesh dan wanita lain dari orang lain, maka mereka pasti akan lebih murka.


"Kamu tenang saja, aku memang menyebar undangan tapi tidak semua aku undang. Sengaja aku menyebarkan undangan pada orang-orang terdekat dengan keluargaku saja. Bahkan karyawan kantor pun tidak ada yang aku undang. Jadi, kita masih bisa bebas dengan kehidupan yang biasanya. Aku juga tidak mengizinkan media mana pun untuk meliputnya. Semuanya benar-benar rahasia" jelas Ganesh


Aku sedikit bingung dengan penjelasan Ganesh, apa bisa dia melakukan itu sementara aku tahu jika keluarganya adalah keluarga besar yang mempunyai koneksi di mana-mana. Apalagi Kakek.


"Kenapa bisa seperti itu?"


Ganesh tersenyum, dia terlihat tenang saat ini "Karena itu adalah syarat yang aku berikan pada mereka atas paksaan mereka agar aku menikahinya"


Bersambung


Apa ada yang bingung? Sama aku juga.. Keduanya masih mencoba melawan takdir ya...

__ADS_1


Ada yang ingin prov Ganesh gak nih? Haha.. Aku bakal kasih.. tapi bukan di sini..


Jangan lupa dukungannya ya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2