Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Baju Pengantin?


__ADS_3

Semakin aku mendekat pada mereka, aku mulai bisa mendengarkan apa yang di bicarakan Ganesh dan Tyas. Keduanya tidak menyadari kehadiranku karena aku bersembunyi di balik mobil Ganesh.


"Kau itu hanya wanita pembawa sial, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau meninggalkan Seira hanya demi wanita sepertimu! Wanita penggila harta" kata Ganesh pada Tyas, begitu kasar. Aku sampai kaget mendengarnya, rasanya aku tidak percaya jika Ganesh bisa bersikap kasar seperti itu. Ganesh yang aku kenal adalah pria yang baik dan begitu ramah juga sopan.


"Maafkan aku karena telah membuatmu menderita dengan perjodohan ini. Tapi, aku juga tidak mengharapkan perjodohan ini"


Suara Tyas terdengar begitu lirih dan sedikit gemetar. Gadis itu pasti takut dengan sikap Ganesh kali ini.


"Hah. Kau tidak mengharapkan perjodohan ini, terus kenapa kau selalu menuruti keinginan Kakek dan yang lainnya. Tidak pernah sedikit pun kau menolaknya atau menentang perjodohan ini. Apa ini yang di sebut tidak mengharapkan Hah?" bentak Ganesh


Aku sedikit mengintip ke arah mereka dari balik mobil Ganesh yang menghalangi tubuhku, wajah Ganesh terlihat merah padam menahan amarah. Aku tahu jika pria itu tertekan dengan perjodohan ini, tapi aku rasa Ganesh sudah keterlaluan pada Tyas. Dia membentak dan memarahi gadis lugu itu di pinggir jalan seperti ini. Aku merasa tidak tega pada Tyas. Gadis itu terlihat begitu ketakutan saat ini.


"Maaf"


Aku hanya mendengar kata itu yang keluar dari bibir Tyas dengan sangat lirih. Kasihan sekali gadis itu, pasti dia begitu ketakutan dengan sikap Ganesh. Ganesh benar-benar keterlaluan. Kenapa dia jadi seperti ini, dingin dan arogan. Yang aku tahu, Ganesh adalah pria baik yang hangat.


"Kau masuk saja sendiri, aku tidak mau melihat baju pengantin sialan itu!"


Deg..


Baju pengantin? Apa mereka datang keisini untuk melakukan fitting baju pengantin. Itu artinya mereka akan benar-benar menikah. Oh.. Tuhan apa ini? Apa perjuanganku dan Ganesh sia-sia?


Aku berjalan menjauh dari tempat Ganesh dan Tyas berada. Bahkan aku merasa linglung sekarang, semuanya terlalu mengejutkan. Aku kembali ke mobil Alex, pria itu juga pasti bingung dengan sikap ku ini.


"Ada apa Ra? Kamu gak papa 'kan?" tanya Alex, terdengar khawatir dan mencemaskan keadaan ku.

__ADS_1


Aku menggeleng dengan tatapan yang lurus ke depan. Aku masih merasa linglung dengan hal yang baru saja aku ketahui. Semuanya sudah jelas sekarang, tidak mungkin mereka melakukan fitting baju pengantin jika tidak ingin menikah. Itu artinya Ganesh sebentar lagi akan menjadi milik wanita lain.


"Bisa langsung pulang saja Lex? Aku ingin istirahat, hari ini cukup melelahkan"


Sangat melelahkan setelah aku mengetahui kenyataan ini. Sepertinya perjuangan aku dan Ganesh benar-benar percuma. Semuanya sia-sia.


Perjodohan yang di rencanakan Kakek tidak mungkin bisa Ganesh tentang. Kakek bukanlah orang yang gampang mengalah dalam suatu hal. Dia selalu keras kepala dan sifat itu juga menurun pada Ganesh. Namun, akhirnya Ganesh tidak bisa membantah keinginan Kakek itu. Sebesar apapun perjuangan kami, Ganesh tetap tidak akan bisa menolak keinginan Kakek.


Apa semuanya benar-benar berakhir sekarang? Tuhan.. Apa ini adalah akhirnya? Kenapa harus seperti ini?


Sampai di rumah, aku langsung masuk ke dalam kamar. Tidak ingin berbicara dulu dengan siapapun. Aku hanya butuh waktu sendiri saat ini. Memikirkan hal yang baru saja terjadi, hal yang aku dengar dan yang tidak pernah aku bayangkan jika semuanya akan berakhir seperti ini.


Sudah tidak ada lagi harapan sekarang. Hubungan kami semakin berada di ambang jurang perpisahan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana hati yang begitu buruk benar-benar membuat semangat kerjaku hilang. Saat aku turun ke lantai bawah, di sana sudah ada Ibu dan Ayah yang menunggu aku untuk sarapan.


Nasi goreng buatan Ibu yang tidak pernah gagal soal rasa. Namun, kali ini benar-benar terasa hambar di mulutku. Semuanya menatapku bingung, pantas saja mereka akan bingung dengan sikapku. Dari pulang jalan bersama Alex kemarin sore, aku tidak lagi keluar dari kamar. Bahkan melewatkan makan malam. Aku hanya menyendiri di dalam kamar sambil menangis dan memikirkan apa yang harus aku lakukan selanjutnya.


"Kamu baik-baik saja Ra?" tanya Ibu, pasti Ibu khawatir dengan keadaanku. Aku tahu itu.


Aku mengangguk "Seira baik kok Bu"


"Semalam Ibu ngetuk pintu kamar kamu beberapa kali tapi kamu gak jawab. Mau masuk juga pintunya kamu kunci" kata Ibu menatap ke arahku seolah meminta penjelasan atas sikap ku kemarin.

__ADS_1


"Aku ketiduran Bu, jadi gak denger Ibu ngetuk pintu kamar"


Bahkan hampir semalaman aku tidak bisa tidur, semuanya membuat aku sesak dan akhirnya aku menangis hanya untuk sekedar menghilangkan rasa sesak di dada.


"Yakin?" Ibu semakin menatapku dengan intens, membuat aku bingung harus menjawab apa. Tentu Ibu tidak akan percaya begitu saja dengan alasan itu. Ibu terlalu peka terhadap keadaan ku.


"Iya Bu, sudah ya aku mau berangkat nih" Aku melihat jam tangan yang melingkar di tangan kiri "Sudah hampir terlambat"


"Ganesh tidak menjemput?" tanya Ayah tiba-tiba


Aku menoleh ke arahnya, aku bahkan tidak mengharapkan Ganesh menjemput hari ini. Aku masih belum siap untuk bertemu pria itu. Perasaanku masih belum bisa di kendalikan sekarang, entah apa yang akan aku lakukan di depan Ganesh nanti setelah aku tahu semuanya.


"Mungkin sudah di depan Yah, aku menunggu di depan saja" Aku mencium pipi Ayah dan Ibu bergantian "Aku pergi dulu ya"


"Hati-hati Ra" teriak Ibu yang masih terdengar saat aku berlari ke luar rumah.


Aku menghembuskan nafas berat saat melihat mobil yang baru saja datang dan berhenti di depan gerbang rumahku. Kaca jendela mobil itu terbuka dan menampakan pria tampan yang tersenyum padaku. Pria yang begitu aku cintai, pria yang mampu membuatku jatuh cinta dan kita menghabiskan waktu tiga tahun ini bersama.


Akhirnya aku berjalan pelan menuju mobil itu, membuka pintu pagar rumah dan menutupnya kembali. Ganesh turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk ku, seperti biasa yang sering dia lakukan.


Aku masuk dan memasang sabuk pengaman, Ganesh menutup pintu mobil. Lalu dia mengitari mobil dan masuk ke kursi kemudi.


"Kenapa sama matamu Ra?" tanya Ganesh


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter..


Yang nunggu novel You Are My Life.. Besok aku up ya..


__ADS_2