
Hari ini pertama kali Ganesh menjemputku lagi setelah dia menikah. Ganesh baru saja pulang dari berbulan madu bohongan dia, dua hari yang lalu. Alasan dia tidak langsung menemuiku karena keluarganya yang memintanya untuk tinggal beberapa hari di rumah utama keluarga Aditama. Aku mengerti, tidak perlu di jelaskan pun aku mengerti dengan keadaan sekarang.
Pagi yang cukup menegangkan, Ayah sengaja menemui Ganesh saat pria itu datang untuk menjemputku. Akhirnya kami harus berkumpul dulu di ruang tamu dengan suasana yang cukup menegangkan, perasaanku memang akhir-akhir ini selalu was-was dan cemas berlebihan. Apalagi di situasi seperti ini, aku hanya takut jika Ayah mengetahui kebohongan kami.
"Bagaiamana kabarnya Nak Ganesh? Cukup lama ya tidak datang keisini" kata Ayah ramah
Ganesh tersenyum kikuk, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Iya Om, saya cukup banyak kerjaan yang harus di selesaikan di luar kota. Kabar saya Alhamdulillah baik, bagaiamana dengan Om dan Tante?"
Ganesh memang pantas menjadi seorang bos besar. Dia masih bisa setenang ini di saat aku saja merasa sangat gugup. Tapi, tidak dengan Ganesh. Dia justru terlihat tenang, menjawab pertanyaan Ayah itu.
"Kami juga baik" kali ini Ibu yang menjawab, dia juga ikut bergabung dengan kami sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar.
"Om hanya meyakinkan jika Nak Ganesh baik-baik saja. Termasuk hubungan kalian berdua" kata Ayah, dengan menatap aku dan Ganesh bergantian "Tidak ada yang kalian sembunyikan dari kami 'kan?"
Deg...
Aku semakin gugup mendengar ucapan Ayah itu, tidak mungkin kami menjawab sejujurnya. Tapi, kenapa Ayah menanyakan hal itu. Apa dia mengetahui sesuatu tentang hubungan aku dan Ganesh? Tuhan.. Ku mohon jangan biarkan ini semua berakhir saat ini.
"Tidak ada Om, kami masih berhubungan baik sampai saat ini. Hubungan kami masih sama, karena kami saling mencintai dan cinta kami akan sulit untuk terlupakan oleh alasan apapun itu" kata Ganesh begitu tenang dan penuh rasa percaya diri.
Sungguh berbanding terbalik denganku, Ganesh terlihat begitu tenang dan bisa menjawab semua pertanyaan Ayah dengan baik dan logis. Tapi, mungkin akan terus seperti ini? Kami terus berbohong dan membodohi Ayah dan Ibu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku menatap Ganesh yang duduk di sampingku, tatapannya lurus ke arah danau. Sepulang kerja, Ganesh membawaku ke danau yang menjadi tempat bersejarah bagi kami. Tempat di mana Ganesh menyatakan cintanya padaku, dan kisah kami pun di mulai.
__ADS_1
Saat itu aku tidak pernah berfikir jika kisah cinta kami akan berakhir seperti ini. Berakhir dengan aku yang menjadi simpanan Ganesh. Berakhir dengan Ganesh yang menikahi wanita pilihan Kakeknya. Semuanya benar-benar terlalu jauh dari bayangan dan rencana kami.
"Nesh" Aku menoleh ke arah Ganesh dengan memanggilnya pelan. Ganesh langsung menoleh dan tersenyum padaku. Tidak ada beban di matanya, dia seolah menjalani semua ini dengan tenang. Tidak sepertiku, yang selalu gelisah di setiap malam. Memikirkan hubunganku dengan Ganesh. Kami yang berhubungan hanya sebagai kekasih, sementara dia dan Tyas adalah suami istri sah.
Aku cemburu, meski aku berkata ikhlas dan menerima semua ini. Namun, hati ini tetap tak bisa berbohong. Aku kecewa, aku tak suka melihat Ganesh lebih banyak menghabiskan waktu dengan Tyas. Takut jika suatu hari Ganesh akan melanggar janjinya, dia akan melakukan hal itu dengan Tyas. Aku tidak bisa membayangkan itu terjadi. Aku mungkin akan hancur.
Tuhan, seberat inikah mempertahankan cinta kami?
"Ada apa Sayang?"
Suara Ganesh menyadarkan aku dari segala fikiran itu. Aku tersenyum dan menggeleng pelan. Aku juga tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan sekarang. Aku masih belum siap untuk mengatakan 'kita sudahi semuanya sampai disini'. Kalimat itu seolah mimpi buruk yang selalu menghantui di setiap hariku. Mungkin juga kalimat itu akan terucap suatu saat nanti. Entah dari mulut Ganesh, atau mungkin aku yang mengatakannya.
Aku menyandarkan kepalaku di bahu Ganesh, pria itu langsung mencium puncak kepalaku "Aku hanya lagi berfikir, apa hubungan kita bisa dipertahankan sampai kita menikah? Mungkinkah?"
Mungkinkah kita menikah? Di saat semuanya begitu rumit untuk kita jalani.
Aku menghembuskan nafas kasar, tidak akan aku meninggalkan Ganesh. Tapi, apa mungkin aku akan kuat untuk menjalani kisah rumit ini? Entahlah.. Aku saja tidak yakin dengan itu.
"Apa kamu yakin tidak akan jatuh cinta dengan Tyas?"
Gadis yang begitu baik dan tulus. Yang selalu sabar saat Ganesh bahkan tidak sedikit pun untuk menghargainya.
"Tidak akan, aku tidak akan jatuh cinta pada wanita itu. Yang aku cintai hanya kamu, Ra. Jangan membahasnya lagi!" tegas Ganesh
"Aku juga mencintaimu Sayang"
__ADS_1
Sampai saat ini aku hanya mencintainya, masih hanya alasan itu kenapa aku bertahan dengan Ganesh. Hubungan yang sebenarnya tidak seharusnya kami lanjutkan.
"Ayo pulang Nesh, sudah mau gelap"
Aku berdiri dan menyelempangkan tas di bahu, mengulurkan tanganku agar Ganesh meraihnya "Istrimu pasti sedang menunggu dirumah 'kan? Nanti keluargamu juga akan curiga jika kamu pulang malam. Padahal kalian masih suasana pengantin baru. hah..."
Aku menghembuskan nafas kasar saat mengatakan pengantin baru pada Ganesh. Harusnya aku yang menjadi istrinya Ganesh? Tapi, karena perbedaan kami yang terlalu jauh sampai akhirnya kisah kami berakhir seperti ini. Dan entah akhir apa yang akan kami lalui dalam kisah yang kami jalani ini?
"Tenang saja, aku sudah tidak tinggal di rumah Kakek. Aku memilih tinggal di rumah yang aku beli, agar aku bisa bebas untuk bertemu denganmu kapan saja. Tidak akan ada yang melarangku" jelas Ganesh
Aku mengerutkan kening, rumah baru? Aku bahkan tidak tahu jika Ganesh memiliki rumah dia sendiri.
"Kapan kamu membeli rumah? Kok aku tidak tahu ya"
"Sebenarnya aku sudah cukup lama membeli rumah itu. Bahkan aku beberapa kali merenovasinya agar sesuai dengan rumah impianku. Rumah yang akan aku tinggali dengan anak istriku, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Aku bahkan tidak bisa menikahi wanita yang aku cintai"
Aku mendengarkan penjelasan Ganesh, apa dia membeli rumah itu untuk masa depan kami setelah menikah nanti. Oh... Tuhan, dia begitu memikirkan masa depan kami. Tapisayang, semuanya tidak terwujud. Yang pertama tinggal di rumah itu adalah Tyas, bukan aku. Kenapa aku merasa sangat kecewa dengan takdir kami. Kenapa harus seperti ini?
"Malam ini aku akan mengajakmu datang ke rumah, biar kau lihat rumah baru kita. Aku yakin suatu saat kau akan bisa tinggal di sana"
Bersambung
Aku lanjutin gak yah.. kisah ini? Lumayan bikin aku kurang semangat si karena dukungannya yang sangat .... hah.. sudahlah aku hanya ingin menulis kisah ini saja..
Disini tidak ada tokoh antagonis, hanya saja dia sedang mempertahankan cinta dia.
__ADS_1
Kalian team mana? Ganesh Tyas atau Ganesh Seira?