Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Maafkan aku, Ra


__ADS_3

Pertemuan-pertemuan Alex dan Seira menjadi bayangan yang berputar di ingatan Alex saat ini. Mulai dari Pertemuan pertama mereka setelah sekian lama di acara reuni sekolah hingga pertemuan-pertemuan selanjutnya.


Entah kenapa semakin kesini, Alex semakin sulit untuk bisa melupakan Seira. Meski dia tahu jika cinta Seira dan Ganesh terlalu besar untuk bisa di kalahkan dengan kehadirannya yang baru muncul kembali setelah sekian lama.


"Apa masih ada ruang di hatimu untuk aku bisa masuk dan menjadi penghuninya. Dengan begitu, aku bisa membahagiakanmu, Seira. Dan Tyas pun bisa bahagia"


Alex hanya berharap ada sedikit ruang di hati Seira untuk bisa dia miliki. Selama ini dia hanya bisa menunggu dalam diam, melihat Seira yang begitu mempertahankan hubungannya dengan Ganesh yang sudah retak itu. Alex mulai merasa kurang percaya diri untuk bisa mendapatkan sedikit ruang di hati Seira.


Hingga hari ini, Alex seolah mendapatkan harapan baru untuk perasaan cintanya pada Seira. Ayahnya Seira dengan sengaja datang ke kantor Alex hanya untuk mengatakan sesuatu yang membuat Alex mendapatkan kembali harapan dan semangatnya.


"Izinkan Seira untuk bekerja disini Lex, dia sudah berhenti di perusahaan GE dan hubungannya dengan Ganesh pun telah benar-benar berakhir"


Alex tentu tahu tentang hubungan Seira dan Ganesh yang telah berakhir. Alex telah datang ke rumahnya saat mendengar Seira sakit. Dan Alex yakin jika sakitnya Seira juga karena berakhirnya hubungan dia dan Ganesh.


"Iya Yah, silahkan saja Seira untuk mengirim lamaran ke perusahaan ini. Kebetulan ada lowongan juga"


Jika tidak ada pun lowongan kerja di perusahaannya. Alex tetap akan menerima Seira untuk menjadi karyawannya. Karena ini adalah kesempatan baginya untuk bisa lebih dekat lagi dengan Seira. Alex hanya ingin mengobati luka Seira dan merubah semua kenangan menyakitkan bagi Seira menjadi kenangan indah untuk Seira saat bersamanya.


Hari ini adalah hari pertama Seira berkerja di perusahaan dan itu membuat semangat Alex manjadi full seratus persen. Semua pekerjaan bisa Alex kerjakan dengan cepat dan lancar.


Hari-hari berikutnya, berjalan lancar. Alex pun sering mengajak Seira makan siang bersama hanya sekedar untuk menghiburnya yang masih terlihat sedih. Alex tahu jika tidak semudah itu untuk melupakan semua kenangan yang sudah terjadi bertahun-tahun di antara dua orang yang saling mencintai.


Seperti siang ini, Alex dan Seira baru sampai di depan perusahaan setelah mereka makan siang bersama di luar kantor tadi.


Saat Seira baru saja akan keluar dari mobilnya. Ada yang ingin Alex bicarakan pada Seira.


"Ada apa?" tanya Seira, dia mungkin bingung karena Alex menahannya untuk keluar dari mobil.


"Emm. Ra, kamu mau gak kalo jadi sekretaris aku? Sekretaris aku cuti melahirkan untuk tiga bulan ini"


Sekretaris Alex yang sedang hamil itu, sudah mengajukan cutinya tadi siang. Membuat Alex harus segera mencari penggantinya agar pekerjaan dia tidak keteteran.


Seira terdiam beberapa saat, sepertinya dia bingung harus menjawab apa.


"Gimana Ra? Mau gak?" tanya Alex


"Boleh aja si, tapi masalahnya aku belum pernah menjadi sekretaris"


Alex tersenyum dan menatap Seira dengan penuh arti. "Soal itu bisa di urus Ra, nanti sebelum sekretaris aku cuti. Aku akan suruh dia buat kasih tahu bagaimana cara kerja sebagai seorang sekretaris"

__ADS_1


Seira mengangguk "Hanya jadi sekretaris sementara 'kan?"


"Iya, hanya tiga atau empat bulan saja. Ya, sampai masa cuti sekretarisku itu selesai. Tapi, kalo kamu mau seterusnya menjadi sekretarisku, aku bisa mengatur semuanya"


Alex tentu akan sangat senang jika Seira bisa menjadi sekretarisnya selamanya. Itu artinya dia bisa lebih dekat dengan Seira dengan bertopengkan pekerjaan.


"Baiklah, aku akan mencobanya dulu. Semoga saja aku tidak akan mengecewakanmu ya"


Alex mengangguk dengan senyum cerah, dia begitu puas dengan jawaban Seira. "Iya Ra, mulai besok sekretarisku akan mengajarimu apa saja yang harus kamu lakukan saat menjadi seorang sekretaris"


"Oke"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seira memang cukup cekatan dalam pekerjaan. Bahkan dia bisa segera memahami apa yang di ajarkan oleh sekretaris lama Alex. Dia memang sangat profesional dalam bekerja. Meski terkadang Alex masih melihat wajah murungnya di saat bekerja. Mungkin Seira masih belum bisa sepenuhnya lepas dari semua ingatan tentang Ganesh.


Sudah seminggu Seira menjadi sekretaris Alex dan semuanya berjalan lancar. Hingga hari ini, Alex merasa ragu untuk mengajak Seira meeting di luar kantor dengan seseorang yang cukup penting bagi perusahaannya. Tapi, Alex takut jika pertemuan penting ini akan menjadi kisah yang buruk bagi Seira.


Di dalam mobil, Alex banyak terdiam. Alex masih memikirkan rekan kerjanya yang akan bertemu dengan mereka sekarang.


"Lex, are you okey?"


"Apa?"


Alex sedang berfikir kata demi kata yang tepat untuk mengatakannya pada Seira. Dia terlalu ragu untuk mengatakannya.


"Jika nanti ada hal yang kamu tidak inginkan terjadi. Tolong maafkan aku Ra, aku sudah mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk pekerjaanmu ini. Tapi, hal ini tetap tidak bisa aku hindari"


Karena Alex benar-benar tidak tahu harus berbicara apa pada Seira tentang hal ini. Semua ini tidak bisa dia hindari. Mau bagaimana pun, Alex tetap harus profesional dalam pekerjaan. Dan Alex yakin jika Seira pun pasti bisa melakukannya.


"Memangnya hal apa? Kamu gak jelas deh Lex, aku jadi bingung"


Alex terdiam mendengar pertanyaan Seira yang semakin mendesaknya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya dia maksud dalam ucapannya itu.


"Tidak papa Ra, sudahlah kamu lupakan saja"


Entahlah, Alex juga bingung harus berkata apa. Dia hanya bisa menghindar saja untuk saat ini.


Sampai di depan Restaurant yang di tuju. Alex menatap Seira yang malah berdiri mematung menatap bangunan itu. Alex benar-benar tidak tahu kenapa Seira bisa bersikap seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa Ra? Ayo masuk"


Seira mengangguk dan mereka masuk ke dalam restaurant dengan berjalan beriringan.


Alex berjalan menuju tangga, meeting kali ini akan di lakukan di lantai atas restaurant ini. Namun, Alex baru tersadar jika Seira tidak ada di belakangnya. Dia menoleh dan menatap Seira yang malah mematung sambil menatap ke lantai atas.


"Ra, kamu ngapain disana? Ayo cepetan, klien kita sudah menunggu"


p


"Kita meeting di lantai dua?"


Alex mengangguk sambil terus berjalan menaiki anak tangga. Seira mengikutinya dari belakang. Alex melihat Seira yang seolah takut untuk naik ke lantai dua restaurant ini. Entah apa yang membuat Seira seperti itu, Alex benar-benar tidak tahu.


"Ingat kata-kata ku tadi Ra, aku tidak ingin kau kecewa. Aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk hal ini tidak terjadi. Tapi, aku tetap tidak bisa melakukannya"


Alex kembali teringat dengan rekan kerjanya yang akan mereka temui hari ini.


"Sebenarnya apa yang kamu maksud Lex? Aku benar-benar tidak mengerti tentang hal yang kamu sebutkan itu? Hal apa yang akan terjadi? Tolong beri aku penjelasan yang jelas"


Alex tidak tahu harus menjawab apa, dia hanya terus berjalan dan Seira tetap mengikutinya meski terlihat kesal. Alex terus berjalan dan masuk ke dalam ruangan VIP. Di dalam sana sudah ada yang menunggunya.


Maafkan aku Ra.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya ya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya..


ada karya temanku lagi nih..


Seorang pria bernama Zidan yang sedang menaiki mobil terpaksa mengalami kecelakaan.


Wajahnya mengalami kerusakan lalu seorang dokter bedah plastik bernama Safa mengoperasi wajahnya.


Setelah sadar pria itu tak mengingat siapa dirinya. Lalu dokter Safa berbaik hati menampung pria amnesia itu sampai dirinya sembuh.


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Zidan mampu mengembalikan ingatannya kembali? Lalu apa yang terjadi ketika saat ia ingat namun wajahnya telah berubah?


__ADS_1


__ADS_2