
Hari-hari selanjutnya masih berjalan baik, aku dan Ganesh masih bertahan dengan hubungan kami yang begitu rumit. Meski benteng penghalang kita masih terlalu tinggi untuk bisa di gapai. Namun, aku dan Ganesh masih bertahan untuk terus bersama.
Weekend ini aku baru pulang dari tempat ibadah. Hari ini aku hanya akan berdiam di rumah karena Ganesh sedang ada urusan, tidak bisa mengajak ku jalan seperti biasanya.
Aku hanya tiduran di sofa sambil menyalakan televisi, meski acara di televisi tidak ada yang menarik sedikit pun.
"Tumben gak jalan sama Ganesh Ra?" tanya Ibu
"Ganesh nya ada urusan katanya, jadi gak bisa keluar hari ini"
Aku mencebikan bibir, sedikit kesal karena Ganesh malah tidak bisa jalan hari ini. Padahal akhir pekan adalah waktu kita berdua, kita bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama.
"Yasudah, gak usah cemberut gitu. Mungkin memang Ganesh ada urusan penting" kata Ibu tersenyum lucu melihat tingkah ku.
Aku kembali rebahan di atas sofa sambil memainkan ponsel. Mensecrol sosial media, namun tidak ada yang menarik. Akhirnya aku matikan ponsel dan simpan di atas meja. Di hari libur seperti ini dan terus-terusan berada di rumah benar-benar membosankan.
Ting...
Layar ponsel berkedip dengan suara notifikasi pesan yang masuk. Aku mengambilnya dan membuka pesan itu.
Ngapain Alex chat aku?
Alex
Ra, ada di rumah? Jalan yuk, aku lagi gabut nih jadi pengen jalan-jalan tapi gak ada temen.
Alex mengajak ku jalan, sebenarnya aku bisa saja karena sekarang aku juga hanya diam di rumah saja. Akhirnya aku memutuskan untuk memberi tahu Ganesh dulu sebelum membalas pesan dari Alex.
Ganeshku
Aku jalan sama temen ya? Boleh 'kan?
Aku mengingat hari dimana kami selesai berbicara dengan Ayah. Ganesh langsung mengintrogasi ku tentang nama Alex yang tidak sengaja aku sebutkan.
Ting
Suara notifikasi pesan menyadarkan ku dari lamunan. Aku segera membuka ponsel dan membaca pesan itu.
Ganeshku
Iya, tapi jangan pulang malam. Hubungi aku kalau ada apa-apa.
Aku tersenyum melihat balasan dari Ganesh, aku segera membalas pesannya dan juga pesan dari Alex. Aku bisa sedikit menghilangkan jenuh di rumah jika jalan-jalan sebentar dengan Alex.
__ADS_1
Ganeshku
Siap Sayang
Alex
Oke, jemput aku setengah jam lagi.
Aku segera bersiap sebelum Alex datang menjemput. Setengah jam kemudian pria itu benar-benar datang menjemput. Ayah dan Ibu menyambutnya dengan hangat. Lagi-lagi aku merasa ada perbedaan dari sikap mereka pada Alex dan Ganesh.
Aku berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk di sofa ruang tamu "Hai Lex, ayo berangkat"
Alex menoleh dan tersenyum ke arah ku "Ayo Ra, keburu terlalu siang"
"Kalian mau kemana?" tanya Ayah
"Jalan-jalan aja Yah, Alex lagi bosen katanya. Jadi, minta di temenin jalan sama Seira"
Ayah mengangguk mengerti "Hati-hati ya"
"Siap Yah, tenang saja. Aku pasti jagaian Seira kok" kata Alex sambil terkekeh kecil
Ayah menepuk bahu Alex "Ayah percaya sama kamu"
"Yaudah, kami pamit dulu Yah, Bu" kata Alex
Kami menyalami Ayah dan Ibu secara bergantian. Aku masih belum tahu tujuan kami, hanya mengikuti saja kemana Alex akan membawaku kali ini.
Suasana jalanan sudah sangat ramai, mungkin juga karena akhir pekan. Banyak orang yang menghabiskan hari libur mereka dengan keluarga, sahabat dan pacar. Sementara aku menghabiskan waktu dengan Alex. Dia bukan pacarku, di sebut sahabat juga kami tidak sedekat itu untuk bisa di sebut dengan sahabat. Dia hanya teman. Ya.. Sekedar teman.
"Mampir makan siang dulu ya, Ra" kata Alex, dia menghentikan mobilnya di parkiran restaurant siap saji.
"Oke"
Aku dan Alex turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam restaurant itu. Duduk di meja paling pojok, dekat dengan jendela. Tempatnya cukup nyaman. Aku suka tempat ini.
Memandang ke luar kaca jendela, banyak kendaraan lalu lalang di luar sana. Pesanan kami datang, pelayan itu menata pesanan kami di atas meja.
"Ohh ya, hari ini ada sedikit hadiah di restoran kami untuk pasangan serasi seperti kalian" Pelayan itu menaruh dua fornitur berbentuk sepasang boneka perempuan dan laki-laki.
Aku kebingungan mendengar ucapannya, aku menatap Alex yang juga sepertinya sedang kebingungan untuk menjawab ucapan pelayan.
"Emm. Ta-tapi kami bukan..."
__ADS_1
"Baiklah, selamat menikmati. Dan selamat atas hadiah kalian. Semoga hubungan kalian akan langgeng terus ya" Pelayan itu langsung pergi tanpa mendengar lanjutan ucapanku tadi. Padahal aku ingin menolak hadiah itu karena aku dan Alex bukanlah sepasang kekasih. Kami hanya teman.
"Sudahlah, kalau kau tidak suka hadiahnya. Kau bisa buang. Sekarang kita makan saja makanannya" kata Alex
Aku menoleh ke arahnya, dan akhirnya aku mengangguk saja. Memakan makanan ku dengan sesekali melirik dua boneka kecil yang menggemaskan itu. Rasanya sayang jika di buang.
"Mau di bawa atau di buang hadiahnya?" tanya Alex, saat kami sudah selesai makan dan akan segera pergi.
Aku melirik fornitur itu yang terletak di atas meja. Sayang juga jika aku buang, akhirnya aku mengambil hadiah itu dan memberikan boneka kecil laki-laki itu pada Alex. Sementara aku mengambil boneka yang perempuan.
"Biar adil, aku bawa satu kamu juga bawa satu"
Alex tersenyum sambil mengambil hadiahnya itu "Oke"
Kami melanjutkan acara jalan kami, Alex membawa aku ke beberapa tempat wisata yang cukup menyenangkan bagiku. Setidaknya saat aku bersama Alex dan berjalan-jalan seperti ini selalu bisa tertawa lepas dan sejenak melupakan semua permasalahan dalam hidup ku.
Sore harinya, aku dan Alex kembali pulang setelah puas berjalan-jalan. Suasana hatiku cukup membaik sekarang.
"Langsung pulang aja ni Ra?" tanya Alex, dia menoleh sekilas padaku
"Emm. Iya deh, langsung pulang aja"
Mobil melaju, aku hanya melihat ke luar jendela. Sore hari yang indah, cuaca juga mendukung.
Ganesh..
Aku tidak salah lihat, mataku masih normal dan itu jelas adalah Ganesh. Aku menepuk tangan Alex yang memegang kemudi.
"Berhenti dulu Lex, berhenti"
Alex yang bingung hanya menuruti saja, dia menghentikan mobil di pinggir jalan. Aku masih menatap ke tempat di mana Ganesh berdiri dengan gadis yang aku temui di rumahnya waktu itu, Tyas. Aku masih sangat mengingat wajah dan namanya.
"Tunggu bentar di sini ya Lex, aku ada urusan bentar. Kamu tunggu di sini aja"
Alex terlihat bingung "Ada apa memangnya, Ra?"
"Bukan apa-apa, pokoknya kamu tunggu aja disini"
Aku segera keluar dan mendekat ke arah Ganesh dan Tyas. Mereka sedang berdiri di depan sebuah butik terkenal, namun anehnya kenapa Ganesh terlihat sedang marah.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya... Aku lagi kurang enak badan. Masih sempetin up ya. maaf kalo kurang maksimal..