
Aku dan Ganesh menatap lurus ke arah danau, airnya begitu tenang. Tidak seperti perasaan kita yang begitu kacau. Sudah hampir setengah jam, namun aku maupun Ganesh masih diam. Bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
"Emm. Ganesh"
Akhirnya aku beranikan diri untuk buka suara duluan. Tidak mungkin kami hanya diam saja seperti ini, sementara banyak hal yang harus kami luruskan sekarang.
"Ya?"
Ganesh menoleh dan menatap penuh tanya padaku. Pria itu terlihat cukup tertekan dengan semua ini. Ya... Tidak seharusnya aku juga ikut menekan dia, sementara dia juga begitu tertekan oleh permintaan Kakeknya.
"Apa keputusanmu?"
Ganesh terlihat bingung menjawab pertanyaan ku itu. Dia tentu tahu maksud pertanyaan itu. Aku hanya butuh kepastian, mungkin jika Ganesh menegaskan keputusan apa yang akan dia ambil. Maka aku akan lebih bisa menerimanya, meski itu pasti akan cukup berat.
"Aku tidak bisa menolak permintaan Kakek, Ra. Tapi, aku janji sama kamu untuk terus berusaha mempertahankan hubungan kita"
Aku terdiam mendengar ucapan Ganesh, hatiku cukup senang saat Ganesh begitu yakin untuk mempertahankan hubungan kita. Tapi, apa itu akan bisa berhasil? Mempertahankan hubungan dengan perbedaan yang teramat jauh. Kita terlalu berbeda untuk di persatukan.
"Tapi..." Aku ragu sendiri dengan apa yang akan aku ucapkan. Ingin membantah apa yang Ganesh katakan, tapi aku juga tidak ingin kisah cinta ini berakhir secepat ini.
Tiba-tiba Ganesh menggenggam tanganku, pria itu menatap mataku dengan lekat "Aku gak bisa tanpamu Ra. Aku ingin selalu bersamamu. Apa itu salah? Seandainya kita di takdirkan bersama tanpa ada perbedaan ini. Mungkin aku sudah bisa menikahimu sejak dulu dan tidak akan banyak rintangan seperti ini dalam hubungan kita"
Tess...
Bahkan air mata tak bisa lagi aku tahan, aku juga merasakan hal yang sama. Aku mencintainya.. Sangat mencintainya... Tapi, benteng penghalang kita terlalu tinggi untuk di gapai. Kita tak sama.
Aku mencium tangan Ganesh beberapa kali dengan air mata yang terus mengalir dan membasahi punggung tangan Ganesh yang menggenggam tanganku.
"Kenapa kita harus berbeda? Kita mungkin tak akan bisa bersama Nesh. Semuanya terlalu sulit"
__ADS_1
Hiks..Hiks...
Bahkan isak tangis pun tidak lagi bisa aku tahan. Aku menangis sejadi-jadinya. Hanya ingin meluapkan segala sesak di dada ini. Semuanya terlalu sulit untuk aku jalani. Apalagi dengan Ganesh yang juga harus tertekan dengan permintaan Kakek nya.
Ganesh memeluk ku dengan erat, terdengar detak jantungnya yang begitu cepat. Aku tahu jika pria itu juga merasakan hal yang sama. Ganesh terus mencium kepalaku dan mengusap punggung yang bergetar karena aku terus menangis.
"Sudah ya jangan menangis lagi, kita hanya perlu tenang" lirih Ganesh
Hiks...Hiks..
Mana mungkin aku bisa tenang di saat hubungan kami sedang berada di jurang kehancuran. Apa yang harus kita lakukan jika sudah seperti ini. Kenyataan kembali menyadarkan jika kita berbeda dan tidak bisa untuk bersama selamanya.
Beberapa saat kami hanya saling berpelukan, tangisan ku mulai mereda. Namun, sesak di dada ini masih saja ada.
Aku melerai pelukan, dan menatap Ganesh dengan intens "Atau kita lari saja Nesh, kita nikah terus tinggal di luar kota. Pokoknya yang jauh dari sini. Aku bisa mengalah kok, aku bisa mengikuti agama mu"
Entah apa yang aku bicarakan, sepertinya aku mulai tak waras sampai mengajak Ganesh menikah tanpa restu orang tua. Aku sudah benar-benar gila, lihatlah bagaimana wajah terkejut Ganesh.
"Terus kita harus gimana? Apa kamu mau kita berpisah saja, iya? Aku gak mau Ganesh, aku gak siap untuk itu"
"Sampai kapan Ra? Sudah selama ini, hubungan kita masih seperti ini. Kamu tahu jelas apa masalahnya. Aku juga tidak mau berpisah denganmu" Ganesh menatap serius padaku, dia bukan tidak tahu apa yang menjadi penghalang hubungan mereka.
"Terus kita harus bagaimana Nesh?" aku hanya bisa menunduk sedih. Apa semuanya akan berakhir sampai disini? Tuhan.. Aku benar-benar belum siap untuk itu.
Ganesh menghembuskan nafas berat, aku tahu dia juga tahu permasalahannya. Namun, aku hanya ingin sejenak melupakan Benteng Penghalang hubungan kita untuk saat ini. Aku hanya ingin terus bersamanya.
"Bagaimana? Apa yang harus aku lakukan agar kita bisa terus bersama selamanya Nesh?"
"Benteng Penghalang Kita terlalu tinggi untuk bisa di gapai. Aku tak mampu menembus benteng itu. Kita berbeda"
__ADS_1
Penjelasan Ganesh membuat aku terdiam dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Aku terlalu menyepelekan hal itu, ternyata Ganesh juga tidak bisa menembus benteng penghalang kita.
Aku tahu itu, Benteng Penghalang terlalu tinggi untuk bisa di gapai. Perbedaan yang sulit untuk di persatukan. Kita tak sama.
"Jika seperti itu hiduplah dengan baik Nesh, aku tahu kita tak akan bisa bersama. Jalani semuanya dengan baik dengan atau tanpa aku"
Akhirnya aku mengucapkan kata itu, kata perpisahan yang sangat tidak ingin aku ucapkan. Namun, aku bisa apa? Sepertinya semuanya memang sudah seharusnya berakhir. Meski aku tidak ingin itu terjadi. Aku begitu mencintainya.
Aku yang berucap kata perpisahan itu, tapi tangisanku juga yang pecah, aku idak ingin mengucapkan itu pada Ganesh. Namun, ini adalah kenyataannya. Aku dan Ganesh berbeda. Iman kita berbeda.
Ganesh memeluk tubuhku, bukannya dia tidak kecewa dengan kenyataan ini. Tapi, aku tahu jika kisah ini tidak akan bertahan lama dan berakhir bahagia seperti kisah dalam cerita fiksi. Kita tak bisa melupakan hal itu, kenyataan yang tidak mengizinkan kita untuk bersama.Takdir kita tidak untuk bersama.
Ganesh masih memeluk ku dengan erat, dia terisak pelan. Ini pertama kalinya aku mendengar pria itu menangis. Betapa aku tidak ingin mengambil keputusan ini. Namun, perpisahan ini tetap akan terjadi saat ini atau nanti. Kita tetap tidak bisa bersama selamanya.
"Enggak Ra, bukan itu maksud aku. Jika benteng penghalang kita terlalu tinggi untuk di gapai. Maka kita tetap berada di posisi masing-masing, tanpa ingin menggapai benteng itu. Tapi kita tetap bisa bersama. Aku tidak ingin berpisah denganmu, aku akan mencoba membicarakan semuanya pada Kakek" ucap Ganesh, terdengar begitu putus asa dari nada bicaranya.
Aku menangis terisak, tanganku terus mengelus punggung pria itu. Aku tahu jika Ganesh juga merasakan hal yang sama denganku, kami tidak ingin berpisah. Namun, semuanya seolah menginginkan perpisahan kami.
"Kita tidak bisa terus seperti ini Nesh, kamu sudah di jodohkan dengan wanita pilihan Kakek yang sudah pasti yang terbaik untuk kamu. Yang tidak punya perbedaan seperti aku dan kamu"
Aku hanya ingin menyelesaikan ini semua. Aku rasa tidak ada lagi solusi yang terbaik selain berpisah. Meski aku tahu itu akan menyakitkan untuk kita berdua.
Ganesh menggeleng kuat "Aku tidak akan melepaskanmu Ra, apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskanmu!"
Setelah berkata seperti itu, Ganesh pergi meninggalkan ku yang menangis sejadi-jadinya melihat kepergian dia dengan di selimuti emosi. Aku tahu Ganesh pasti akan menolak keputusan ku ini. Sebenarnya aku juga tidak ingin seperti ini, aku hanya berpura-pura siap jika kami benar-benar harus berpisah. Pada kenyataannya aku tidak siap untuk hal itu.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter. kasih hadiah dan vote juga ya..
__ADS_1
Semakin sulit ya... Lanjutin gak nih?? 😄