
Seseorang menarik tanganku saat aku baru saja akan masuk ke dalam mobil milik Alex. Tentu saja aku sangat terkejut akan hal itu, aku menoleh ke belakang dan semakin terkejut dengan orang yang masih mencekal pergelangan tanganku.
Aku langsung menghempaskan tangan yang mencekal pergelangan tanganku itu. Aku mencoba keras untuk melepaskannya.
"Lepasin, kamu apaan si Ganesh. Malu di liatin banyak orang"
Aku benar-benar kesal dan juga malu, apalagi banyak pasang mata yang melihat adegan ini. Apalagi dengan wajah Ganesh, mungkin akan ada banyak sedikitnya yang tahu siapa Ganesh. Oh.. Tuhan, apalagi ini?
Aku masih terus mencoba untuk melepaskan cekraman tangan Ganesh. Tapi, entah kenapa tenaga pria ini sangatlah kuat. Hingga aku tidak bisa melepaskannya.
"Lepaskan, kau menyakitinya!" teriakan Alex berhasil membuat Ganesh sedikit mengendurkan cengkraman tangannya.
Aku menjadi takut sendiri, melihat tatapan tidak bersahabat Ganesh pada Alex. Sepertinya Ganesh tidak menyangka jika aku sedang bersama Alex.
"Jadi ini alasan kamu Ra? Meninggalkan aku demi pria lain? Bahkan sampai memblokir semua akses aku untuk bisa menghubungimu" Ganesh beralih menatapku dengan tajam.
"Tuan Ganesh, saya bisa jelaskan" Ucapan Alex tidak di hiraukan oleh Ganesh. Dia sepertinya salah faham akan hal ini, tapi aku tidak ingin menyangkalnya. Biarkan saja jika Ganesh salah faham padaku. Yang penting dia bisa melupakan aku dan kembali pada istrinya. Wanita yang seharusnya dia cintai.
"Jawab Seira!!" teriak Ganesh, dia mengacak rambut kasar. Terlihat sangat frustasi di wajahnya itu.
Aku memilih diam, menundukan wajah agar tidak melihat tatapan kecewa Ganesh padaku. Aku tidak akan sanggup melihatnya. Ganesh pasti akan sangat terluka, tapi aku rasa ini lebih baik daripada dia terus mengharapkan aku yang tidak mungkin lagi bisa dia miliki. Kami yang berbeda, juga restu yang tidak bisa di dapatkan.
Aku merasa Ganesh mengangkat tanganku yang berada di cengkramannya. Pergelangan tanganku mulai terasa sakit saat Ganesh mungkin semakin kencang mencengkram tanganku. Wajahnya berada di dekat telingaku, aku masih belum berani menatap wajahnya.
"Jawab Ra, Sayang.. Kamu gak akan ninggalin aku demi pria itu 'kan?" lirih Ganesh di telingaku, terdengar begitu menyakitkan sampai aku tak sanggup lagi untuk menahan air mata. Terdengar isakan pelan. Ganesh menangis?
"Sayang.. Kita bisa hadapi semua ini, sabar dan tunggu sampai aku menceraikan dia" lirih Ganesh, dengan isakan pelan. Aku semakin tidak kuat mendengarnya, Ganesh begitu rapuh sekarang. Sama rapuhnya denganku.
__ADS_1
"Jawab Seira!"
Suara Ganesh sudah mulai menekan, aku tahu jika dia butuh penjelasan untuk semua ini. Tapi, apa mungkin Ganesh bisa menerima semuanya? Keputusan yang sudah aku buat ini. Mengingat Ganesh yang masih kekeuh untuk tetap mempertahankan hubungan ini meski dia sudah menikah sekalipun.
Hiks..Hiks..
Aku mulai tidak bisa mengendalikan tangisanku, seperti ini saja sudah membuat aku lemah. Apalagi jika aku benar-benar menceritakan semuanya pada Ganesh. Entah akan sanggup atau tidak, karena dengan mengingat semuanya saja sudah membuat aku sangat lemah. Apalagi untuk bisa menceritakannya.
"Lepaskan, saya sudah bicara baik-baik dengan anda. Tapi, anda tetap berbuat kasar pada Seira" Alex melepaskan paksa cekalan tangan Ganesh di pergelangan tanganku.
Hiks..Hiks..
Aku langsung menjauh dari Ganesh, menatap wajahnya yang terlihat marah dan juga kecewa. Bekas air mata masih terlihat jelas di pipi pria itu.
Maaf Ganesh, aku belum bisa menjelaskan semuanya. Biarkan kamu salah faham dengan ini semua, aku hanya tidak ingin menyakiti Tyas lagi. Dia terlalu baik untuk kita sakiti dengan cinta kita ini.
Bukannya aku tidak ingin langsung saja menceritakan semuanya pada Ganesh, tentang aku yang memilih meninggalkannya. Tapi, semua kata yang sudah aku rangkai seolah tercekat di tenggorokan. Lidahku menjadi kelu hanya untuk mengatakan satu kata pemula saja.
Alex siap melayangkan pukulannya di wajah Ganesh, namun aku segera menahannya. Sejatinya aku tidak akan rela ada yang melukai wajah tampan Ganesh. Pria itu masih menjadi penghuni hatiku sampai saat ini, entah sampai kapan, aku juga tidak tahu. Mungkinkah posisi Ganesh di hatiku bisa tergantikan oleh orang lain?
"Cukup Lex, Ganesh!" Aku berteriak menghalau mereka yang siap untuk baku hantam di tempat ini. Tidak malukah mereka di lihat banyak orang?
Aku melirik Alex, lalu kembali menatap Ganesh setelah cukup berani untuk menatap wajah terluka dan kecewa itu karenaku. Tapi, semua ini aku lakukan hanya untuk kebaikan bersama. Memutuskan kisah cinta yang tidak akan pernah ada ujungnya ini.
"Ganesh, aku sudah memutuskan jika hubungan di antara kita berakhir sampai disini. Kita tidak bisa terus-terusan seperti ini, aku memutuskan untuk menyerah akan hal ini"
Aku menyerah dengan takdir Tuhan.
__ADS_1
"Tapi, kenapa Ra? Selama ini kita jalani semua ini dengan baik-baik saja" Ganesh terlihat putus asa dan sangat terluka. Aku memalingkan wajah, tidak sanggup melihat wajah terluka pria yang masih menjadi pemilik hatiku ini.
"Sudahlah, aku sudah memutuskan semuanya"
Aku segera berlalu pergi dari sana dengan air mata yang terus mengalir seiring langkah kaki ini menjauh dari Ganesh. Alex sudah berdiri di dekat pintu mobil yang terbuka, mempersilahkan aku masuk ke dalamnya.
Saat sudah berada di dalam mobil, aku benar-benar menangis sejadi-jadinya. Apalagi saat aku tidak sengaja melirik kaca spion mobil dan melihat bayangan Ganesh yang berlutut di atas tanah dengan kedua tangannya menutupi wajah. Dia juga pasti merasakan rasa sakit yang sama seperti yang sedang aku rasakan sekarang.
Tuhan.. Kenapa sesakit ini? Meninggalkannya di keadaan seperti itu sama seperti aku meninggalkan cahaya dalam hidupku.
Mobil mulai melaju meninggalkan tempat ramai ini, aku terus menatap ke arah kaca spion mobil. Bayangan Ganesh semakin terlihat menjauh dan menghilang saat mobil keluar dari kawasan parkiran taman bermain ini.
Maafkan aku Ganesh.
"Ra, are you okey?"
Aku mengangguk dengan fikiran yang entah kemana. Fikiran dan tatapanku kosong, semuanya menjadi kosong saat aku dan Ganesh benar-benar telah berakhir sekarang. Dan aku yang mengakhirinya.
Aku yang tidak menepati janji untuk tetap bersama Ganesh apapun yang terjadi kedepannya. Kenyataannya aku tidak kuat, apalagi semakin hari hubungan kami semakin banyak masalah datang menghampiri. Di tambah lagi restu yang tidak bisa aku dapatkan. Dari Ayah dan Ibu, maupun dari Kakeknya Ganesh.
"Kamu bisa ceritakan semua keluh kesahmu, kerisauan hatimu padaku Ra. Aku siap mendengarkan" kata Alex
Aku menggeleng pelan, aku tahu jika maksud Alex ingin sedikit membuatku lebih tenang. Tapi, saat ini aku masih ingin memendamnya sendiri. Rasanya belum siap untuk menceritakan semuanya pada orang lain.
"Tidak Lex, aku hanya ingin segera pulang dan istirahat saja"
Bersambung
__ADS_1
Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. kalian boleh mampir di karya temanku ini..