
Pulang dari acara pernikahan itu, aku dan Alex memilih untuk bersantai sebentar di sebuah taman. Duduk di bangku taman yang menghadap ke arah kolam ikan. Suasana disini cukup sejuk dan nyaman.
"Jadi, kamu kemana tadi?" tanya Alex
Aku menghela nafas, haruskah aku menceritakan semuanya? Aku hahya takut jika Alex akan merasa tidak nyaman mendengar ceritaku ini. Karena semuanya berhubungan dengan masa laluku, Ganesh.
"Aku bertemu Tyas"
"Tyas istrinya Ganesh"
Aku sedikit bingung, kenapa Alex bisa tahu. Padahal aku belum pernah menyebutkan nama Tyas dalam setiap ceritaku. Lalu, darimana dia tahu tentang gadis itu?
"Kamu kenal dia?"
Alex tersenyum, dia sepertinya tidak berniat menjawab pertanyaan ku itu. "Tidak perlu tahu aku kenal atau tidak dengan dia. Sekarang aku hanya ingin mendengar cerita kamu saja"
Aku berdecak kesal, karena Alex tidak berniat menceritakan tentang dia yang mengenal Tyas. Dan sebenarnya hal apa yang terjadi, yang tidak aku ketahui.
"Dia menanyakan kenapa aku sudah tidak lagi datang ke rumahnya dan dia juga seolah tidak suka saat aku memutuskan untuk meninggalkan Ganesh. Aku melihat kerapuhan di balik tatapan matanya, tapi aku juga tidak berani bertanya apa yang sebenarnya di alami Tyas selama ini"
Alex mengangguk mengerti, mendengar ceritaku itu. "Kamu akan tahu jawabannya, setelah kamu mau menikah denganku Ra. Apa kamu siap? Aku akan menceritakan semuanya, hal yang tidak kamu ketahui"
Aku menatap Alex dengan tidak percaya. Bagaimana bisa dia tahu semuanya? Bahkan hal yang aku sendiri tidak tahu. Apa yang sebenarnya telah terjadi. Dan dia juga bisa secepat ini mengajak ku menikah. Padahal hubungan kami baru saja di mulai.
"Haha.. Kamu bercanda ya, Lex. Masa secepat ini kamu mengajak aku untuk menikah"
Aku masih belum percaya soal itu, bahkan hubungan yang bertahun-tahun berjalan saja tidak sampai ke titik ini. Lalu, apa bisa hubunganku dan Alex yang baru saja di mulai akan bisa sampai menikah. Aku masih takut akan hal itu, semuanya masih terbayang jelas di ingatan ku. Kegagalan dalam berhubungan, menyisakan trauma yang mendalam di hatiku.
Alex tersenyum, dia memegang tangan ku dan menatap mataku dengan serius "Aku serius Ra, mari kita menikah dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita. Apalagi yang kamu takutkan? Kita sama, tidak ada lagi perbedaan yang bisa memisahkan cinta kita"
Aku tahu itu, kita memang sama. Tidak ada benteng penghalang di antara kita. Tapi, apa aku akan siap untuk menikah dengan Alex. Sementara baru saja kisah kami di mulai.
"Emm. Beri aku waktu satu minggu, aku akan memberikan jawabannya padamu. Tapi, sebelum itu aku ingin bertemu dulu dengan orang tuamu. Sebagai pacarmu, bukan lagi teman sekolahmu"
__ADS_1
Keluarga Alex memang menyambutku dengan baik saat dulu kita masih sekolah. Tapi, sekarang keadaannya berbeda. Status di antara kita bukan lagi hanya sekedar teman, tapi sudah menjadi sepasang kekasih. Apalagi setelah sekian lama aku tidak pernah lagi bertemu dengan orang tua Alex.
Apa mungkin semuanya masih sama?
"Baiklah, aku akan atur semuanya. Nanti aku akan kabari kamu, kapan orang tuaku bisa bertemu denganmu" kata Alex
Aku mengangguk, semoga saja ini keputusan yang tepat. Dalam waktu satu minggu ini, aku benar-benar akan meyakinkan hatiku jika Alex memang yang terbaik untuk masa depanku. Semoga saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Besok, bersiaplah untuk bertemu orang tuaku"
Uhuk..uhuk..
Aku yang baru selesai makan siang bersama Alex, langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan pria itu. Besok? Bertemu orang tuanya? Ohh.. Kenapa hatiku jadi cemas begini ya.
"O-oke"
Tidak mungkin aku menolak, karena ini adalah keinginanku. Sudah saatnya kembali ke kenyataan Ra, hadapi semuanya dengan berani. Entah orang tua Alex akan merestui atau tidak, kamu harus menerimanya.
Merasakan genggaman hangat di punggung tanganku yang berada di atas meja, menyadarkan aku dari setiap fikiran. Aku menoleh dan menatap ke arah Alex yang juga menatapku.
"Tenanglah, aku yakin kalo Papi dan Mami akan menyukaimu"
Aku tersenyum, semoga saja apa yang di ucapkan Alex adalah benar. Orang tuanya akan menyukaiku sebagai kekasihnya, bukan sebagai teman sekolah lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semalaman aku tidak bisa tidur, memikirkan apa yang harus aku lakukan di depan orang tua Alex besok malam. Bahkan aku sampai memikirkan pakaian apa yang harus di kenakan saat bertemu dengan orang tua Alex.
Jadinya, pagi ini aku masih sedikit mengantuk untuk berangkat kerja. Meski begitu, aku tetap harus pergi bekerja. Alex sudah menunggu ku di depan gerbang rumah. Aku segera menghampirinya.
"Pagi, nunggu lama ya? Kenapa gak masuk dulu saja"
__ADS_1
"Tidak papa, aku juga baru sampai. Ayah tahu 'kan kalo kamu aku yang jemput?" tanya Alex
Aku mengangguk, memang aku sudah memberi tahu Ayah jika aku akan ada meeting pagi bersama Alex, jadi Alex yang akan menjemput ku.
"Iya tau, aku sudah bilang semalam"
Alex mengangguk, dia membukakan pintu mobil bagian penumpang "Silahkan masuk"
Aku terkekeh saat Alex membungkukan tubuhnya, layaknya seorang pangeran yang menyuruh permaisuri nya untuk masuk ke dalam kereta kencana dia. Haha.. Aku benar-benar tidak bisa menahan tawa melihat kelakuan laki-laki satu ini.
"Kamu ini Lex, ada-ada saja"
Aku menggelengkan kepala heran melihat sikap Alex ini. Benar-benar jauh dengan status dia sebagai bos besar di perusahaannya. Dia adalah big bos yang memiliki humor tinggi dan selalu bisa menghibur aku di saat bersedih.
Mobil melaju menuju restoran yang kami tuju, untuk meeting pagi ini. Sampai disana, meeting segera di mulai.
Selesai dengan semua pekerjaan, kami kembali ke kantor. Masih di dalam mobil, jalanan cukup padat membuat kami akan sedikit lambat sampai di kantor.
"Emm. Lex, nanti malam aku harus pake baju apa?"
Aaa.. Sebenarnya aku sangat malu untuk menanyakan itu. Tapi, sejak tadi aku hanya memikirkan hal itu. Aku benar-benar sudah cemas dan gugup dari sekarang. Padahal, dulu saja saat aku akan bertemu dengan keluarga Ganesh untuk pertama kalinya. Tidak segugup ini. Tapi, kenapa sekarang rasanya berbeda?
Apa hatiku sudah benar-benar milik Alex seutuhnya?
Alex terkekeh, mungkin dia merasa lucu mendengar pertanyaan ku. Aku sendiri saja merasa sangat lucu dengan pertanyaan itu. Tapi, aku juga benar-benar gugup dari sekarang. Aku ingin berpenampilan yang sesuai dengan kiteria calon menantu untuk orang tua Alex. Eh..
Memangnya aku sudah siap untuk menjadi menantunya keluarga Alexander Wiratama?
"Kau pakai saja baju yang sopan, dan yang sesuai untuk makam malam keluarga" kata Alex
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1
Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru.. kalian boleh mampir di karya temanku ini..