
Beberapa minggu berlalu, Alex mulai bisa melihat Seira yang lebih menerimanya. Tidak tahu apa Seira sudah benar-benar melupakan Ganesh atau tidak. Tapi yang jelas, Alex merasa hubungan mereka sudah semakin dekat.
Seperti hari ini Alex dan Seira baru saja kembali ke kantor sehabis makan siang. Seira bahkan sudah terbiasa dengan Alex yang menggandeng tangannya di wilayah kantor. Hubungan mereka pun telah di ketahui hampir seluruh karyawan perusahaan ini.
"Lex, aku ada undangan pernikahan teman kerjaku dulu yang di GE. Gimana ya, datang atau tidak?"
"Ya datang dong, masa enggak si. Kasian, teman kamu itu sengaja mengundang kamu agar kamu bisa hadir di acara pernikahan nya itu. Masa kamu gak datang"
"Yaudah, tapi kamu temani aku ya Lex"
Tentu Alex merasa bahagia saat Seira sudah mau mengajak Alex ke acara pernikahan temannya. Itu artinya, Seira sudah benar-benar menerima Alex sebagai kekasihnya di dalam hatinya itu. Semoga.
"Iya, emang hari apa nikahnya?" tanya Alex
"Akhir pekan ini"
Alex mengangguk kecil "Baiklah, ayo kita datang bersama ke acara pernikahan teman kamu itu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dia menanyakan kenapa aku sudah tidak lagi datang ke rumahnya dan dia juga seolah tidak suka saat aku memutuskan untuk meninggalkan Ganesh. Aku melihat kerapuhan di balik tatapan matanya, tapi aku juga tidak berani bertanya apa yang sebenarnya di alami Tyas selama ini"
Alex mengangguk mengerti, mendengar ceritaku itu. "Kamu akan tahu jawabannya, setelah kamu mau menikah denganku Ra. Apa kamu siap? Aku akan menceritakan semuanya, hal yang tidak kamu ketahui"
Aku menatap Alex dengan tidak percaya. Bagaimana bisa dia tahu semuanya? Bahkan hal yang aku sendiri tidak tahu. Apa yang sebenarnya telah terjadi. Dan dia juga bisa secepat ini mengajak ku menikah. Padahal hubungan kami baru saja di mulai.
"Haha.. Kamu bercanda ya, Lex. Masa secepat ini kamu mengajak aku untuk menikah"
Aku masih belum percaya soal itu, bahkan hubungan yang bertahun-tahun berjalan saja tidak sampai ke titik ini. Lalu, apa bisa hubunganku dan Alex yang baru saja di mulai akan bisa sampai menikah. Aku masih takut akan hal itu, semuanya masih terbayang jelas di ingatan ku. Kegagalan dalam berhubungan, menyisakan trauma yang mendalam di hatiku.
Alex tersenyum, dia memegang tangan ku dan menatap mataku dengan serius "Aku serius Ra, mari kita menikah dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita. Apalagi yang kamu takutkan? Kita sama, tidak ada lagi perbedaan yang bisa memisahkan cinta kita"
Aku tahu itu, kita memang sama. Tidak ada benteng penghalang di antara kita. Tapi, apa aku akan siap untuk menikah dengan Alex. Sementara baru saja kisah kami di mulai.
"Emm. Beri aku waktu satu minggu, aku akan memberikan jawabannya padamu. Tapi, sebelum itu aku ingin bertemu dulu dengan orang tuamu. Sebagai pacarmu, bukan lagi teman sekolahmu"
Keluarga Alex memang menyambutku dengan baik saat dulu kita masih sekolah. Tapi, sekarang keadaannya berbeda. Status di antara kita bukan lagi hanya sekedar teman, tapi sudah menjadi sepasang kekasih. Apalagi setelah sekian lama aku tidak pernah lagi bertemu dengan orang tua Alex.
__ADS_1
Apa mungkin semuanya masih sama?
"Baiklah, aku akan atur semuanya. Nanti aku akan kabari kamu, kapan orang tuaku bisa bertemu denganmu" kata Alex
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mami, Papi ada yang mau aku bicarakan"
Alex menghampiri kedua orang tuanya yang sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Ada apa Lex? Sepertinya sangat penting" Maminya Alex langsung merespon nya dengan serius.
"Gini, Mi, Pi.. Emm.. Apa kalian masih ingat dengan temanku dulu yang sering datang keisini? Seira Queenera"
Mami dan Papi seolah sedang mencoba mengingat siapa orang yang di maksud oleh Alex.
"Waktu aku masih sekolah, rumah kita juga masih yang dulu"
"Ohh, Mami ingat Lex. Queen yang kamu maksud itu"
Alex tersenyum, akhirnya Maminya mengingat Seira. "Iya Mi"
"Dia sudah menjadi pacarku sekarang, Mi, Pi. Dan dia ingin bertemu dengan kalian"
"What?!" Teriakan melengking itu tentu membuat semua orang yang ada di ruang keluarga langsung terkejut bukan main.
"Apaan si Al, berisik tau" kesal Alex pada adik sepupunya yang sudah muncul disana dengan wajah yang terkejut
Alea langsung menghampiri Alex dan duduk di sampingnya dengan heboh. "Beneran ada yang mau pacaran sama Kakak? Itu cewe gak buta 'kan? Atau kepalanya kepentok meja? Kok bisa dia mau sama Kakak, padahal sudah umur segini aku belum pernah dengar Kak Alex pacaran. Aku kira Kak Alex gak normal loh"
Rasanya Alex ingin menyumpal mulut adik sepupunya yang suka asal nyeplos itu. "Kau ini kalo ngomong suka seenak jidat ya. Kau bilang aku tidak normal, kamu saja yang tidak normal"
"Ish... Makanya pacaran Kak, biar gak banyak orang yang ngira kalau Kakak itu gak normal kayak aku ini" kata Alea, sambil memalingkan wajahnya acuh.
"Sudah-sudah, kalian ini selalu saja berantem. Pokoknya Lex, kamu langsung saja bawa Queen ke rumah besok" kata Mami, melerai perdebatan saudara itu.
"Yahh.. Kok besok si, besok pagi aku 'kan mau ketemu Mommy and Dad, gak bisa ketemu sama calonnya Kak Alex dong"
__ADS_1
Alex langsung tersenyum senang mendengar ucapan Alea. "Siap Mi, aku akan ajak pacarku ke sini besok malam. Mumpung gak ada pengacau"
Alea memberengut saat Alex mengatainya pengacau. Meski memang benar, karena dia akan memprovokasi pacarnya Alex itu.
"Ck, nyebelin ihh"
"Biarin, sana cepetan pergi ketemu Mom and Dad mu itu" ledek Alex pada adik sepupunya itu
"Mami, Papi, Kak Alex nyebelin"
"Sudah, kalian ini selalu saja berantem kayak gini. Kayak anak kecil"
Mami sudah merasa jengah melihat perdebatan dua saudara ini. Karena giliran salah satu tidak ada, pasti akan saling merindukan.
Bersambung
Segera End ya...
aku lagi nulis lagi buat novel baru.. jdi mau selesaikan yang ini dulu..
Oh ya, aku udah bikin grup chat nih. yang mau masuk tinggal gabung aja ya. klik saja profilku nanti bakal ada grup chat nya.. makasih..
jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter... kasih hadiahnya dan votenya juga ...
Ada karya temanku lagi nih.
Dilarang Plagiat
..................
Alicia harus menjalani pernikahan keduanya secara diam diam tanpa sepengetahuan pihak keluarga suami pertamanya dengan mantan kekasihnya terdahulu .
Suami Alicia kabur dengan menyisakan hutang yang menumpuk,
"Menikahkahlah denganku sya. Aku akan melunasi hutang hutang suamimu" bisik Renaldi Moreno.
"Aku... Aku" gugup Sya.
__ADS_1
Ikuti kisahnya sampai End.