
Ganesh kembali masuk dengan membawa sebuah map di tangannya. Aku celingukan melihat ke belakang Ganesh, tidak ada siapapun di sana. Lalu, kemana Tyas?
"Sayang, Tyas mana?"
Ganesh menyimpan map itu di atas meja, lalu dia berjalan ke arahku "Sudah pulang, dia kesini hanya mengantarkan berkas ku yang ketinggalan tadi"
"Loh, kenapa tidak mengajaknya makan dulu. Kita bisa makan siang bersama"
"Tidak perlu, dia sudah makan di rumah" jawab Ganesh singkat
Aku bingung melihat ekspresi Ganesh yang tidak biasa itu. Pria itu seolah marah, kesal, tapi juga sedih. Entah apa yang telah terjadi di luar, tadi.
"Are you okey?"
Ganesh mengangguk "Ya, habiskan makanmu. Aku sudah kehilangan naf*su makan"
"Loh kok gitu? Kamu baru saja makan sedikit"
Apa yang sebenarnya telah terjadi di luar sana. Kenapa Ganesh bisa berubah drastis seperti ini. Dia seolah sedang memikirkan sesuatu, apa hal yang telah terjadi.
"Aku hanya sedang tidak nafsu makan saja, kau boleh habiskan makananmu dan lanjutkan pekerjaanmu itu" Ganesh berdiri dan beralalu ke meja kerjanya. Duduk di kursi kebesarannya, mulai memeriksa beberapa berkas yang menumpuk di atas meja itu.
Ada yang sakit di dadaku, melihat sikap Ganesh yang tiba-tiba berubah dingin padaku. Apa yang salah? Apa aku ada salah padanya? Kenapa Ganesh berubah?
Aku segera menghabiskan makan siangku yang tiba-tiba berubah terasa hambar. Perubahan sikap Ganesh membuat aku tidak lagi memiliki naf*su makan.
Selesai makan siang, aku segera membereskan bekasnya dan membuang ke tempat sampah. "Aku kembali bekerja ya Nesh, maaf kalo aku ada salah sama kamu"
Aku juga tidak tahu apa salahku padamu, Nesh. Tapi, sungguh melihat sikapmu yang dingin seperti ini benar-benar membuatku kacau. Aku tidak biasa jika Ganesh bersikap dingin padaku.
Ganesh mendongak, dia menatapku dengan pandangan bersalah. Apa dia baru sadar jika sikapnya berubah dingin padaku.
"Maaf Ra, aku sedang banyak masalah. Jadi maaf kalo sikap aku tiba-tiba berubah padamu. Jangan marah ya, nanti kita pulang bersama"
__ADS_1
Aku tersenyum, tidak terlalu mempermasalahkan sikap Ganesh tadi. Aku tahu jika dia sudah pasti banyak beban. Belum lagi hubungan rumit antara kami bertiga. Meski dia tetap memilihku saat ini, tapi tidak tahu kedepannya akan bagaimana.
"Yaudah, aku kembali kerja ya. Semangat kerjanya, Sayang" Aku tersenyum dengan tangan yang mengepal dan di angkat ke atas, memberinya semangat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku turun ke lantai bawah, dimana tempat aku bekerja selama ini. Samar aku mendengar bisik-bisik dari karyawan yang lain di saat aku berjalan menuju ruangan kerjaku.
"Jadi, yang tadi datang siapa? Kok Tuan Ganesh sampai marah-marah gitu?"
"Katanya si pembantunya, dia kesini mau mengantar berkas yang ketinggalan. Mungkin Tuan Ganesh marah karena gadis tadi telah mengganggu waktunya bersama Seira. Maklumlah, pasangan bucin 'kan"
"Iya juga si, tapi masa iya pembantunya masih muda banget. Cukup cantik juga"
"Sudahlah kalian, jangan menggosip. Ini waktunya bekerja"
Aku melangkah masuk ke dalam ruangan itu, semuanya terlihat gelagapan dan langsung mengalihkan pandangannya dariku. Mungkin mereka takut aku mendengar perbincangan mereka tadi, tapi memang aku mendengarnya.
Duduk di kursi kerja, aku mulai membuka laptop dan berkas yang belum selesai aku kerjakan tadi. Tanganku terus bekerja, membolak-balikan berkas di tanganku dan sesekali menatap laptop untuk menyesuaikan semua laporan. Tapi, fikiranku kali ini cukup tidak fokus dengan pekerjaan ini.
Aku semakin bingung dengan semua ini, rasa bersalah semakin menyelimuti hatiku. Tyas, gadis baik yang bahkan tidak punya rasa benci dalam hidupnya. Aku tahu itu. Tatapan mata yang seharusnya menunjukan perasaan benci dan dendam padaku yang telah merebut suaminya. Tapi, tidak di tunjukan oleh Tyas. Dia bahkan selalu tersenyum ramah dan berprilaku baik padaku. Dan aku melihat ketulusan dari setiap yang dia lakukan padaku.
Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku mencintai Ganesh, tapi aku mulai ragu dengan keputusan kami yang tetap menjalin hubungan sementara Ganesh sudah menikah. Aku mulai merasa jika aku wanita sangat jahat, bahkan aku terlalu jahat untuk bisa dimaafkan oleh gadis sebaik Tyas. Aku sudah terlalu menyakitinya. Tapi, aku hanya mempertahankan cintaku. Apa itu salah? Kenapa harus serumit ini? Mencintainya, kenapa harus sesakit ini dan harus menyakiti orang lain.
Waktu kerja berlalu, sudah saatnya semua karyawan pulang. Ganesh sudah mengirimkan pesan beberapa saat lalu. Dia menyuruhku untuk menunggu di lobby.
"Duluan ya Ra" Teman-temanku mulai keluar dari ruangan satu persatu "Iya, hati-hati ya"
Aku membereskan beberapa berkas di atas meja, menutup laptop. Lalu mengambil tas dan ponselku di atas meja. Berjalan keluar dari ruangan, dan menuju lift.
Sampai di lantai bawah, pintu lift terbuka. Aku segera berjalan menuju lobby perusahaan. Aku melihat Ganesh tengah duduk di sebuah sofa yang berada di lobby kantor yang di sediakan untuk menunggu.
"Hai Nesh, ayo pulang"
__ADS_1
Ganesh menoleh dan tersenyum tipis "Mau ke rumah aku dulu gak?"
Sudah cukup Ganesh, kemarin saja aku datang ke rumahnya dan itu cukup membuat aku tidak nyaman dan merasa bersalah pada Tyas. Dia masih saja menyambutku dengan senyuman tulus nya.
"Tidak, aku capek banget. Ingin segera istirahat saja" Aku tidak mau lagi menyakiti hati istrimu. Setidaknya jika dia tidak melihat secara langsung kebersamaan kita, mungkin hatinya tidak akan terlalu sakit.
"Hah.. Baiklah, ayo kita pulang sekarang"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa bulan berlalu, tak terasa jika hubungan kami sudah genap empat tahun sekarang. Malam ini Ganesh akan mengajakku untuk dinner. Hal yang biasa kami lakukan untuk merayakan anniversary kami setiap tahunnya. Aku juga sudah membelikan hadiah untuknya. Semoga saja Ganesh suka.
Aku selesai bersiap untuk makan malam berdua bersama Ganesh malam ini. Lima belas menit kemudian, Ganesh datang menjemputku. Kami berpamitan pada Ayah dan Ibu sebelum pergi.
Restaurant ternama yang sudah Ganesh pesan ruangan VIP sebelumnya. Ruangan ini sudah terhias indah dengan lilin dan beberapa bunga. Membuat wangi bunga dan lilin aromaterapi menyeruak saat aku memasuki ruangan ini.
Tulisan Happy Anniversary terpampang jelas di dinding. Ganesh memang selalu menyiapkan segalanya dengan baik dan selalu membuat aku terharu dengan sikap romantisnya ini.
Duduk di meja bundar dengan dua kursi yang saling berhadapan. Aku masih menatap sekeliling, indah... Semuanya terlihat begitu indah.
Makanan datang dan kami pun mulai menyantap makan malam kami dengan tenang. Selesai makan, pemain musik biola masuk dan memainkan musik yang begitu indah di dengar.
Ganesh berdiri dan mengulurkan tangannya padaku "Mari berdansa"
Aku mengangguk dan segera meraih tangan Ganesh. Kami berdansa dengan irama musik yang memanjakan telinga. Berpelukan erat dengan tubuh yang bergerak mengikuti irama musik. Semuanya terasa sangat indah, saat seperti ini maka dunia terasa hanya milik kami berdua. Seolah kami melupakan masalah yang sedang kami hadapi.
"Aku mencintaimu, Seira Queenera"
"Aku juga mencintaimu, Ganesha Aditama"
Bersambung
Bagaimana? Tunggu saja ya, semuanya akan hancur pada waktunya.. Hahaha.. Entah benteng penghalang yang akan hancur, atau hubungan mereka yang akan hancur.
__ADS_1
Nikmati dan ikuti saja alurnya...
Jangan lupa sama dukungannya... like komen di setiap chapter.. Aku usahain bisa up tiap hari.. Jadi kalian harus hargai ya... 🥺 kasih dukungan kalian.. Jangan pelit-pelit.. Hadiahnya mana nih... 😌