
Sial...
Alex menatap kesal pada tayangan video di ponselnya ini. Hampir setiap sosial media menampilkan video itu. Kejadian kemarin yang terjadi pada Seira dan Ganesh ternyata ada yang merekamnya dan menyebar luaskan. Membuat berita ini langsung viral seketika.
Alex memilih untuk menelepon seseorang, dia harap orang ini bisa membantunya.
"Hallo, kau bisa datang ke kantorku sekarang. Ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu"
"Baik, aku akan segera kesana"
Alex memutuskan sambungan telepon, lalu menyimpan ponselnya di atas meja kerja. Dia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya. Sedikit memijat pelipisnya yang sedikit pening.
Ada-ada saja masalah yang datang. Kasihan Seira.
Tak lama kemudian, seseorang masuk ke dalam ruangan Alex. Seorang pria tampan dengan pakaian casualnya. Dia adalah teman kuliah Alex. Saat ini dia bekerja di salah satu stasiun televisi terkenal.
"Apa yang perlu aku bantu?"
Alex menatapnya, lalu mengangkat tangannya untuk mempersilahkan tamunya ini untuk duduk. Setelah tamunya itu duduk, barulah Alex mulai pembicaraan penting ini.
"Kau tahu tentang video viral Ganesha Aditama?"
"Ya, itu berita sedang hangat-hangatnya saat ini"
"Bisa kau hapus berita itu dan berhenti untuk menyebar luaskannya"
Alex tahu jika video itu sudah terlanjur menyebar luas. Namun, setidaknya media akan menghapusnya dan penyebaran video pun bisa di hentikan.
"Memangnya kenapa? Apa kau ada urusan dengan Tuan Ganesh?"
"Kau tidak perlu tahu alasannya, sekarang kau hapus saja video itu. Kalau bisa hubungi pemilik akun pertama yang menyebar luaskan video itu. Suruh dia menghapusnya dan menghentikan penyebaran video ini"
"Emm. Baiklah, karena kau adalah temanku. Jadi aku akan usahakan yang terbaik untukmu"
Brakk...
Obrolan mereka terhenti saat suara pintu yang di buka dengan kasar. Alex dan temannya itu langsung menoleh ke arah pintu.
"Alex, kamu sudah lihat..... Eh.. maaf"
__ADS_1
Seira muncul di balik pintu dengan wajah panik. Lalu sedetik kemudian, wajahnya berubah menjadi kikuk sendiri. Dia mengangguk dan tersenyum kikuk, lalu kembali menutup pintu ruangan Alex.
"Itu bukannya wanita di video itu ya?"
Alex mengangguk, masih dengan tatapan yang tertuju ke arah pintu ruangan yang telah tertutup kembali.
"Apa kau menyukainya? Ahh.. Atau mungkin dia adalah wanita yang pernah kau ceritakan padaku saat kuliah dulu. Wanita yang kau cintai, sampai kau tidak mampu membuka kembali hatimu untuk wanita lain"
Alex tentu ingat jika dulu dia pernah bercerita seperti itu pada temannya ini. Tidak mau menyangkalnya, Alex pun mengangguk mengiyakan apa yang di ucapkan oleh temannya ini.
"Jadi, kau mengerti kenapa aku meminta kau untuk menghapus video itu"
"Oke, aku mengerti sekarang"
"Kalau begitu, kau pergilah"
"Baiklah, aku pergi dulu"
"Iya, terimakasih untuk waktu dan bantuannya"
"Tidak masalah"
Setelah temannya pergi, Alex segera menuju ke ruangan Seira. Dia membuka pintu yang menghubungkan ruangannya dan ruangan Seira. Alex melihat Seira sedang menyembunyikan wajahnya di antara lipatan tangan di atas meja kerjanya.
Lalu, Seira mendongak dan menatap pada Alex yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Lex, gimana ini? Apa kamu sudah lihat video viral itu? Pasti sudah 'kan. Duh.. Aku harus gimana ya, tidak mungkin aku bisa menghentikan penyebaran video itu. Gimana ya Lex"
"Sudahlah, aku sudah meminta temanku yang tadi untuk menelusuri akun sosial media yang menjadi penyebar pertama video itu. Semoga bisa segera di hentikan penyebaran video nya. Tenang Ra, Ganesh juga tidak akan diam tentang masalah ini" kata Alex
Seira kembali menyembunyikan wajah di atas meja kerja, mungkin dia terlalu panik dengan video yang tersebar itu.
Alex mengelus kepala Seira dengan lembut "Sudah, kamu tenang saja. Aku akan berusaha menangani masalah ini, lagian Ganesh juga pasti sudah bertindak sekarang. Dia tidak mungkin diam saja, karena ini juga akan berpengaruh pada reputasinya dan perusahaan"
ALex tahu jika Ganesh juga tidak mungkin hanya diam saja saat videonya tersebar luas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya video itu berhasil terhapus dan penyebarannya pun terhentikan. Berita di media sosal dan beberapa televisi juga sudah tidak lagi menayangkan tentang video itu. Alex tahu jika nama Ganesh juga cukup berpengaruh sehingga penyebaran video itu bisa di hentikan dengan begitu cepat.
__ADS_1
Dan kini sudah hampir 6 bulan berlalu sejak kejadian di taman hiburan waktu itu. Sejak saat itu, Alex semakin leluasa mendekati Seira. Bahkan hampir setiap weekend dia akan mengajak Seira untuk pergi jalan-jalan. Hanya sebagian dari cara pendekatan nya. Apalagi saat bisa melihat Seira yang tersenyum membuat kebahagiaan tersendiri untuk Alex.
Apalagi dua minggu yang lalu, Susan sekretaris nya yang dulu mengambil cuti melahirkan malah menyerahkan surat pengunduran diri. Hal ini tentu cukup menguntungkan bagi Alex. Karena dengan begini, maka Seira akan tetap menjadi sekretarisnya dan mereka akan selalu dekat meski hanya karena pekerjaan.
Dan beruntungnya, Seira mau menjadi sekretaris resmi untuknya. Tentu saja hal itu sangat membuat Alex kegirangan.
Siang ini setelah selesai membahas soal masalah Seira yang akan menjadi sekretaris resmi untuk Alex. Alex memutuskan untuk mencoba mengungkapkan perasaannya pada Seira.
Saat ini, Seira telah benar-benar sendiri dan Alex melihat jika Seira sudah sedikit bisa melupakan Ganesh. Dia mulai kembali ceria seperti dulu. Alex berfikir jika ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya pada Seira.
Alex memegang tangan Seira yang berada di atas meja. "Jadilah pacarku Ra, aku akan mencoba mengobati luka di hatimu itu. Biarkan aku menjadi obat luka hatimu. Kau tentu sadar akan perasaan cinta ini padamu 'kan? Tidak mungkin kau tidak tahu, Ra"
Alex tentu yakin jika Seira telah menyadari perasaannya selama ini. Mengingat perhatian yang Alex tunjukan sudah lebih dari cukup untuk menyadarkan Seira tentang perasaan Alex padanya.
"Emm. Lex, sebenarnya aku......"
Alex tahu jika Seira masih shock dengan pernyataan cintanya itu. Namun, Alex tidak mau lagi untuk menunda-nunda saat ini. Menyatakan perasaannya pada Seira.
"Gak papa Ra, aku tahu kok jawaban kamu. Gak perlu kamu teruskan lagi"
Alex merasa tidak ada lagi harapan untuknya. Melihat Seira yang hanya diam dan tidak lagi melanjutkan ucapannya itu. Alex merasa jika Seira sudah jelas akan menolak perasaannya. Meski sakit, tapi Alex akan mencoba berlapang dada. Dia berdiri dari duduknya dan bersiap untuk pergi.
"Sebenarnya aku sangat ingin memulai kembali kisah cinta yang baru. Tapi, aku takut. Semuanya masih terbayang jelas di ingatanku. Bagaimana perjuanganku selama ini sia-sia dan akhirnya kisah cintaku berakhir menyakitkan seperti ini"
Perkataan Seira itu membuat langkah alex terhenti. Dia berdiri di tempatnya dengan membelakangi Seira.
"Jujur, sampai saat ini aku belum mempunyai perasaan apapun padamu Lex. Tapi, jika kamu mau memulainya bersamaku. Maka, ayo kita jalani mulai sekarang. Buatlah aku jatuh cinta padamu dan melupakan masa laluku"
Alex menghela nafas mendengar ucapan Seira. Tapi, Alex mengerti apa yang di rasakan oleh Seira. Pasti tidak akan mudah untuk Seira bisa membuka hatinya kembal untuk pria lain.
Alex berbalik dan menatap Seira dengan lekat. "Baiklah Ra, ayo kita jalani semuanya. Mulai lagi kisah baru, dan aku akan berusaha untuk mengobati luka hatimu dan membuat kamu jatuh cinta padaku"
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
ada karya temanku lagi nih..
__ADS_1