Benteng Penghalang Kita

Benteng Penghalang Kita
Karena Aku Mencintainya, Hanya Alasan Itu.


__ADS_3

Baiklah aku pasti bisa melewati malam ini.


Rasanya ada hal yang membuat aku malas untuk datang ke rumah Ganesh. Padahal bukan pertama kalinya aku datang ke sana dan berkumpul bersama keluarga Ganesh yang lain.


Hah...


Sudah beberapa kali aku hanya menghembuskan nafas kasar. Ganesh hanya fokus pada kemudinya.


"Kenapa Sayang?" tanya Ganesh yang menoleh sekilas ke arahku. Dia tentu melihat sikapku yang aneh sejak berangkat dari rumah.


Aku menggeleng pelan "Gak papa, perasaan aku lagi gak enak aja"


Ganesh megelus kepalaku, dia tersenyum menenangkan "Tidak akan ada apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja. Ini kan bukan pertama kalinya kamu datang ke rumah, sebelum-sebelumnya baik-baik saja kan? Keluarga ku menerima mu"


Iya dulu aku berfikir seperti itu, tapi setelah mendengar Kakek yang ingin menjodohkan Ganesh dengan wanita pilihannya. Aku tidak yakin semuanya masih akan sama.


"Sudahlah, jangan berfikir yang aneh-aneh. Aku akan selalu bersama mu nanti"


Aku mengangguk, aku tahu jika Ganesh tidak akan membuat aku tidak nyaman saat berada di dekat keluarganya. Tapi, apa semuanya masih sama setelah permintaan Kakek waktu itu terucap.


Entah kenapa saat mobil memasuki pekarangan rumah, perasaanku semakin tak karuan. Gelisah, takut dan cemas. Saat memasuki rumah mewah itu, suasana begitu ramai. Kerabat dan beberapa rekan kerja juga datang membuat suasana semakin ramai.


"Tangannya dingin banget Ra, kamu kenapa si?" Tanya Ganesh, heran atas tingkah dan sikap ku kali ini. Aku sendiri juga merasa aneh dengan sikap ku ini, kenapa aku harus bersikap seaneh ini. Padahal, ini bukan pertama kalinya aku datang ke rumah Ganesh.


"Gak papa, cuma tiba-tiba merasa gugup aja"


Ganesh mencium tanganku yang berada di genggaman nya "Tidak usah terlalu cemas dengan hal yang ada di fikiranmu. Karena itu belum tentu terjadi"


Benar... Aku terlalu mencemaskan hal yang belum tentu akan terjadi. Ketakutan yang berlebihan, aku hanya takut jika semuanya benar-benar terjadi, dimana Ganesh akan menikahi wanita lain. Maka aku akan sehancur apa?


Ganesh membawaku ke tempat Papa, Mama, Kakek dan Gezia berkumpul. Perasaanku kembali tidak enak, apalagi saat aku harus bertemu Kakek dan Gezia. Orang yang selalu bersikap dingin padaku, meski aku tahu jika itu memang sudah sifat mereka.


Aku menyalami mereka semua, dan saat aku berhadapan dengan Gezia. Entah kenapa aku merasa tatapannya sedikit aneh kali ini. Gezia menatap seolah prihatin dengan keadaanku. Memangnya apa yang dia ketahui? Mungkinkah dia mengetahui tentang perjodohan Ganesh dan wanita pilihan Kakek. Tentu dia akan tahu, dia keluarganya dan juga cucu Kakek. Tidak mungkin jika dia tidak tahu tentang itu.


Aku memeluk Gezia layaknya pada adik sendiri, meski terkadang Gezia selalu menunjukan sikap dingin nya.

__ADS_1


"Apa kabar Zia? Lama tidak bertemu ya"


Gezia membalas pelukanku, dia menepuk dua kali punggung ku seolah memberi kekuatan tak terlihat padaku. Benarkah? Seolah Gezia juga begitu peduli padaku.


"Aku baik, bagaimana kabarmu juga?"


Aku tersenyum "Aku juga baik"


Hanya saja hubunganku dengan Ganesh yang tidak dalam keadaan baik.


Ingin sekali aku mengatakan itu pada semua orang yang menanyakan keadaanku saat ini. Aku tidak baik-baik saja, bagaimana aku bisa dalam keadaan baik jika lelaki yang sangat aku cintai akan di jodohkan dengan wanita lain. Hatiku benar-benar kacau jika mengingat itu semua.


"Ambilin Seira makan Nesh, malah diem aja" kata Mama


Ganesh mengangguk sambil terkekeh kecil "Aku ambilin kamu makanan ya, mau makan apa?"


"Apa aja deh, yang ringan-ringan aja jangan makanan berat"


Ganesh mengangguk dan berlalu pergi. Kini tinggalah kami, aku benar-benar merasa canggung. Meski keluarga Ganesh begitu baik, tapi setelah hal yang aku dengar di villa waktu itu membuat suasana seperti ini terasa aneh bagiku.


Suara berat Kakek membuat aku menoleh ke arahnya dengan perasaan cemas. Maaf? Maksudnya maaf untuk apa? Kenapa tiba-tiba Kakek meminta maaf padaku seperti itu.


Aku menjadi gelagapan sendiri mendengar kata maaf yang tiba-tiba terucap dari bibir Kakek. "Emm. Maksudnya Kek?"


Kakek menghela nafas, terdengar begitu berat dari suara hembusan nafasnya. Mungkin ada beban berat yang sedang di hadapinya saat ini. Apa ini tentang perjodohan Ganesh dan wanita pilihannya? Jika benar, maka apa aku akan siap mendengar semuanya secara langsung dari Kakek dan di depan keluarga Ganesh seperti ini. Aku tidak yakin dengan diriku sendiri. Aku rasa aku tidak akan kuat untuk itu.


"Kamu mendengar percakapan kami pada saat di villa waktu itu?" tanya Kakek menatapku dengan serius


Aku mengangguk saja, memang benar aku mendengar percakapan itu. Meski tidak sengaja.


"Semuanya benar Ra, maaf kalo Kakek tidak menghargai perasaanmu. Tapi, semua ini Kakek lakukan untuk kebaikan kamu dan juga Ganesh. Kalian tak sama, sampai kapan pun kalian tidak akan bisa bersatu"


Perkataan Kakek itu benar-benar membuatku terdiam mematung dengan perasaan bingung dan hancur. Aku tahu soal itu, bahkan tidak perlu di jelaskan lagi. Memang aku dan Ganesh terlalu mustahil untuk bersatu.


"A-aku... A-aku.. Aku hanya mencintainya Kek, tidak ada alasan lain untuk aku bisa bersama Ganesh. Namun, aku begitu mencintainya hingga rasanya aku tak akan sanggup jika harus melepaskannya"

__ADS_1


Akhirnya... Akhirnya aku bisa mengungkapkan semua yang ingin aku ungkapkan. Semua itu memang kenyataannya, tidak ada alasan lain untuk aku bisa bersama Ganesh selain cinta kami.


"Namun, cinta tetap tidak akan bisa menyatukan kalian. Kamu harus ikhlas Ra, Kakek juga menyayangimu seperti cucu Kakek sendiri. Hanya saja, kita berbeda untuk bisa jadi satu keluarga" kata Kakek


Deg...


Terlalu berbeda untuk bisa menjadi keluarga. Apa ini? Apa Kakek sedang menyadarkan aku dengan keadaan yang sebenarnya. Apa Kakek sedang menyuruhku mundur secara perlahan. Tidak.. Aku tidak bisa.


"Tapi aku sangat mencintai Ganesh Kek"


Gila... Aku sudah gila sampai berkata tegas dan sedikit berteriak pada Kakek. Apa aku telah kehilangan sopan santun. Ini bukan diriku, aku menyesali tindakan ku itu.


Aku menunduk, begitu merasa bersalah dengan apa yang barusan aku lakukan. "Maaf Kek, Seira terbawa emosi"


Papa, Mama, dan Gezia juga terlihat terkejut dengan sikapku barusan. Tuhan.. Apa yang telah aku lakukan barusan? Aku berbicara tegas, bahkan sedikit berteriak pada orang tua. Aku benar-benar sudah gila.


"Maaf"


Aku hanya mampu mengatakan kata maaf saja, aku benar-benar terbawa suasana tadi. Emosi yang selama ini hanya terpendam di dalam dada, tanpa sadar aku malah meluapkannya pada Kakek. Aku benar-benar menyesalinya.


Kakek tersenyum padaku, tidak terlihat marah atau tersinggung sedikit pun "Tidak papa, Kakek mengerti kondisimu saat ini"


Tuhan.. Betapa baiknya Kakek. Aku tidak yakin jika Kakek menjodohkan Ganesh hanya karena keegoisan nya. Pasti ada hal lain yang membuat Kakek begitu kekeuh dengan keinginannya itu. Namun, aku tetap belum bisa menerima semua ini.


"Loh Tyas.. Sudah datang"


Aku menoleh saat Mama memanggil seseorang dengan nama 'Tyas' itu. Siapa dia? Ya ampun manis sekali gadis ini, pasti masih sangat muda. Tapi, kenapa aku baru melihatnya. Apa dia sepupu jauh Ganesh ya. Entahlah..


Bersambung


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. Hadiah dan votenya juga ya..


Menuju konflik utama ya..


Perbedaan yang terlalu jauh, mungkinkah mereka akan bersatu? Atau mungkin tidak.. Ahh.. Aku aja masih bingung nentuin endingnya gimana nanti... Hehe

__ADS_1


__ADS_2