
"Tyas menikah Kak"
Suara saudara sepupu yang menyadarkan Alex saat sedang fokus pada berkas yang sedang dia baca. Alex mendongak dan menatap adik sepupunya itu.
"Masa si? Kakak belum pernah dengar dia punya pacar selama dia temenan sama kamu?"
Alea mengangkat kedua bahunya, dia juga bingung kenapa sahabatnya itu memilih untuk menikah di usia muda. Sementara Alea sendiri tidak pernah mendengar jika dia memiliki seorang kekasih, kecuali seorang pria yang sering dia ceritakan sebagai pria yang dia kagumi. Meski Alea belum pernah melihat wajahnya dan tidak tahu siapa orangnya.
Alea menaruh surat undangan pernikahan teman baiknya itu di atas meja kerja Kakak sepupunya. Alex pun segera meraihnya dan membaca undangan itu.
Tyas dan Ganesh? Apa Ganesh yang sama?
Alex segera membuka undangan pernikahan itu setelah membaca nama calon pengantin yang tertera di bagian depan undangan. Nama Ganesh, membuat dia langsung teringat pada seseorang.
Saat membuka dan membaca surat undangan pernikahan itu, tangan Alex langsung mengepal kuat. Mere*mas kartu undangan itu dengan tangannya.
Sial. Berani sekali dia menyakiti Seira. Awas saja jika Tyas juga dia sakiti.
Tyas sudah seperti adik untuk Alex, dia sering datang ke rumah ini bersama Alea. Karena orang tua Alea berada di luar negara. Jadi, adik sepupunya itu tinggal bersamanya dan orang tuanya di rumah ini. Karena Alea sendiri yang tidak mau tinggal bersama orang tuanya. Dia ingin tinggal di tanah air bersama keluarga Alex.
"Kak, kenapa?" tanya Alea bingung, melihat apa yang Alex lakukan.
"Kenapa undangannya malah di rusakin gitu?" kata Alea, semakin bingung dengan sikap Alex.
"Kamu tahu siapa yang menikah dengan Tyas?" tanya Alex, menatap Alea dengan serius
Alea mengangkat kedua bahunya "Aku gak tahu, tapi kata Mami sama Papi kalau yang mau nikah sama Tyas itu orang kaya. Bahkan perusahaannya lebih besar daripada perusahaan keluarga kita"
Alex menghela nafas "Iya Al, itu masalahnya. Apa kamu gak mikir, kenapa tiba-tiba Tyas menikah dengan orang kaya raya sementara dia pacaran saja belum pernah. Apa kamu gak bisa rasain kalau ada yang aneh dengan pernikahan ini?"
Alea menarik kursi di depan meja kerja Alex, lalu duduk disana. Menangkup wajahnya dengan tangan yang bertumpu di atas meja. Menatap Alex dengan serius.
__ADS_1
"Kakak benar, kenapa tiba-tiba Tyas mau nikah. Padahal dia punya pacar aja gak pernah" kata Alea
"Sudahlah, nanti juga kita akan menemukan jawabannya. Sekarang kamu keluar sana, Kakak masih banyak kerjaan" kata Alex, dia tidak mau membebani fikiran adik sepupunya itu dengan apa yang dia fikirkan sekarang.
Alea mendengus kesal saat di usir oleh Alex "Ck. Iya"
Alea berdiri dan berjalan malas menuju pintu keluar. Alex hanya terkekeh melihat tingkah adik sepupunya itu.
Dasar anak kecil.
"Tapi, temanmu masih kecil sudah mau menikah. Aku benar-benar harus menyelidiki di balik semua ini. Kasihan Tyas jika harus tersakiti, Seira juga pasti sudah sangat tersakiti. Bagaimana keadaannya sekarang?" lirih Alex
Alex kembali melanjutkan pekerjaannya, meski dengan fikiran yang kacau. Dia akan rela jika perempuan yang dia cintai selama ini bersama dengan pria baik-baik yang dia cintai. Tapi, jika seperti ini. Alex tidak yakin jika Seira akan bahagia hidup bersama Ganesh. Setelah tahu hal ini, Alex semakin yakin jika dia akan mengejar Seira dengan penuh keyakinan.
Tidak lagi ragu untuk menunjukan perasaannya pada Seira, karena Alex tahu sekarang jika kekasih Seira telah menikahi gadis lain.
Aku akan menjadi pengobat lukamu Ra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Cepetan Kak, Ihh" teriak Alea dengan kesal melihat Kakak sepupunya itu yang sangat lama untuk bersiap. Sementara dia ingin melihat bagaimana sahabatnya itu menempuh hidup baru dalam kehidupan nya yang menyakitkan selama ini.
"Iya Al, bentar. Kakak bersesin dulu kerjaan Kakak" jelas Alex, sambil berjalan menuju adik sepupunya itu.
"Mami, Papi mana?" tanya Alex
Alea mengangkat dagunya, seolah menunjukan jika Papi dan Mami sudah berada di luar rumah "Udah di mobil"
"Yaudah ayo sekarang kita berangkat, nanti ketinggalan acaranya lagi" Alex berlalu begitu saja melewati Alea yang menatapnya dengan tatapan ingin menerkam.
"Dia yang bikin kita terlambat" kesal Alea, dia berjalan keluar rumah dengan menghentakan kakinya kesal.
__ADS_1
Masuk ke dalam mobil dengan melirik tajam Alex yang duduk di depan kemudi tanpa rasa bersalah apapun.
"Kenapa lagi kalian ini?" tanya Mami, sudah tidak aneh lagi dengan sikap dua bersaudara ini. Selalu saja bertengkar, tapi jika salah satu jauh pasti saling merindukan. Karena begitulah saudara.
"Kak Alex nih Mam, dia yang lama tapi malah nyalahin aku" kata Alea, mengadu pada sang Tante yang selalu dia panggil Mami itu.
"Apaan, siapa juga yang nyalahin kamu. Kamunya aja yang baperan" ledek Alex
"Tuhkan Mam, liat. Kak Alex nyebelin"
Mami dan Papi hanya menggelengkan kepala, melihat tingkah dua bersaudara ini. Bukan hanya di depan mereka saja, bahkan jika orang tua Alea datang ke sini atau mereka yang datang ke luar negara sana. Sikap dan tingkah mereka tetap sama.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka telah sampai di tempat acara di laksanakan.
Suasana sudah cukup ramai sekarang, Alex dan keluarganya segera masuk ke dalam gedung itu. Tidak terlalu banyak tamu undangan sepertinya. Karena suasana pun terlalu biasa saja, tidak seperti bayangan Alex.
Yang ada di bayangan Alex, pernikahan mewah dan banyak tamu undangan yang datang. Mengingat siapa yang menikah hari ini adalah sosok pembisnis muda yang ternama. Mungkin bukan hanya Alex saja yang berfikir seperti itu. Tapi, semua orang pasti sama.
Acara pernikahan sesuai agama dan keyakinan mereka telah selesai. Tiba waktunya untuk memberi selamat pada pasangan pengantin baru. Alex menatap Tyas yang terlihat murung. Tidak ada binar kebahagiaan di wajah cantiknya itu.
"Tyas, selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga selalu bahagia" kata Alex sambil menyalami Tyas
"Makasih Kak, sudah datang" lirih Tyas, meski tersenyum. Alex tetap bisa melihat tatapan penuh kesedihan di balik matanya.
Alex beralih menatap Ganesh, pria yang menjadi suami Tyas itu terlihat tegang saat menatap Alex. Mungkin dia memikirkan hal yang sama dengan Alex sekarang.
"Selamat ya Tuan Ganesh, saya titip Tyas yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri"
Alex bisa melihat jika Ganesh begitu tegang dan seolah tidak suka dengan kehadiran dirinya di pernikahan ini.
Semoga kamu bahagia Tyas, biarkan aku yang menjaga Seira.
__ADS_1
Bersambung
Mulai dari bab ini, bakalan pov author ya.. pov seira udah selesai..