
Akhirnya hari ini tiba juga, hari dimana Ganesh akan benar-benar menikah dengan wanita lain. Meski aku tahu yang aku lakukan salah, tapi kali ini aku benar-benar akan egois. Lagian Tyas sudah memberi tahu jika dia juga mempunyai pria idaman lain. Itu artinya dia juga akan melakukan hal yang sama dalam pernikahan ini. Aku kira begitu.
Saat ini aku sedang bersiap untuk pergi ke tempat ibadah, Ganesh menelpon ku. Ganesh sengaja melarangku untuk datang ke acara pernikahan nya. Bahkan aku juga benar-benar tidak memberi tahu Ayah dan Ibu soal pernikahan Ganesh ini.
Saat ini kami sedang berbicara di telepon, Ganesh menelpon ku di saat dia sebentar lagi akan menikahi wanita lain. Entahlah.. Meski aku merasa sangat bingung dengan hubungan kami ini, tapi aku tetap menjalani nya sekarang.
"Baik-baik di sana, ingat! Aku hanya mencintaimu Seira. Tidak akan aku menyentuh sedikit pun wanita sialan itu"
Aku hanya tersenyum masam mendengar ucapan Ganesh di sebrang sana. Meski Ganesh sudah berkata seperti itu, aku tetap merasa was-was. Takut jika pria yang aku cintai akan tergoda dengan wanita yang di nikahinya, meski tidak dia cintai.
"Baiklah, aku percaya"
Di saat aku masih mengobrol dengan Ganesh di telepon, tiba-tiba Ibu masuk ke dalam kamar. Ibu sudah siap untuk rutinitas akhir pekan kami.
"Udah dulu ya Nesh, aku sudah mau berangkat"
"Iya"
Aku segera menutup sambungan telepon, dan Ibu duduk di sampingku.
"Lagi telepon Ganesh ya? Nanti dia akan menjemputmu sepulang kita beribadah?" tanya Ibu
Aku gelagapan menjawab pertanyaan Ibu itu, tidak mungkin aku menjawab apa yang sebenarnya terjadi.
"Tidak Bu, Ganesh sedang ada urusan di luar kota. Jadi, minggu ini kita tidak jalan"
Akhirnya aku memilih alasan itu, berbohong pada Ibu tentang Ganesh yang pergi ke luar kota. Padahal kenyataannya dia sedang menikah dengan wanita lain. Hah... Aku menghela nafas kasar mengingat itu. Apa aku benar-benar akan kuat?
Ibu mengangguk saja, dia sepertinya percaya dengan ucapan ku yang kenyataannya adalah kebohongan. Maafkan aku Bu.
"Yasudah, ayo kita berangkat. Ayah sudah menunggu di bawah" ajak Ibu
__ADS_1
Aku mengangguk dan segera beranjak dari tempat tidur. Mengambil tas dan menyelempangkan di bahu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiga hari berlalu sejak hari itu, hari dimana Ganesh menikah dengan wanita pilihan Kakek. Dan aku cukup gelisah, karena selama tiga hari itu Ganesh sama sekali tidak menghubungi ku. Entah apa yang terjadi di sana, aku benar-benar memikirkan hal yang tidak-tidak telah terjadi pada Ganesh dan Tyas. Suasana pengantin baru yang aku bayangkan akan indah dan aku takut suasana itu akan terjadi di malam pertama Ganesh dan Tyas. Tapi aku teringat ucapan Ganesh yang tidak akan menyentuh Tyas. Benarkah?
Sudah tiga hari aku berangkat bekerja dengan taxi online. Merasa sangat aneh karena biasanya Ganesh lah yang selalu menjemput ku. Tapi, tiga hari ini dia benar-benar tidak ada kabar sama sekali. Entah sedang apa dia di sana.
Aku baru saja selesai bersiap untuk bekerja, mengambil tas dan memakai heels. Aku berjalan ke luar kamar dan menuju lantai bawah. Langkah ku memelan saat aku melihat Alex sedang mengobrol dengan Ayah di ruang tamu.
Kenapa Alex datang pagi-pagi begini? Apa dia ada urusan dengan Ayah?
Aku sedikit was-was tentang Alex yang sekarang sedang berbicara dengan Ayah. Takutnya Alex akan menceritakan tentang kejadian saat kami pulang dari jalan-jalan waktu itu. Jika benar Alex menceritakannya, Ayah pasti akan mengintrogasi aku dan tidak akan membiarkan aku lepas sebelum Ayah tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Oh Tuhan.. Semoga saja Alex tidak mengatakan apapun pada Ayah.
"Ra, ini Nak Alex ingin menjemputmu" kata Ayah saat dia menyadari keberadaan ku
Alex tersenyum "Pengen mampir aja, sekalian aja jemput kamu. Mau berangkat kerja 'kan?"
Aku mengangguk, lalu ikut duduk di sofa tunggal di sana "Iya, emangnya kamu gak kerja? Kok bisa datang kesini pagi-pagi begini? Seorang Bos loh"
Akex terkekeh "Lagi senggang aja"
"Wahh. Hebat nih, Bos besar mah bebas ya. Bisa ada waktu senggang kayak gini" Aku terkekeh kecil saat mengejek Alex seperti ini. Rasanya menyenangkan juga mengejek lagi pria itu. Hal yang dulu sering aku lakukan padanya, saat masih sekolah.
"Yehh... Ngeledekin tuh anak" kata Alex dengan terkekeh kecil
"Ra, ajakin Alex nya untuk sarapan sekarang"
Suara Ibu yang mengalihkan fokus ku pada Alex, Ibu berdiri di ambang dinding pembatas dapur dan ruang keluarga.
__ADS_1
"Oke Bu"
Akhirnya aku mengajak Alex untuk sarapan bersama pagi ini. Suasana di meja makan cukup menjadi ceria dengan kehadiran Alex disini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya pagi ini aku berangkat bekerja bersama Alex. Di dalam mobil terasa hangat dengan suara canda tawa kami. Rasanya sudah lama aku tidak bercanda seperti ini. Bahkan jika bersama Ganesh sekalipun. Aku juga sudah lama tidak tertawa lepas seperti ini, permasalahan akhir-akhir ini membuat aku seakan lupa bagaiaman caranya untuk tertawa.
"Emm. Ra, ada yang ingin aku tanyakan padamu" kata Alex, suasana tiba-tiba berubah serius. Entah apa yang akan di tanyakan Alex padaku, tapi hatiku mulai tak tenang saat ini.
"Emm. Mau tanya apa Lex?"
Alex terlihat ragu untuk berkata, pria itu seolah sedang memikirkan kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang ingin dia tanyakan padaku. Sikap dan ekspresi wajah Alex ini yang semakin membuatku cemas. Entah hal serius apa yang akan di tanyakan Alex padaku.
"Kamu baik-baik saja 'kan, Ra?" tanya Alex
Apa? Apa hanya pertanyaan itu yang ingin Alex tanyakan padaku. Tapi kenapa dia sampai terlihat ragu dan seolah tekut untuk menanyakan hal itu. Pertanyaan yang aku kira akan hal yang penting.
"Aku baik, seperti yang kamu lihat. Memangnya kenapa?"
Kenapa kau menanyakan hal seperti itu tapi dengan mimik wajah yang khawatir. Memangnya aku kenapa? Ekspresi wajahnya seolah mengkhawatirkan terjadi hal yang buruk padaku dan keadaanku tidak baik-baik saja.
"Emm. Lalu tentang pernikahan Tuan Ganesh?" tanya Alex pelan, pria itu seolah tidak enak mengatakannya. Namun dia begitu penasaran dengan semua kebenarannya.
Deg..
Aku terdiam mendengar pertanyaan Alex, kenapa Alex bisa tahu tentang itu? Apa Ganesh mengundangnya? Mungkinkah? Tapi mengingat Alex adalah rekan kerja Ganesh, bisa saja itu terjadi. Tapi aku pernah bicara tentang Alex padanya, apa Ganesh tidak ingat tentang itu.
"Kau tahu darimana soal itu?"
Bersambung
__ADS_1
Dukungannya dong.. 😭