
Akhirnya akhir pekan ini, kami luangkan waktu untuk hadir di acara pernikahan teman kerjaku saat di GE. Pernikahan yang cukup mewah dengan sepasang pengantin yang duduk di pelaminan terlihat begitu bahagia.
Aku jadi berkhayal sendiri jika aku duduk di pelaminan itu. Mungkinkah? Apa hubungan ku dan Alex akan sampai ke pelaminan? Tidak akan gagal lagi seperti hubungan ku di masa lalu.
"Selamat ya, semoga pernikahan kalian akan bahagia sampai akhir hayat"
Aku dan Alex bergantian menyalami sepasang pengantin baru yang sedang berbahagia itu. Setelahnya, kami segera menuju tempat di mana para tamu menikmati hidangan di acara ini.
"Duduk saja, biar aku yang ambilkan makanan untukmu" kata Alex, dia membawaku ke sebuah meja bundar dengan enam kursi yang mengelilingi nya.
"Ohh.. Baiklah" Aku duduk di salah satu kursi itu "Aku mau salad buah saja, tidak usah mengambil makanan berat"
Alex mengangguk mengerti, lalu dia pergi untuk mengambil makanan.
Aku hanya diam memperhatikan sekitar, suasana cukup ramai dengan tamu undangan yang datang silih berganti. Ada yang pulang dan ada juga yang baru datang.
Seseorang yang menggeser kursi di dekatku membuat aku menoleh, dan aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang pernah aku sakiti hatinya ini.
"Hay Kak, apa kabar?" Tyas mengulurkan tangannya padaku, segera aku menerima uluran tangan itu. Gadis itu terlihat semakin kurus saja sejak terakhir kali aku bertemu dengannya.
Aku tersenyum kikuk, gadis ini masih sama. Ramah dan penuh dengan ketulusan. "Baik Yas, kamu apa kabar? Kesini sama Ganesh ya?"
Kenapa aku malah menanyakan itu si. Kalo Tyas akan salah faham denganku bagaimana? Meski seharusnya Tyas sudah sangat salah faham padaku sejak dulu.
Tyas tersenyum, senyuman yang aku lihat menyimpan kesedihan dan banyak luka disana "Tidak Kak, aku datang bersama temanku yang kebetulan menjadi pengisi catering di acara ini"
Dia datang bersama temannya? Lalu, kemana Ganesh? Apa dia tidak datang?
"Emm. Kakak kenapa lama tidak datang ke rumah?" tanya Tyas
Aku menatap tidak percaya pada gadis itu. Bagaimana bisa dia menanyakan hal itu, sementara aku sendiri merasa malu sekarang karena melakukan hal itu. Datang ke rumah pria yang sudah mempunyai istri dengan status sebagai kekasihnya.
"Tyas, ada hal yang harus aku bicarakan sama kamu. Bisa kita bicara di luar saja? Disini terlalu ramai dan berisik"
__ADS_1
Tyas mengangguk menyetujui ajakan ku itu. Akhirnya kami pergi dari tempat pesta pernikahan ini. Memilih duduk di kursi yang berada di halaman luar, cukup sepi di sini.
Aku memang harus menjelaskan semuanya sekarang. Mungkin Ganesh memang tidak memberi tahu Tyas tentang hubungan kami yang telah berakhir, sehingga Tyas masih saja menyangka aku dan suaminya masih berpacaran. Bahkan dia sampai menanyakan tentang aku yang tidak pernah lagi datang ke rumah mereka.
Gadis ini benar-benar polos atau bagaimana si? Bisa-bisanya dia menanyakan itu padaku.
"Emm. Tyas, sebenarnya aku dan Ganesh sudah berakhir"
Tyas langsung menoleh ke arahku dengan wajah terkejutnya. "Jangan bercanda deh Kak"
Aku menggeleng pelan, menyangkal ucapan Tyas "Tidak Tyas, aku tidak bercanda. Aku dan Ganesh memang sudah berakhir, aku sudah lelah Tyas. Sudah berbagai cara yang kita lakukan untuk mempertahankan hubungan ini, tapi tetap saja pada kenyataannya takdir tidak pernah berpihak pada kita"
Tyas terdiam, mungkin dia masih terkejut dengan pernyataan ku ini. Atau mungkin dia bahagia dengan ini, sudah pasti Tyas akan sangat bahagia. Karena mulai sekarang, pernikahan nya tidak lagi terancam oleh kehadiranku.
Tapi, rekasi dia benar-benar jauh dari dugaanku. Tyas tiba-tiba memegang kedua tanganku dan menatap ku dengan matanya yang berkaca-kaca. Tersirat kesedihan di balik tatapan matanya.
"Kenapa Kak Seira melakukan ini? Kenapa mengakhiri semuanya?"
Hah? Kenapa reaksi Tyas seperti ini? Apa dia tidak senang aku dan Ganesh berakhir? Harusnya dialah yang paling bahagia mendapat kabar ini.
Tyas menunduk sedih, aku jadi penasaran apa yang sebenarnya Tyas fikirkan sampai dia tidak menginginkan hubunganku dan Ganesh berakhir.
"Kak" Tyas mendongak dan menatapku dengan matanya yang berkaca-kaca "Aku tahu jika aku sudah menjadi pengacau hubungan Kakak dan Mas Ganesh. Maafkan aku Kak, maaf"
Tyas menundukan wajahnya dengan terus mengucap maaf. Aku menjadi prihatin melihat gadis ini, sebenarnya dia tidak perlu meminta maaf karena semua ini bukanlah salahnya. Dia hanya tidak sengaja terseret pada hubungan kami yang rumit ini.
Aku memeluknya, mengelus punggung Tyas yang bergetar. Tyas menangis sejadi-jadinya di pelukan ku. Ya Tuhan.. Sebenarnya apa yang terjadi? Gadis ini benar-benar terlihat begitu rapuh.
"Tyas, sudah ya.. Jangan nangis terus, aku tidak papa. Dan kamu juga tidak salah apapun, tidak perlu minta maaf dan merasa bersalah seperti ini"
"Maafkan aku Kak, maaf"
Tyas terus bergumam kata maaf di pelukan ku. Aku mengelus punggungnya "Sudah, kamu tidak salah dan tidak perlu minta maaf"
__ADS_1
Setelah tangisan nya cukup reda, Tyas melerai pelukannya. Dia menatapku dengan matanya yang basah "Apa ini benar-benar sudah menjadi keputusan Kakak?"
Aku mengangguk yakin, tentu aku sudah memutuskan ini semua dengan segala pertimbangan. Meski sangat sakit hati ini, tapi aku yakin semuanya akan bisa ku lalui. Apalagi sekarang sudah ada Alex yang harus aku jaga hati dan perasaannya. Pria itu sudah terlalu baik untuk ku.
"Iya Tyas, lagian aku sudah punya hati lain yang harus aku jaga sekarang"
"Baiklah Kak, semoga Kakak bahagia" kata Tyas, dengan memegang kedua tanganku
"Kamu juga harus bahagia Tyas, aku yakin Ganesh akan bisa mencintaimu suatu saat nanti. Pernikahan kalian pasti akan di selimuti kebahagiaan. Kamu hanya perlu bersabar saja"
Aku tahu jika Ganesh pasti masih bersikap dingin pada Tyas. Melihat dari reaksi Tyas barusan, sudah pasti Ganesh tidak memperlakukan Tyas dengan baik.
Tyas tersenyum dan mengangguk pelan "Baik Kak"
Setelah cukup lama kami mengobrol disana, akhirnya aku berpamitan karena aku ingat jika Alex pasti akan sedang mencariku yang tiba-tiba menghilang ini.
Benar saja, saat sampai di tempat acara resepsi pernikahan ini, aku melihat Alex sedang kebingungan mencariku. Segera aku menghampirinya.
"Lex"
Alex menoleh dengan wajah khawatir, dia melangkah cepat menghampiri ku dan memeluk ku dengan erat "Kamu kemana saja? Aku khawatir cari kamu dari tadi gak ketemu, takut terjadi sesuatu sama kamu Ra"
Aku tersenyum dengan mengelus punggung lebar Alex yang sedang memeluk ku itu. Hatiku merasa hangat saat mendapatkan kekhawatiran Alex padaku.
"Aku gak papa Lex, nanti aku cerita sama kamu. Tapi, sekarang kita pulang dulu"
Alex mengangguk dan melerai pelukannya, kami segera berpamitan pada pasangan pengantin untuk segera pulang.
Bersambung.
Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya juga..
Sambil nunggu novel BPK update chapter terbaru. kalian bisa mampir di karya temanku ini.
__ADS_1