
Malam harinya, saat Senja sedang asyik bermain ponsel, Senja dikejutkan oleh notifikasi pesan dari Rina dalam suatu grup chat bernama 'Kasus'.
Senja penasaran dan memutuskan untuk membaca pesan dari Rina sekaligus melihat grup itu.
Saat Senja membuka pesan dari Rina, tertuliskan dalam pesan itu bahwa Rina meminta nomor telepon Laut untuk dimasukkan ke dalam grup itu juga.
Dari pesan itu Senja tahu bahwa yang membuat grup tersebut adalah Rina.
...****************...
Rina: "Oy, Senja,"
Rina: "Minta no Laut dong, mau gue masukin grup nih."
Senja: "Grup ini lo yang bikin?"
Rina: "Ya iyalah siapa lagi,"
Rina: "Dah ah cepetan."
Senja: "Iya, iya. Tunggu bentar,"
Senja: *mengirim kontak Laut*
Senja: "Dah tuh."
Rina: "Oke, makasih Senja pacar Laut."
...****************...
"Dih, paan coba ni anak, haha." ucap Senja membaca pesan dari Rina.
Benar saja, tidak lama kemudian, Rina menambahkan Laut ke dalam grup itu. Sama seperti Senja, Laut juga keheranan saat pertama kali masuk grup itu. Senja menjelaskan tentang semuanya hingga Laut tahu bahwa grup itu dibuat oleh Rina, sahabat Senja.
...****************...
Laut: "Ooh, gitu,"
Laut: "Emang harus bikin grup? @Rina"
Rina: "Ya lo pikirin aja ege, masa kita ngomongin ini di sekolah? Kalo si kutu denger gimana? Lagian gue juga gak selamanya punya waktu keluar rumah cuma buat ngebahas ini."
Laut: "Oh."
Senja: "Udah, udah. Jadi mau gimana nih? @Rina"
Rina : "@Laut"
Laut: "@Senja"
__ADS_1
Senja: "Si anj*r, malah tag-tagan:)"
Rina: "Gue gak punya ide soalnya:D"
Laut "True"
Senja: "Menurut gue sih gini yak,"
Laut: "He'em.. How is it, babe?"
Rina: "Hdih"
Senja: "Alay ege,"
Senja: "Jadi gini, di kelas kan ada cctv. Gimana kalo kita cek cctv-nya aja? Maybe dengan kita ngecek cctv kita bisa ngambil bukti bahwa gue sama Laut ga bener-bener ciuman dan foto itu cuma editan. Dengan begitu si kutu bisa cepet-cepet di keluarin dari sekolah kan? Gimana gimana??"
Rina: "Hmm... Bagus tuh!"
Laut: "My girl is very smart."
Senja: "Laut,"
Laut: "Iya, iya.. Nggak gitu lagi:("
Rina: "Nja, pacar lo alay banget ege."
Laut: "Oh gitu? Ok fine."
...****************...
Mereka pun menghabiskan malam dengan mengobrol santai di grup tersebut. Mereka memulai panggilan dan berbincang-bincang dengan asyik di telepon itu, hingga Senja tertidur pulas karena kelelahan. Rina yang menyadari bahwa Senja tertidur memutuskan untuk mengakhiri panggilan dan meninggalkan Laut berduaan bersama Senja.
...****************...
Rina: "Oy, gue duluan yak. Ngantuk nih, have fun pacarannya. Wkwk."
*Rina keluar dari panggilan grup tersebut.*
Laut: "Ok."
Laut: "Senja, udah bobo?"
Laut: "Kok diem aja?"
*Laut menyanyikan salah satu lagu kesukaan Senja saat Senja tertidur.*
Laut: "hehe..."
Laut: "Babe, tentang penyakit jantung Laut-"
__ADS_1
Laut: "Ah, nggak. Sleep well ya, babe. Laut temenin bobo."
...****************...
Keesokkan harinya, Senja terbangun setelah mendengar dering dari alarm yang berada tepat di meja yang ada di samping ranjangnya.
"Ih, paan sih?! Berisik banget." ucap Senja yang masih setengah sadar yang kemudian mematikan alarmnya.
Seperti anak muda lainnya, barang yang pertama Senja cari saat bangun tidur adalah ponsel. Bagi Senja ponsel adalah barang yang sangat sangat berharga bagai harta karun.
"Duhh, hp gue kemana sih?! Bentar deh semalem gue ketiduran kan pas lagi telponan sama si Rina, terus..." Senja terdiam selama beberapa detik memikirkan apa yang ia ingat saat terakhir kali sebelum ia benar-benar tidur. "Oh iya! Gue sempet ngedenger Laut nyanyiin lagu kesukaan gue, terus..." lagi-lagi Senja terdiam, namun kali ini dengan sedikit kekesalan di raut wajahnya. "AARRRGGHHHH!! NGAPAIN GUE MALAH MIKIRIN SOAL TELPONAN SEMALEM SIH?! GUE KAN LAGI NYARI HP. SUMPAH LO T*LOL BANGET SENJAAAAAA!!!" Senja menjambak rambutnya sendiri karena kesal.
Sekitar jam setengah tujuh, seperti biasa Senja menunggu Laut di depan rumah sembari memakai sepasang sepatunya.
"Duh, ini si Laut kemana sih? Biasanya jam segini udah datang, kenapa ini belum datang-datang juga?" Senja terus menunggu kedatangan Laut yang tak kunjung datang, padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.42.
"Ck.. Apa Laut udah berangkat duluan ya? Chat gue juga nggak dibaca lagi. Udah lah daripada gue nungguin tu anak, mending gue berangkat jalan kaki aja, Daripada telat gue." benar saja, Senja mulai berjalan menuju sekolahnya.
...****************...
"DORRR!!" baru saja Senja sampai di pintu masuk kelas, Senja dikejutkan oleh seorang perempuan yang tidak lain adalah Rina, sahabatnya sendiri. Akan tetapi, Senja sama sekali tidak kaget dan tidak menghiraukan Rina. Senja hanya fokus melihat seluruh isi ruangan kelasnya dan mencari keberadaan Laut. Namun, Senja sama sekali tidak melihat Laut, bahkan bangku tempat Laut duduk juga kosong.
"WOYY!!" Rina meneriaki Senja tepat di telinganya. "Lo ngapa diem aja dah? Nyari apaan lo? Nyari suami lo??" tanya Rina penasaran kenapa Senja hanya diam dan tidak merespon apapun.
"Ih, paan sih? Dah lah minggir," Senja berjalan menuju bangkunya setelah Rina berpindah beberapa langkah ke samping.
"Laut kemana ya? Apa dia hari ini gak masuk? Tapi apa alasannya? Apa gue jenguk aja kali ya ke rumahnya langsung? Soalnya gue chat kagak dibales-bales. Ngapa dah tu bocah.." batin Senja.
...****************...
Setelah jam pelajaran selesai, Senja menghampiri salah satu teman sekelasnya yang paling dekat dengan Laut.
"Dam! Tunggu, jangan pulang dulu!" pinta Senja kepada Damian, salah satu teman dekat Laut.
Damian yang saat itu akan menginjak anak tangga segera mengurungkan niatnya dan menoleh ke belakang. Damian melihat Senja yang berteriak di depan pintu kelas memanggil namanya.
Melihat itu, Damian menghampiri Senja. "Paan?" tanya Damian keheranan. "Dam, lo tau kabar Laut hari ini gak? Kok hari ini dia nggak masuk sih?" Senja kembali bertanya kepada Damian tentang apa yang ia ingin tahu. Mendengar pertanyaan yang Senja lontarkan, Damian mulai membuka mulutnya tanpa ragu, "Lo gak tau?? Hari ini Laut gak masuk gara-gara peny-" namun, Damian segera menutup mulutnya seakan tidak mau menjawab pertanyaan yang Senja berikan.
"Apaan sih Dam?! Ngomong tuh yang bener, jangan ngang ngong ngang ngong gitu. Bingung tau gak? Udahlah cepetan tinggal kasih tau doang, aelah.. Lama lo." protes Senja tidak sabar sekaligus khawatir dengan keadaan Laut.
"Ck, bukan gitu ege. Orang gue juga gak tau kemana si Laut. Udahlah mending lo datengin aja rumahnya sekalian. Gue mau pulang, bye." Damian berbalik dan mulai berjalan perlahan menuju tangga.
Senja terdiam sejenak, merasa sedikit kesal dengan jawaban Damian. Padahal Senja yakin Damian pasti tahu kabar Laut hari ini, namun ia ragu untuk mengatakannya. "Rumah. Kalo gitu kasih tau gue di mana Laut tinggal? Laut tinggal di perumahan yang jaraknya lumayan jauh dari sini kan?" Senja kembali melontarkan pertanyaan terakhirnya sebelum Damian benar-benar sampai di depan anak tangga.
Sebelumnya Senja memang tahu dimana rumah Laut. Namun, saat mereka mendapatkan diskors, Laut diam-diam pindah rumah ke salah satu perumahan yang lumayan jauh dari rumah Senja. Dan Laut juga tidak memberitahu pasti kepada Senja mengenai tempat tinggal barunya.
Damian berhenti dan menghela nafas panjang seolah sedang memutuskan sesuatu. "Maafin gue Laut, tapi kasihan cewek lo..." batin Damian. Damian berbalik dan mengucapkan kata-kata yang memecah keheningan saat itu. "Perumahan Tulip Putih, blok B nomor 08." ucap Damian dengan jelas.
BERSAMBUNG
__ADS_1