
...Enam tahun kemudian. Enam tahun yang akan kembali membawa cerita baru. Bersama suka dukanya. Bersama nyawa-nyawa baru. Maupun bersama orang yang pernah ada. ...
Langit senja kala itu yang pertama kali manik matanya tankap. Bersama riuhnnya para pemudik yang berada disalah satu stasiun kota Bandung. Baru lima menit sesaat dirinya turun dari kereta, Kota Bandung seakan memberinya sensasi yang berbeda. Memikat hatinya agar lebih lama tinggal disana.
"Cuma tiga hari Bandung," gumamnya. Lantas mengedikkan bahu. Kembali memacu langkahnya sampai sebuah papan nama yang ia cari mengalihkan atensinya untuk segera menghampiri.
"Hai! Dari penerbit Booksmart?"
Seorang wanita yang terlihat lebih tua darinya itu tersenyam lebar sembari mengangguk berulang kali. "Iya betul. Kamu Mbak Zoya yang dari Surabaya kan? Penulis Love story?!"
"Iya benar. Salam kenal! Nama panjang saya Zoya prameswari, biasa dipanggil Zoya. Umur dua puluh empat tahun. Status masih single."
Wanita itu tertawa renyah mendengar perkenalan Zoya. Sepertinya, dia merasa sefrekuensi dengan sosok yang baru dikenalnya itu. "Ah iya, salam kenal mbak Zoya. Perkenalkan saya Angely daniara, kerap dipanggil Anggel. Umur saya dua puluh enam tahun. Status juga masih jomblo. In sya Allah menuju halal," balas Angel diakhiri kekehan.
"Wahh berarti sudah ada yang punya nih," celetuk Zoya dibalas senyum malu-malu dari Angel.
Zoya menilai orang didepannya ini cukup bisa membuat dirinya akrab. Semoga sejak tiga hari dikota Bandung ini, dia bisa bersosialisasi dengan baik.
"Oh ya ampun maaf mbak pasti capek banget ya. Ayo saya langsung antar ke tempat yang sudah perusahaan siapkan."
Zoya mengangguk. Mengikuti langkah Angel dari belakang.
Jika kalian tanya, apa urusan Zoya di Bandung- itu semua karena urusan pekerjaan. Ya, setelah enam tahun lamanya semenjak lulus SMA- Zoya semakin menekuni hobinya didunia penulisan. Bahkan dia mengambil jurusan sastra bahasa indonesia. Hingga dititik ini Zoya bisa menerbitkan novel yang melejit pesat. Dan salah satu alasannya datang ke Bandung juga karena acara meet and greet yang akam dilaksanakan langsung dikantor penerbit yang menerbitkam novelnya. Love story, adalah novel best seller pertamanya.
Banyak perubahan dalam hidup Zoya selama enam tahun ini. Ditahun 2027 sekarang, hanya ada satu impian yang Zoya inginkan. Mendapat kontrak kerja disalah satu penerbit terkenal. Mungkin setelah acara di Bandung selesai, dia akan segera melamar disalah satu perusahaan penerbit buku didaerah Jakarta. Tempat tinggalnya dulu bersama Nenek. Oh ya, jika kalian bertanya bagaimana kabar Nenek, sekarang Nenek tinggal bersama anak keduanya yang ada di Bogor. Dan itu semenjak Zoya pindah ke Surabaya untuk menempuh pendidikan dibangku kuliah.
"Silahkan masuk mbak Zoya! Semoga suka ya tinggal sementara di Aparteemen kecil ini."
Zoya terperangah menatap Apartemen yang dibilang kecil oleh Angel itu. Bagaimana bisa Angel menganggap Apartemen yang cukup besar itu dengan ukuran kecil?
"Kecil bagaimana sih mbak? Apartemennya besar gini loh. Kalau begini mah saya betah lama-lama di Bandung."
"Oh ya, jangan panggil saya mbak. Mbak Angel lebih tua dari saya," lanjut Zoya.
"Aduh saya nggak tua-tua amat kok mbak. Yaudah panggil nama aja ya! Nggak usah pakai embel-embel mbak."
Zoya mengangguk setuju. Toh umur mereka juga tidak terpaut jauh. Bahkan wajah Angel seperti lebih muda darinya. Wajah-wajah baby face. Juga raut polos Angel membuat Zoya suka berteman dengan sosok itu.
"Ini saya nggak-"
"Pakai aku aja! Jangan terlalu formal," potong Angel.
"Ah iya. Ini Apartemennya gratis kan ya?!"
"Iyalah gratis! Kamu disini cuma santai-santai aja. Nanti kalau ada waktu luang aku ajak keliling Bandung."
"Waahh beneran?! Nggak bikin repot?"
"Enggak dong. Aku malah suka bisa ketemu dan kenal langsung sama penulisnya Love Story. Kamu nggak tahu aja gimana aku ngefans sama tulisan kamu."
"Apaansih, jangan bikin aku jadi malu."
"Ngapain malu. Gimana nanti kalau kamu ketemu sama fansnya Love Story? Masa harus kabur kaburan, kan nggak mungkin."
"Iya juga sih. Aduh, aku tuh sebenarnya agak takut sih kalau besok banyak yang tanya aneh-aneh."
"Udah mending sekarang kamu nggak usah mikir jauh-jauh. Makan dulu gih, aku udah bawain makanan tuh. Terus istirahat, biar besok nggak down. Oke?!"
"Makasih loh udah repot beliin makanan segala. Makasih juga udah jemput aku tadi."
__ADS_1
"Udah santai aja. Emang tugas aku buat jemput kamu."
"Udah aku balik ya, kalau ada apa-apa langsung telepon. Besok jam delapan aku jemput disini."
...)( ...
Ternyata kepadatan kota Bandung tidak kalah dari Kota Jakarta. Butuh lima belas menit kedua nyawa itu sampai didepan gedung tinggi bertuliskan Booksmart. Apartemen yang Zoya tinggali saat ini memang tidak jauh dari gedung penerbit buku itu. Membuat keduanya kini datang lebih awal. Semua orang yang ada disana juga sudah memakai kaos bewarna pink dengan tulisan Love Story
"Oh iya Zoy, kenalin ini teman aku. Dia yang udah ngedit naskah kamu loh," ujar Angel menunjuk laki-laki yang berada diantara mereka berempat.
"Hai Kak Zoya! Kenalkan saya Zafir. Salah satu editor disini," ujar Zafir, laki-laki muda sekisar 25 tahun itu mengantupkan tangannya.
"Ah iya, salam kenal Zafir. Panggil saya Zoya aja nggak usah pakai Kak," balasnya juga mengatupkan tangan.
"Hai Zoya! Kenalin aku Caca. Aku yang udah bikin cover Love Story loh," ujar Caca memggebu dengan senyum sumringah.
"Ck! Sombong," celetuk Angel yang langsung dapat tampolan dari Caca. Umur mereka berdua sama. Juga sudah menjalin pertemanan yang cukup akrab semenjak sama-sama bekerja di perusahaan Booksmart.
"Hai salam kenal Caca. Makasih udah bikin cover Love Story jadi bagus banget. Aku suka."
"Wahh seneng deh kamu suka covernya. Asal kamu tahu, aku bikin itu satu malam full. Sampai nggak sempet tidur."
Angel merotasikam kedua bola matanya. Kebiasaan ceriwis Caca memang sudah mendarah daging. Sedang Zafir terkekeh geli.
"Udah Zoy nggak usah ditanggapin tuh anak. Emang agak aneh anaknya."
"Yee apaan sih Ngel! Sirik aja kalau gue lagi seneng."
Keempat orang itu terdiam kala mendengar suara gaduh dari arah lobby. Hingga kegaduhan itu lenyap ketika wanita paruh baya dengan pakaian anggun berjalan kearah gerombolan para pekerja.
"Lanjutkan pekerjaan kalian! Jangan sampai memberi kesan jelek didepan Direktur baru."
Semuanya serempak mengangguk. Lantas kembali menata persiapan untuk meet and greet nantinya. Sedang Zoya semakin gugup kala wanita itu berjalan kearah mereka berempat.
"Aduh aku harus gimana ini?"
"Udah santai aja."
Zoya tersenyum semanis mungkin ketika Manager itu tepat berhenti didepannya. Senyum manis juga tersungging diwajah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu. "Selamat datang diperusahaan kami Mbak Zoya."
"Sama-sama Bu. Saya ucapkan terima kasih atas undangannya, bisa sampai diperusahaan besar ini. Juga terima kasih banyak atas tumpangannya selama tiga hari disini," ujar Zoya terkekeh diakhir kalimat. Mencoba mencairkan suasana disela sela gugupnya.
"Tidak perlu banyak berterima kasih. Kami sangat senang bisa bertemu langsung dengan penulis best seller seperti anda."
"Ah, tidak perlu segitunya juga Bu."
"Kalau begitu saya permisi. Masih ada yang harus saya kerjakan."
"Oh iya Bu silahkan," balas Zoya kikuk.
"Kalian jangan lupa, nanti setelah acaranya selesai direktur baru mau kesini. Dia nggak bisa ikut acaranya karena masih ada urusan. Jadi, jangan sampai ada yang ijin keluar. Mengerti?!"
"Mengerti Bu," balas Angel, Caca, dan Zafir kompak.
Setelah kepergian wanita yang bernama Indira admaja itu- Zoya bisa bernapas lega. Pasalnya aura Indira itu terlalu misterius. Tidak sefriendsly ketiga orang yang kini bergumam tak jelas.
"Emang benar gosip kalau kita dapat Direktur baru?" tanya Caca.
"Kemarin sih sempat ramai di grup. Aku kira cuma sekadar gosip."
"Terus Pak Hendra gimana? Dipecat gitu?!" sahut Angel.
__ADS_1
"Katanya dipindah tugaskan di kantor cabang yang ada di Surabaya," balas Zafir.
Zoya hanya diam mendengarkan. Sembari mengamati dari jauh bagaimana dekor panggung kecil untuk acara satu jam kedepan dimulai.
"Oh ya, aku dengar-dengar direktur baru kali ini masih muda loh."
"Beneran?!" pekik Caca yang membuat Zoya reflek memundurkan badan.
"Aku juga dengarnya gitu," Zafir menimpali.
"Ahh nggak sabar nanti deh! Kalau masih muda terus ganteng bisa aku pelet jadiin suami."
Caca mengaduh kala kepalanya didorong oleh Angel. "Sadar diri dan sadar posisi Caca!"
Zoya dan Zafir tertawa pelan melihat Caca monyong-monyong.
...)( ...
Sedang di Bandara, dua pasang kaki itu melangkah lebar membelah kerumunan orang. Dengan setelan Jaz yang terlihat mahal, lengkap dengan kaca mata hitam yang bertengger apik. Sempat mengalihkan beberapa atensi orang lain hanya untuk mengagumi ciptaan tuhan yang terlalu sempurna itu.
"Jam berapa makan malamnya?"
"Jam delapan tuan," balas laki-laki berbadan kekar yang berjalan disebelah kiri tuannya.
Keduanya kini sudah berada didalam mobil. Membelah jalanan Kota Bandung yang masih saja padat akan kendaraan beroda dua maupun empat. Sosok dengan rahang tegas juga hidungnya yang mancung itu masih fokus dengan benda persegi ditangan. Sebelum mengalihkan atensi kepada laki-laki disebelahnya.
"Galih, kamu ganti acara pertemuan saya dengan Mr.Jick. Kita ke perusahaan dulu, baru nanti sore kita ketemu Mr.Jick, bisa?!"
"Bisa tuan. Saya atur sekarang," balas laki-laki bernama Galih itu.
"Bagus!"
"Pak! Kita ke perusahan dulu," ujar Galih kepada sopir yang akan bekerja untuk tuannya mulai sekarang.
"Baik Tuan."
Sepanjang perjalanan hanya hening yang memeluk keadaan didalam mobil itu. Hingga mobil berhenti tepat didepan gedung dengan 15 lantai itu.
"Silahkan tuan," ujar Galih membukakan pintu.
Keduanya lantas berjalan pelan memasuki lobby perusahaan yang terlihat ramai dengan banyaknya balon warna warni juga poster tulisan Love Story ada dimana mana.
Sedang Bu Indira terlihat tergopoh gopoh menghampiri dua laki-laki yang baru saja menghentikan langkahnya tidak jauh dari kerumunan orang disana.
"Selamat datang Tuan Al. Maaf telat menyambut anda. Semua sibuk sam-"
"Tidak perlu minta maaf," potongnya dingin tanpa ekspresi.
Indira menelan ludahnya kasar. Lantas tak lama kemudian beberapa staf disana menghampiri sembari menunduk hormat.
"Selamat datang Tuan Al!"
...♡♡♡...
...Awalnya dikit ajalah ya, buat pemanasann🔥...
...Next? Spam Dulu!...
...⚠️JANGAN SIDDERS! AKU TAHU KALIAN BANYAK YANG SIDDERS. COBA HARGAI KARYA PARA AUTHOR DENGAN TEKAN LIKE👍⚠️...
^^^Tertanda^^^
__ADS_1
^^^Naoki Miki^^^