
Setelah beberapa hari, akhirnya Riri dan Riyo pun akan berangkat berlibur malam ini ke tempat wisata Pemandian Alam Air Hangat, yang perjalanannya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.
" Ri apakah kamu sudah selesai ? aku akan segera tiba dirumahmu. " tanya Riyo melalui sambungan telepon.
" Sudah, aku sudah selesai." jawab Riri.
" Baguslah kalau begitu, tunggu aku yaa. " sambung Riyo.
" Oke." jawab Riri sambil mematikan telepon.
Kalau dipikir pikir kesalnya Riri belum hilang sepenuhnya karena kejadian waktu itu. Namun karena mereka akan pergi, Riri meninggalkan ego nya dan tak ingin merusak suasana berlibur mereka nantinya.
Riyo tiba dirumah Riri pukul 21.00 wib, mereka pun langsung berangkat. Sepanjang perjalanan mereka bercanda dan tertawa.
Setibanya di lokasi Riyo memesan kolam private. Tanpa ragu Riyo langsung merendam tubuhnya kedalam air hangat tersebut.
Mata Riri membulat seolah tak percaya dengan apa yang dilihat.
Riyo menjadi sosok yang lebih seksi dimata Riri dengan hanya menggunakan celana pendek tanpa baju di tubuhnya.
Hanya Riyo yang berendam dalam air hangat, sedangkan Riri hanya duduk di bibir kolam sambil bermain air.
Dan sesekali mereka menenggak minuman botol yang menghangatkan tubuh sambil bercerita panjang lebar.
Jam sudah menunjukan pukul 02.00 wib dini hari.
Rasa dingin dan ngantuk menyerang Riri.
" Apakah kamu mengantuk Ri ?" tanya Riyo yang memperhatikan Riri menguap.
" Ah iya sih hehe, karena dingin sekali disini, makanya aku ngantuk." jawab Riri malu.
" Ya sudah sebentar ya, aku akan segera kembali. tunggu aku disini dan jangan kemana mana." pinta Riyo.
Riyo pergi entah kemana meninggalkan Riri di kolam itu sendiri.
Riri melihat ponselnya yang di silent dan ternyata ada ratusan panggilan tak terjawab dari Dani.
" Apaan coba anak ini, sudah bilang baik baik juga kalau aku mau putus, masih juga keras kepala. " gerutu Riri kesal.
Ku dengar suara langkah kaki lama lama semakin mendekat.
" Ayo, bawa tas kamu. " ucap Riyo tiba tiba sambil memegang kunci di tangannya.
" Kita mau kemana ? " jawab Riri polos.
" Tapi kamu ngantuk, aku sudah ambil penginapan untuk kita istirahat, aku juga merasa ngantuk. " sambung Riyo.
Riyo dan Riri pun bergegas masuk ke dalam penginapan.
Sementara kepala Riri sedikit pusing karena efek samping dari minuman botol yang katanya penghangat tubuh, yeaaahh jika diminum sedikit, kalau diminum banyak efek nya akan memabuk.
Riri membersihkan diri dan segera berbaring di sisi Riyo.
" Astagaa apakah ini mimpi ?" batin Riri tak percaya dengan apa yang ia lakukan.
Riri pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya kapan Riyo dan Tery mulai berkencan.
__ADS_1
" Riyo boleh nanya ga ?" ucap Riri.
" iya, apa itu ?" jawab Riyo.
" Kapan kamu dan Tery jadian, terus sudah berapa lama ?" tanya Riri serius.
Riyo menghela nafas panjang, lalu tersenyum.
" Aku mengenal Tery di Grup, beberapa hari Tery dan aku sering chat dan Tery blak blakan mengajakku pacaran. ehhmm kami jadian baru seminggu lah " jawab Riyo santai.
" Apa ?????? Tery nembak kamu duluan gitu ??? ". tanya Riri terkejut.
" Iya Ri, kenapa kok seperti ga percaya gitu ? mau aku tunjukin isi chat dia ??". goda Riyo.
Riri pun berhenti bertanya, karena yang Riri tahu temannya tak mungkin senekat itu nembak cowok..
" Apapun bisa dilakukan untuk mendapatkan apa yang di inginkan." batin Riri seraya mengingat ngingat pepatah.
"Heiii Ri, apakah kamu bisa tidur tanpa menggunakan selimut ?" tanya Riyo.
" Ah itu, sebenarnya tak bisa, selimutnya hanya satu dan tak akan cukup jika kita pakai berdua. " jawab Riri sambil menyeringai.
" Sini mendekatlah," ucap Riyo sambil menarik lembut Riri.
Riri terkejut saat lengannya di tarik lembut oleh Riyo.
Antara Riri dan Riyo sudah tak ada jarak lagi.
Riyo memeluk erat tubuh Riri yang saat itu sangat kedinginan.
" Ri, apakah kamu tak kedinginan ?" tanya Riyo
" Banget." jawab Riri singkat.
Riyo mendekatkan bibirnya dan mulai ******* bibir Riri. Riripun membalas nya dengan begitu lembut dan mesra. Mereka begitu menikmati ciuman pertama itu.
Sesekali tangan Riyo mengembara ke segala arah.
Dengan cepat Riyo memakan Riri dan mereka melakukannya lagi dan lagi.
Hingga mereka lelah dan terlelap.
***
Paginya Riyo bangun lebih awal, di lihatnya Riri masih tertidur pulas.
" Dia terlihat menggemaskan semalam." ucap Riyo pelan sambil mengelus dan mencium kepala Riri.
Riyo enggan membangunkan Riri, ia pun membiarkan Riri tidur sementara ia pergi untuk memesan sarapan.
Dengan kepala masih sedikit berat, Riri terbangun dan mengucek kedua matanya.
" Kemana dia, apa dia pegi meninggalkanku sendiri usai melakukan itu semalam. Sial, kenapa aku harus melakukan itu dengannya, apa setelah ini dia akan menjadi benci padaku ? kamu dimana Riyo ". batin Riri seraya ingin menangis.
Tak lama Riyo pun kembali dengan membawa nampan yang berisi sarapan.
" Selamat pagi ". sambut Riyo dengan senyuman khas nya.
__ADS_1
" Aku kira kamu pergi meninggalkanku sendiri disini. " ucap Riri sambil menunduk malu.
" Mana mungkin aku meninggalkanmu, aku keluar hanya memesan sarapan, mandi lah biar kita sarapan. " sambung Riyo.
Mereka pun sarapan tanpa sepatah kata pun. Hanya suara televisi yang terdengar.Mereka sama sama malu.
Karena kejadian semalam di bawah pengaruh minuman.
Suara dering ponsel Riyo memecahkan suasana canggung di penginapan itu.
Riyo pun melihat siapa yang menghubunginya. Namun Riyo enggan mengangkatnya.
" Tery ?" tanya Riri
" Bukan, Mama ku. " jawab Riyo
" Kenapa tak diangkat ? mana tau penting." sambung Riri.
" Mama udah mengirimiku pesan, dia bilang kalau dia sakit. " jawab Riyo sambil menghisap rokok ditangannya.
" Ya sudah ayo kita segera pulang, terus bawa Mama kamu berobat. " ucap Riri.
" Baiklah. " Riyo pun tersenyum pada Riri.
Di dalam perjalanan pulang, Riyo dan Riri masih merasa canggung.
" Maaf ya kejadian semalam." tiba tiba Riyo meminta maaf.
" Tak perlu meminta maaf, aku juga salah." jawab Riri.
Mereka kembali diam, dan Riri tampak memejamkan matanya.
Riri sengaja tidur, agar menghindari pertanyaan pertanyaan Riyo yang membuat Riri menjadi serba salah.
Siang itu sesampainya dirumah Riri.
" Aku langsung gerak pulang yaa. " ucap Riyo
" Iya, langsung bawa Mama berobat yaa.. kabari kalau sudah sampai. " kata Riri sambil melambaikan tangan ke arah Riyo.
Dikamar, Riri seperti orang kesurupan.
" Riri bodoh kenapa bisa kau lakukan itu dengan Riyo, bagaimana kalau dia tak mau bertemu lagi denganku, atau dia menceritakan hal konyol ini kepada orang lain, tamatlah riwayatmu Riri......" gerutu Riri sambil mondar mandir.
Beberapa jam setelahnya Riyo mengiriminya sebuah pesan.
" Aku sudah sampai dirumah sakit yaa, niatnya antar mama berobat, ternyata mama harus di rawat inap. " isi pesan Riyo
" Memangnya mama sakit apa ?" tanya Riri
Riyo pun langsung menghubungi Riri. Riyo menjelaskan kronologi bagaimana mama Riyo harus dirawat inap.
Riri ingin sekali menjenguk mama Riyo. Tapi lagi lagi Riri di sadarkan bahwa Riri bukan siapa siapanya Riyo.
Riri takut kalau ada Tery yang menjaga mama Riyo di rumah sakit.
Be continue.....
__ADS_1