BERBEDA

BERBEDA
Bab 2


__ADS_3

Hari itu tiba , Riyo menjemput Riri di sebuah Cafe yang sering ia datangi bersama teman temannya. Riri gugup karena ini adalah kali pertama ia bertemu langsung dengan Riyo.


Riri melihat sebuah mobil berhenti didepan Cafe, tak lama Riri menerima telepon dari Riyo.


"hallo Ri, kamu dimana ? aku sudah sampai di depan Cafe *** nih". ucap Riyo.


"ah iya sebentar aku kesana, kamu yang mana ? " sambil berjalan keluar Cafe.


"mobil yang berhenti tepat di depan Cafe". sambung Riyo.


"oh iya iya aku melihatmu ". Riri mematikan telepon dan berjalan kearah mobil Riyo.


Di perjalanan Riri diam dan tampak banyak berpikir. Entah apa yang di ocehin oleh Riyo tapi Riri hanya tersenyum simpul dan sesekali menjawab pertanyaan dari Riyo.


"bagaimana kalau pacar Riyo tahu kami berangkat bersama kesana ?" benak Riri.


Tery adalah teman Riri yang juga ternyata adalah pacar Riyo. Riri baru tahu saat Tery sendiri yang memberitahunya kemarin malam.


Sungguh menyebalkan bagi Riri harus berada di posisi seperti ini.. takut kalau kalau dia disebut ingin merebut milik orang..


Riri melirik kearah Riyo yang sedang fokus dengan benda berbentuk lingkaran di kedua tangannya sembari matanya terus memperhatikan jalan.. Di dapatinya sesekali senyum Riyo merekah dari bibir seksinya.


Tiba tiba Riyo menangkap basah lirikan Riri dan tertawa.


"Sungguh memalukan" batin Riri sambil memalingkan wajahnya.


"oh iya Ri, nanti aku turunkan kamu duluan ya sesampainya di Cafe, karena tidak enak dilihat yang lain kalau kita datang barengan seperti ini, apalagi nanti ada Dani" kata Riyo tiba tiba.


Deggggg....


Riri pun membulatkan matanya mendengar Riyo mengatakan itu.


"bagaimana dia tahu hubunganku dengan Dani" gumamnya kesal.


"Ah iya iya tak apa, santuy saja.. dan satu hal yang harus kamu tahu aku memang masih memiliki hubungan dengan Dani, tapi dalam waktu dekat aku akan menyudahinya,hanya menunggu waktu yang tepat saja. Aku lelah denganya..." jawab Riri.


"Sudah berapa kamu dengannya Ri ?" tanya Riyo

__ADS_1


"1 bulan , hehehe " jawab Riri sambil tersenyum lirih.


Riyo pun tertawa mendengarnya. Banyak sekali yang mereka bicarakan saat itu selama perjalanan, dan Riyo berjanji akan mengantarkannya pulang setelah acara selesai nanti.


*****


Disebuah Cafe terlihat beberapa orang yang sudah duduk di meja panjang sambil bersenda gurau.. Riri pun datang dengan senyum manja khasnya.. Riri memberi salam satu persatu temannya yang sedari tadi berada di Cafe tersebut.


Tiba tiba Tery bertanya pada Riri.


"Heii sama siapa kamu kesini Ri ?" tanya Tery sembari duduk di kursi.


"itu, aku naik gr** tadi kesini, eh kak mana abang itu ?" jawab Riri bohong dan sedikit basa basi.


"oh abang itu sebentar lagi sampai, udah dekat dia" jawab Tery.


Tery itu lebih tua dari Riri, wajar saja Riri memanggilnya kakak. Mereka berteman juga cukup lama. Namun tak begitu dekat.


Mata Riri melihat Riyo berjalan masuk dan benar sesuai dugaan Riri, Tery terlihat begitu senang.


Riyo memberi salam pada teman temannya semua, tak terkecuali Riri. Mereka berakting seolah olah mereka belum bertemu sebelumnya, agar Tery dan yang lain pun tak menaruh curiga pada mereka.


Dan tiba tiba,


"hai semuanya apakah saya datang terlambat ?" suara seseorang yang tak asing di telinga Riri. Siapa lagi kalau tak Dani si manusia "overload".


" kenapa dia datang sih, kan dia bilangnya ga bisa datang " benak Riri.


Dengan senyum basa basi Riri pun menegur Dani.. karena yang mereka tahu Riri dan Dani adalah pasangan yang paling mesra. Padahal sebaliknya.. hehehe


Dani menawarkan akan mengantar Riri pulang, namun Riri menolak dengan alasan terlalu jauh kalau harus mengantarnya pulang. Selain mulai menjaga jarak dengan Dani, Riri pun sebenarnya akan pulang dengan Riyo.


Riri mencari alasan dengan Riyo agar ia pulang dengan taksi saja.


Dan Dani mengiyakan lalu menyuruhnya agar segera pulang karena jam sudah menunjukan pukul 22.15 wib.


Riri pergi ke toilet dan segera mengirimi Riyo pesan.

__ADS_1


" jadi antar aku pulang ga ? " tanya Riri


" jadi, emang udah mau pulang sekarang ?" jawab Riyo


" iya, si Dani sudah sibuk nyuruh aku pulang.." jawan Riri.


" yaudah, tapi ga mungkin kita barengan dari sini " kata Riyo bingung.


" aku keluar naik taksi, ntar kamu jemput aku di Z Cafe ya".


"ok, kabari aja nanti kalau sudah sampai sana" jawab Riyo.


Riri keluar dari toilet. Sebelum ia keluar dari toilet tak lupa ia trlah memesan taksi untuk mengantarnya ke Z Cafe.


Dan alangkah terkejutnya Riri melihat Dani berdiri di depan toilet.


"Apakah dari tadi dia disini, hmmm benar benar sinting anak ini" batin Riri kesal.


"Kenapa lama sekali di toilet, kenapa kamu bawa ponsel ke toilet" tanya Dani seperti detektif.


Namun Riri berjalan meninggalkan Dani dan mengabaikan pertanyaannya.


Tak lama taksi yang di pesan Riri sudah berada di depan Cafe.


Tak buang waktu Riri berpamitan kepada teman temannya dan langsung pergi menaiki taksi.


Riri memperhatikan Dani, dan benar yang dipikir Riri, Dani menaiki motornya dan berusaha mengikuti Riri dari belakang...


"astaga Tuhaannn, apa apaan sih anak itu.. kenapa ada sih orang yang parah banget kek gitu, lihat saja nanti ". kata Riri dalam hati dan di pastikan Dani mendapat pelajaran dari Riri.


be continue........


**Sekali lagi maaf ya Readers.


Bab 1 kemarin banyak yang typo kata katanya...hiksss 😒


Jangan lupa Like, Vote, dan Tinggalkan jejak nya ya Readers !!!!!!

__ADS_1


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—**


__ADS_2