
Seperti biasa, keesokkan harinya, Senja bangun pada pagi hari dan bersiap untuk berangkat sekolah.
Senja menunggu Laut sembari mengikat tali sepatunya. Tidak lama kemudian terdengar suara klakson motor, dan sebuah motor ninja berhenti di hadapan Senja.
"good morning, cantik. udah siap?" ucap pengendara motor itu, yang tidak lain adalah Laut.
"morning. belum, ini bentar lagi selesai." jawab Senja sembari lanjut mengikat tali sepatunya.
Tidak lama kemudian Senja berdiri dan berkata "dah, yuk berangkat." ucap Senja yang kemudian mulai naik ke motor Laut.
Laut segera menarik gas motornya dan berangkat seperti biasa menuju SMA 1 DIRGANTARA. Sepanjang jalan Senja terus memeluk Laut untuk berpegangan.
Selang beberapa menit, mereka sampai dan bergandengan sembari berjalan menuju kelas.
Sesampainya di sana, mereka duduk di bangkunya masing-masing, dan menatap mata satu sama lain.
"dih, alay." cetus seorang perempuan yang sedang duduk tidak jauh dari Laut, tidak lain adalah Anis.
"liat aja, lo berdua ga bakal bisa bertahan lama. Inget itu! Laut itu cuma milik gue." ucap Anis dengan nada yang sedikit tinggi, seakan mengancam Senja dan Laut.
__ADS_1
Laut yang kesal segara menjawab "berisik lo kutu. Gue geprek juga lo."
Anis kesal dengan jawaban Laut, dan memilih untuk diam sebelum membuat Laut semakin marah dengannya.
Singkat cerita, bel istirahat berbunyi. Saat Laut dan Senja hendak berjalan menuju kantin, terdengar suara salah satu Guru BP yang berbicara melalui speaker sekolah, "Panggilan kepada Senja Shafira dan Laut Anggara kelas XII-1, ditunggu di ruang BP sekarang juga! Terimakasih."
Mereka yang mendengar hal itu jelas panik, mereka bingung sebenarnya apa kesalahan yang mereka perbuat?
Tanpa pikir panjang, Senja menarik lengan Laut menuju ruang BP yang ada di sekolah.
Sesampainya mereka di sana, mereka disambut oleh beberapa Guru yang memang ditugaskan untuk menangani siswa siswi yang terkena kasus
Senja dan Laut pun segera duduk dan menyimak pembicaraan Pak Bambang dengan serius.
"Senja, Laut. Bapak mendapatkan foto ini dari Anis. Apakah benar kalian melakukan hal yang persis dengan foto ini di kelas saat jam pulang?" tanya Pak Bambang sedikit tegas sembari menunjukkan sebuah foto yang menggambarkan mereka berdua yang sedang berciuman di kelas saat jam pulang.
Senja yang melihat itu tentu terkejut karena mereka sama sekali tidak pernah melakukan hal tak senonoh begitu, terutama di dalam lingkungan sekolah.
"Astaghfirullah aladzim, Pak. Kita berdua gak pernah ngelakuin hal yang kaya gitu Pak. Jujur aja, kita emang pacaran, tapi kita juga tahu batasan, Pak. Sekalipun, kita gak pernah lakuin hal yang kayak gitu.." ucap Senja dengan jujur.
__ADS_1
"iya, Pak.. Bener apa yang Senja katain. Kita berdua gak pernah ngelakuin hal yang bodoh kayak gitu, terutama di dalam lingkungan sekolah." sambung Laut.
Akan tetapi, sayangnya Pak Bambang tidak percaya dengan perkataan dua pemuda itu.
"maaf, Senja, Laut. Tapi sayangnya, saya sudah mempersiapkan surat hukuman untuk kalian berdua. Mulai hari ini sampai Minggu depan, kalian tidak perlu masuk sekolah. Mengerti? Kalian boleh pulang sekarang." tegas Pak Bambang sembari menyerahkan dua surat yang sama untuk Senja dan Laut.
"... Ok, Pak. Maaf" ucap Senja
Mereka pun berdiri dan kembali ke kelasnya, memperhatikan surat yang di berikan oleh Pak Bambang.
Sesampainya di kelas banyak anak-anak yang bertanya, "Mengapa Senja dan Laut tiba-tiba dipanggil Pak Bambang?" "Apa ada hal tak senonoh yang memang Senja dan Laut perbuat?" pertanyaan-pertanyaan itu muncul dari sebagian besar siswa XII-1. Namun, Senja dan Laut tidak menghiraukan keributan itu dan langsung keluar kelas untuk pulang.
"Laut, emang pernah ya kita ngelakuin hal yang kayak gitu di sekolah?" tanya Senja di perjalanan pulang, memastikan.
"gak tau, perasaan gak pernah deh. Kira-kira siapa yang ngedit foto kita jadi kayak gitu?" jawab Laut, memikirkan jawaban dari kasus ini.
Singkat cerita mereka pulang dengan aman, pada siang itu.
Senja meletakkan tas, dan merapihkan seragamnya sembari terus memikirkan apa yang telah terjadi, "sebenernya ada apa sih? Kok bisa Pak Bambang dapet foto kita? Katanya mah dari Anis, tapi emang Anis dapet foto itu dari mana." batin Senja.
__ADS_1
BERSAMBUNG