
Beberapa hari berlalu setelah Senja di rawat di rumah sakit, akhirnya Senja dapat pulang dengan kondisi yang benar-benar pulih.
Pada hari Selasa, tepatnya satu hari setelah Senja pulang. Senja memutuskan untuk kembali bersekolah dan melakukan aktivitas sehari-harinya.
Matahari perlahan terbit dari arah timur, bersamaan dengan Senja yang sedang memakai sepatunya, menunggu Laut datang untuk mengantar Senja.
"dah jam 06.15 tapi si Laut kok belum datang juga sih?" tanya Senja sembari mengikat salah satu tali sepatunya.
Tidak lama kemudian terdengar suara klakson motor dari arah sebelah barat, yang tidak lain itu adalah suara klakson motor Laut. Senja segera berdiri menunggu Laut berhenti tepat di depannya.
"good morning, cantik. Udah nungguin lama ya? Abisnya tumben banget, si kebo udah nungguin duluan." ledek Laut dengan memberi senyuman hangat pada Senja.
"heleh, ngeselin mulu lo. Dah ah ayo berangkat." ucap Senja yang kemudian langsung menaiki motor Laut.
"udah siap, cantik? Pegangan yang kenceng yaa." Laut menarik gas motornya dan mereka mulai berangkat menuju SMA 1 DIRGANTARA, yang kurang lebih satu minggu tidak mereka datangi.
Kali ini, Senja memberanikan diri memeluk Laut dari belakang untuk berpegangan. Laut jelas tersipu melihat tangan indah Senja berada di perutnya.
Mereka berdua sampai di sekolah pada pukul 06.31, memang tidak butuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke sekolah. Tapi menurut Laut, perjalanan pagi itu terasa sangat berbeda dari biasanya, "nyaman" gumam Laut.
Senja turun dari motor Laut dan seperti biasa, Senja berjalan menuju ruang kelas mendahului Laut. Laut hanya bisa melihat sosok Senja dari belakang, "baru kali ini gue ngerasa seberuntung ini. Kok bisa cewe secantik dia ada di dunia yang jahat ini." Laut tersenyum dan mulai menyusul Senja dari belakang.
Sisa satu langkah menuju ruang kelas, Senja tiba-tiba di kejutkan oleh kedatangan seorang perempuan yang tidak lain adalah Anis yang tepat berada di hadapan Senja.
"heh cupu. Sebenernya lo ada hubungan apa sih sama Laut? Berani-beraninya lo terus terusan deketin Laut. Brengsek-" hampir saja Anis menampar Senja, Laut segera menepis tangan Anis.
"Jangan pernah lo ganggu cewe gue. Tangan cewe kotor kek lo ga pantes buat nyentuh cewe gue." tegas Laut membanting lengan Anis.
Anis kebingungan dan dengan apa yang di katakan oleh Laut "hah? C-cewe?... Si cupu ini? Cewe lo? Ahahaha" Anis tertawa terbahak-bahak "jangan becanda deh, cowo ganteng kayak Laut pacaran sama cewe cupu gini? Laut, becandaan kamu tuh ga seruuu." Ucap anis sembari terus mentertawakan ucapan Laut.
Laut yang kesal, segera mendorong Anis hingga terjatuh ke lantai. "cewe gila." ucap Laut dengan marah yang kemudian membawa Senja ke taman sekolah.
"Lepas Laut." kata Senja. Laut berhenti tepat di taman sekolah, di sana hanya ada mereka berdua.
"Laut, lo apa-apaan sih? Kalo lo sampe kebawa kasus gimana?? Asal lo tau ya, Anis tuh termasuk orang berpengaruh di sekolah ini. Papanya Anis tuh kepsek-" belum menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba jari telunjuk Laut menyentuh bibir Senja "ssttt.. Senja, dengerin baik-baik ya. Kalo misalnya gue sampe kena kasus gara-gara si kutu Anis, that's fine. Gue gapapa, yang penting, cantiknya Laut ini bisa belajar di sekolah dengan aman dan nyamann, ok? Don't worry about me."
Jujur saja, Senja benar-benar tersipu dan memerah saat itu. Senja hanya mengangguk dan menjawab "ok, I see. Sorry.."
Laut memeluk Senja "its fine, babe."
Mereka berdua berpelukan cukup lama, hingga akhirnya mereka kembali ke kelas dan melakukan pembelajaran seperti biasanya tanpa ada gangguan dari Anis.
Bel pulang berbunyi menandakan mereka boleh pulang saat itu juga.
__ADS_1
"Senja hari ini lo piket kan? Gue bantuin ya?" tawar Laut mendekati Senja.
Senja hanya mengangguk dan mulai menghapus tulisan di papan tulis. Namun, karena tubuhnya yang kecil dan pendek, Senja tidak dapat mencapai ujung atas papan tulis tersebut. Senja terus berusaha agar bisa mencapai titik itu, hingga tiba-tiba sebuah tangan berurat menyentuh tangan Senja dan membantunya menghapus tulisan yang ada di titik tersebut.
Saat Senja menoleh, benar saja, tangan berurat yang menyentuh tangannya itu adalah tangan Laut. Senyuman bahagia terlukis di wajah Senja. "makasihh." ucap Senja yang kemudian mencium pipi Laut. Laut jelas salah tingkah, akibat ulah Senja. Tapi Laut berusaha untuk tetap memasang wajah datar, di dalam hati Laut "Senja, lo bener-bener bikin gue gila.."
Mereka pulang setelah menyelesaikan piketnya.
"makasih banyak buat hari ini!" ucap Senja.
"u're welcome, babe. Apapun buat Senja." jawab Laut sembari melambaikan tangannya pada Senja, dan kemudian pergi meninggalkan Senja, menuju ke rumahnya.
Senja segera masuk ke dalam rumah dan melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Di malam hari, Senja membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan tak terbaca dari Laut. Senja segera membaca dan membalas pesan itu.
...****************...
Laut: good evening, babeee. How are u??
Laut: i miss u so much:((((
Senja: najis, alay banget ege
Laut: biarin
Senja: waduu, sok aja
Laut: itu si kutu Anis, ngikut-ngikut kita mulu perasaan, ngefans kali yak?? Gedek banget gue liatnya. Besok-besok kalo ketemu gue geprek tuh kutu sampe jadi kutu geprek resep mamang Laut.
Senja: sabar Laut, gaboleh gitu.
Laut: it is fakta.
...****************...
Mereka berdua terus bertukar pesan sampai Senja sadar bahwa ia belum makan hingga perutnya berbunyi. Senja akhirnya memutuskan untuk minta di pesankan makanan oleh Laut.
...****************...
Senja: btw btw, pesenin gue makanan dong. Laper nih wkwk
Laut: ogah
__ADS_1
Senja: ayam geprek extra pedes 1, sama pepsi 1
Laut: okeh
...****************...
Beberapa menit kemudian, terdengar suara bel pintu rumah Senja bersamaan dengan suara pengantar makanan. Senja segera turun ke bawah untuk mengambil makanan itu. "atas mbak Senja Shafira ya? Ini makanannya mbak." ucap pengantar makanan itu sembari memberikan satu bungkus makanan pesanan Senja. "ah, iya. Makasih ya pak." ucap Senja sambil tersenyum ramah yang kemudian kembali ke kamarnya dan langsung memakan semua makanannya.
...****************...
Senja: udah nyampee
Laut: makan yang banyak, biar cepet tinggi kayak gue.
Senja: dih, ngeledek. Orang makanannya udah abis, wlee.
Laut: buset, cepet amat cil. Lo makan pake cara apa?
Senja: Senja gitu loh, gue makan sambil kayang soalnya.
...****************...
Mereka berdua terus bertukar pesan hingga jam sudah menunjukkan pukul 23.27.
...****************...
Laut: babe, udah ya?
Laut: besok kan kita harus sekolah, kalo kesiangan gimana?
Laut: Lanjut nanti okayy??
Senja: hm, yaudah iya
Laut: pinter
Laut: sekarang bobo yaa.
Laut: good night. Sleep well and sweet dream, pretty.
Laut: Don't forget to pray before sleep.
...****************...
__ADS_1
Seperti yang di katakan Laut, sebelum tidur Senja berdoa terlebih dahulu. Tidak lama kemudian Senja pun tertidur dengan lelap malam itu. Begitu pun dengan Laut.
BERSAMBUNG