BERBEDA

BERBEDA
Mencari Tahu


__ADS_3

Sore harinya, Laut mengajak Senja untuk bertemu di taman, awal mereka bertemu.


Tanpa pikir panjang, senja segera bersiap dan bergegas pergi ke taman untuk menemui Laut.


Butuh waktu beberapa menit untuk Senja sampai di sana. Sesampainya Senja di taman, ia melihat seorang Laki-laki yang sudah menunggu Senja di salah satu bangku yang ada di taman.


"Senja, sini duduk!" sorak Laki-laki itu yang ternyata adalah Laut.


Senja yang melihat dan mendengar suara Laki-laki yang tidak asing di telinganya itu pun, sadar bahwa itu pasti Laut. Senja segera menghampiri dan duduk di samping Laut.


"Ada apa?" tanya Senja penasaran dengan ajakan Laut yang tiba-tiba menyuruh Senja untuk datang ke taman.


"Senja, menurut lo ada yang aneh gak sih? Pak Bambang kok bisa lebih dulu nyiapin surat diskors kita sebelum nanya apa yang sebenernya terjadi sama kita? Terus, kok bisa Pak Bambang dapet foto kita sejelas itu, padahal kan kita gak pernah ngelakuin hal-hal kayak gitu." jawab Laut, mencoba memastikan apa yang janggal dari Pak Bambang.


"Lah, iya juga ya. Kok gue baru kepikiran sih?" jawab Senja yang juga ikut memikirkan hal yang sama.

__ADS_1


"Eh, lo ngeh gak sih? Foto yang ditunjukin sama Pak Bambang tuh mirip pas kita piket bareng kemaren. Yang pas gue tiba-tiba nyium pipi lo itu." tanya Senja malu.


"Iya juga. Bentar-bentar, kayaknya gue tau gimana pak Bambang bisa dapetin foto kita." "kayaknya si kutu Anis fotoin kita diem-diem, terus diedit, seakan-akan kita tuh beneran ciuman gitu. Abis itu di kirim ke Pak Bambang. Secara, Papanya Anis kan kepsek. Pasti Anis bisa aja deket sama Guru-guru yang ada di sekolah. Ya gak?" jawab Laut memecahkan satu kejanggalan yang mereka pikirkan.


"Waduh, encer banget otak lo kalo mikirin soal masalah beginian, wkwk. Dah, satu masalah udah ketemu jawabannya. Sekarang tinggal satu masalah lagi, ada hubungan apa Anis sama Pak Bambang sampe sampe Pak Bambang nyiapin surat diskors kita duluan?" tanya Senja.


"Bentar, kayaknya gue juga tau deh, ada hubungan apa Anis sama Pak Bambang." jawab Senja


"Jadi gini, nama lengkapnya Anis itu kan 'Anis Trijathi' terus nama lengkapnya Kepsek juga 'Bimo Trijathi'. Nah, kalo setiap akhir nama mereka tuh 'Trijathi', kemungkin itu marga keluarganya Anis. Terus, kalo gak salah, nama lengkapnya Pak Bambang itu 'Bambang Trijathi'. Kok bisa akhir nama mereka sama semua? Apa jangan-jangan, Pak Bambang tuh Adiknya Pak Bimo?? Kalo emang bener Pak Bambang Adiknya Pak Bimo, berarti Pak Bambang itu Omnya Anis dong?!" jawab Senja dengan terkejut.


"NAH, KETEMU! Akhirnya, kita bisa nyari tau apa yang ada di balik semua ini! Duh ceweknya Laut pinter banget." ucap Laut dengan bangga, menepuk-nepuk kepala Senja.


"Laut, kalo udah kayak gini, apa yang bakal lo lakuin sama si kutu Anis itu?" tanya Senja penasaran.


Laut berpikir sejenak dan kemudian menjawab "eum... Gatau juga sih. Kalo emang boleh, gue bakal geprek tuh kutu."

__ADS_1


Mendengar jawaban Laut, membuat Senja tertawa terbahak-bahak hingga Laut pun ikut tertawa bersama Senja.


Hari itu sangat menyenangkan bagi mereka berdua, selain memecahkan masalah, mereka juga bisa menghilangkan rasa stress yang dialami oleh masing-masing.


"Senja, gue beruntung bisa milikin lo. Lo semestanya gue, gak boleh ada yang milikin lo selain gue." batin Laut.


"Laut, gue harap lo bisa bertahan dari penyakit jantung lo dan hidup lebih lama sama gue." batin Senja.


"Maaf kalo gue egois.." batin mereka berdua yang saat itu sedang asik melihat matahari terbenam dari taman.


"Sekarang gue tau kenapa nama lo Senja." ucap Laut.


"Hah? Emang kenapa?" tanya Senja penasaran.


"Soalnya Senja itu indah, terus cantikkk banget. Kayak lo." jawab Laut menatap Senja sembari tersenyum.

__ADS_1


Senja benar-benar salah tingkah, dan memilih untuk diam.


BERSAMBUNG


__ADS_2