
Oleh: Ida Susyla Wati
#Part 1
Aku memandang datar wanita sederhana yang tampak pucat itu, Ia sedang terlelap dalam tidurnya setelah seharian muntah-muntah. Mungkin efek kehamilannya yang kini tengah memasuki usia 4 bulan.
Vidya Mawardi, dia istri yang aku nikahi 5 bulan yang lalu. Dia adalah istri yang ku pilih sendiri, tapi entah kenapa sekarang ini, aku merasa tidak mencintainya.
Aku mengusap gusar wajahku. Menatap lekat-lekat wajah polos istriku. Dia tidak secantik mantan pacarku, dan mungkin karena itulah perasaanku jadi luntur padanya.
Terlintas wajah mantan kekasihku, Diana. Sejak aku memutuskan menikah dengan Vidya, bayang-bayang Diana selalu hadir dalam benakku.
Bergegas ku raih ponsel. Ku kirim pesan singkat untuk Diana, mantan kekasih yang kini selalu aku rindukan.
******
Jam menunjuk pukul 22.00, Diana buru-buru memakai pakaiannya. Aku masih terbaring diatas ranjang usia kita melakukan hubungan haram beberapa waktu yang lalu.
"Aku harus berangkat yank, takut kemaleman dan terlambat masuk kerja besok. Pekan depan aku kembali lagi untukmu sayang" gegasnya sambil mendaratkan kecupan dikeningku.
Aku mendekapnya erat seolah tak ingin berpisah dengannya. Ku genggam tangannya. Tapi dia harus kembali ke kota tempatnya bekerja, beberapa jam perjalanan dari kota tempat tinggalku.
__ADS_1
Entah kenapa seperti saat berpacaran dulu, aku dan Diana tidak bisa berpisah satu sama lain. Walaupun aku sudah menikah, tapi diam-diam kami masih menjalin hubungan terlarang dan tiap akhir pekan dia pulang kampung demi untuk melepas hasrat denganku.
🥀
Usia mengantar Diana ke terminal Bus, aku memacu sepeda motorku untuk pulang, Jam menunjukkan pukul 22.35 saat aku tiba dirumah. Pelan aku membuka gagang pintu kamar. Vidya tidak ada di kamar tidur kami. Aku mencarinya ke kamar mandi. Ternyata dia sedang mual-muntah disana.
Mukanya pucat, menyemburkan segala hal yang dia makan sebelumnya.
Dia menoleh saat menyadari kehadiranku.
"Mas dari mana aja?aku ngubungi dari tadi ponselnya mati terus" tanyanya lemas.
"Selama itu kamu keluar mas..ponselmu juga mati"
"Iya batreinya habis Vid..mas cuma ketemu teman-teman kok, sudah lama nggak ketemu mereka"
Aku membantu memapah tubuhnya, sepertinya ia sudah selesai muntahnya.
"Besok jam berapa mas?"
"Jam sembilan harus ngumpul Vid..doain mas ya"
__ADS_1
Aku baru saja melamar kerja di suatu Perusahaan yang bergengsi. Karena aku kena PHK di tempat kerjaku yang lama. Istriku yang mencarikan lowongan kerja untukku. Dia juga yang menyiapkan lamaran dan segala berkas-berkas yang diperlukan. Aku lulus test tulis dan wawancara.
Besok adalah jadwal untuk psikotest. Dan tadi siang aku keluar pura-pura mau menyiapkan foto-foto dan berkas untuk test besok, padahal aku janjian bertemu dengan Diana.
----
Singkat cerita, aku lolos dan diterima menjadi staff HRD di Perusahaan tersebut. Suatu kebanggaan buatku. Dan aku sadar ini berkat perjuangan serta doa dari istriku.
--------------------
Tak terasa kehamilan Vidya kini memasuki usia 9 bulan. Aku sebenarnya merasa bersalah tiap kali melihatnya bersusah payah atas kehamilannya. Tengah malam dia selalu susah tidur, sesak nafas dan bolak balik buang air kecil. Dia juga sering kehausan dan selalu gerah ditengah malam. Sungguh aku terenyuh dibuatnya.
Tapi aku juga tidak bisa membohongi hati bahwa aku masih menginginkan Diana. Dalam hatiku timbul penyesalan, kenapa aku harus menikah dengan Vidya. Sementara hatiku masih tak bisa melupakan Diana. Mungkinkah Diana cinta sejatiku??ataukah ini hanya hafsu belaka?? Entahlah.
Sejak kehamilan Vidya memasuki usia 9 bulan. Ia tak bisa melayani kebutuhan batinku dengan memuaskan. Sehingga tiap akhir pekan aku sering menyalurkan hasrat dengan Diana.
Sialnya, Vidya menemukan menemukan chatinganku dengan Diana yang lupa aku hapus...
******
Bersambung
__ADS_1