
"Mas Hasyim gak kepengen apa gitu?" tanya Aleria, karena sejak tadi yang beli hanya dia saja.
"Mas cuma kepengen melihat kamu tersenyum bahagia,"
"Halah gombal,"
Hasyim tidak beli apapun karena dia tahu pasti istrinya nanti tidak habis, dan akhirnya Hasyimlah yang makan.
Sudah tiga bungkus makanan yang sudah Aleria makan, dan saat memasukan satu telur gulung ke dalam mulutnya tiba-tiba ia merasa kekenyangan.
"Sini biar mas habisin, dari pada mubazir," ucap Hasyim sambil mengambil bungkusan tersebut.
Ternyata benar pemikiran laki-laki itu, kalau istrinya pasti tidak bisa menghabiskan semuanya.
"Mas, besok sudah tahun baru loh
resolusimu buat nanti apa?" tanya Aleria.
"Nggak pengen muluk-muluk, cuma ingin kita diberikan umur panjang dan kesehatan," Hasyim melanjutkan makan satu tusuk telur gulung lagi.
__ADS_1
"Mas, pengen segera punya anak gitu nggak?"
Hasyim menyengritkan dahi, saat tiba-tiba istrinya menanyakan hal itu. Apakah hati kecil Aleria sudah terbuka untuk segera memiliki momongan?
"Emangnya ada apa? kok tumben nanyain hal itu," tanya Hasyim kemudian.
"Em, Ria belum siap mas untuk punya anak," lirih Aleria, sebenarnya ia tidak enak mengucapkan kalimat penolakan itu lagi.
"Coba Ria berikan satu saja alasan, biar mas juga mengerti," kedua tangan Hasyim memegang bahu sang istri, dan tak lupa senyuman manisnya selalu ia terbitkan.
Sudah resiko bagi Hasyim, dia harus tetap mengalah dan mencoba mengerti. Karena menikahi bocah yang usianya terpaut jauh darinya, terkadang harus banyak sabarnya.
Aleria yang melihat tatapan mata Hasyim malah jadi salting sendiri, "Jangan gini dong mas," dia melepaskan tangan suaminya.
"Jangan toel-toel mas, nanti makin tenggelam hidungku," protesnya.
Hasyim hanya bisa terkekeh, hidung Aleria memang beda dengannya. Jika hidung Hasyim itu seperti artis India yang kebanyakan mancung, sedangkan istrinya yaitu seperti ucapan perempuan itu sendiri 'minimalis'.
"Jadi alasanmu apa sayang?" tanya Hasyim lagi.
__ADS_1
"Ya, aku masih ingin nikmatin masa muda dulu mas, banyak daerah-daerah ternama yang belum aku jelajahi," Aleria memang pecinta traveling, salah satu keinginannya dulu ketika sudah sukses ingin keliling Indonesia, dia juga tidak muluk-muluk. Bisa menyelusuri daerah istimewa di indonesia saja sudah alhamdulillah.
"Kan kalau punya anak malah seru sayang liburannya,"
"Ya ribetlah mas, kalau rewel gimana? terus juga capek harus jagain 24 jam seperti mak-mak yang lain," Aleria pernah melihat ibu-ibu yang baru saja memiliki bayi tapi dari segi penampilan orang itu sepertinya belum sempat untuk merawat tubuhnya karena repot mengurusi sang anak, dan istri Hasyim tersebut tidak ingin hal itu terjadi padanya.
"Kan ada mas sayang.., nggak mungkinlah seorang suami membiarkan istrinya kecapekan,"
"Tapi ada loh mas yang suaminya gak peduli sama sekali," bantah Aleria.
"Jangan samakan suamimu ini dengan orang lain, pegang saja omongan mas,"
"Ya pokoknya Ria belum siap, nanti pas pulang sekalian beli ini," Aleria menunjukkan sebuah tangkap layar dari mbah google, dalam foto tersebut merupakan alat kontrasepsi.
"Mas sudah beli kemarin," bohong Hasyim, ia tetap ingin segera memiliki momongan dan semoga saja sang istri segera terbuka hatinya.
"Hah kapan? kok Ria gak tahu,"
"Kalau beli masa harus bilang-bilang dulu, nggak kan sayang.."
__ADS_1
Aleria hanya menganggukan kepalanya. Menurutnya benar juga yang dikatakan Hasyim. Karena barang itu merupakan hal yang perlu dirahasiakan dan tidak perlu diumbar.
bersambung...