
Hasyim mengambil hp yang sudah menunjukkan tampilan layar yang berisi beberapa clue.
Camilan jaring-jaring monyet
Air penjumlahan
Air coklat
Bantal sobek isinya tanah liat
Batu bata italy
Hingga masih banyak clue lagi yang dituliskan. Hasyim berjalan perlahan sambil berfikir. Aleria hanya mengikuti dengan meremehkan sang suami. Apakah bisa laki-laki itu menemukan jawabannya?
"Mas," panggil Aleria
"Mas Hasyim," panggilnya lagi karena belum ada respon sama sekali.
"Kalau gak bisa yaudah," ucapnya seraya mengambil hp di tangan Hasyim.
Laki-laki itu menjauhkan benda kotak tersebut dari tangan sang istri yang ingin menjangkau. Lalu berjalan lebih cepat untuk berpindah tempat sampai tak menghiraukan ocehan Aleria.
"Hih sotoi banget sih! kalau temanku pada chat gimana coba," kesal Aleria sambil mengejar sang suami.
Ketika sudah tepat di samping Hasyim, Aleria melihat ada beberapa makanan yang di taruh ke keranjang.
"Ini buat apa mas?" Aleria mengambil satu snack bewarna hijau.
"Buat dimakan," mata Hasyim menelisik rak-rak yang ada di atas.
__ADS_1
"Terus yang ini?" tanya Aleria lagi untuk memastikan sebenarnya Hasyim itu menaruh snack tersebut karena merupakan termasuk clue atau bukan.
"Ya dimakan," jawab Hasyim, lalu memasukan dua snack berbeda kemasan.
"Dah, sini hpku," pinta Aleria.
Bukannya memberi, Hasyim malah berjalan lagi.
"Mas, ini waktunya dah mepet tugas PRku juga belum selesai
kalau nggak niat bantu yaudah, siniin hpnya!" Aleria mengeluarkan segala unek-uneknya.
Cup
Mata Aleria melebar ketika Hasyim meng*c*p bibirnya secara tiba-tiba, bahkan sudah lama mereka menjaga jarak, dan baru kali ini suaminya bersikap berbeda.
Sepertinya sifat bucinnya Hasyim tidak bisa dibekukan seperti es batu, ia tidak kuat jika harus bersikap dingin kepada istri mungilnya.
"Nih lihat, dah banyak tuh snacknya," jari-jari Hasyim mengusap bibir istrinya.
"Buat memakan kamu," ucapan Hasyim sedikit menekan karena gemas mendengar Aleria yang belum paham juga.
"Tau ah gelap," Aleria mengambil snack kesukaannya untuk stock camilan.
"Snack yang kamu ambil gak termasuk dalam clue loh dek," baru kali ini juga Hasyim mengembalikan panggilan 'dek' untuk sang istri.
"Buat kumakan," Aleria mengambil tiga lagi yang berukuran jumbo.
"Di rumahkan masih banyak,"
"Dah bosen,"
"Ya Allah ya robbi... masih enak loh padahal, di luaran sana masih banyak yang ingin makan," nasehat Hasyim, bukannya pelit tapi ia tak ingin jika istrinya terlalu mubadzir dalam hal makanan.
__ADS_1
"Pelit banget sih mas, ini tuh murah banget snacknya," ucap Aleria seolah tak terima.
"Iya mas tahu, tapi habiskan dulu yang ada di rumah,"
"Buat mas aja, pokoknya aku mau yang ini," Aleria tetap menaruh snack itu, tapi Hasyim segera mengembalikannya ke rak.
"Mas.. "
"Aleria.. "
Mereka berucap dengan penekanan, lalu Hasyim merangkul pundak sang istri dengan erat agar tidak kalap dalam berjajan.
"Mas.. " protes Aleria.
"Wis-wis, ayo pulang PRmu belum selesai,"
Saat di kasir Aleria menekuk wajahnya, dan Hasyim tak menghiraukan sama sekali hingga masuk di dalam mobil.
"Nih hpmu, bergetar mulu tuh dari tadi,"
Aleria mengambil benda canggih tersebut, lalu membuka aplikasi bewarna hijau yang sudah ada beberapa notif.
Banyak teman yang tanya secara pribadi kepadanya, dan ia melihat di grup hanya menemukan tiga jawaban clue. Akhirnya Aleria memberitahu jawaban clue tersebut.
Setelah itu ia membuka chat dari teman lawaknya yang saat ospek selalu membuat teman sekelompoknya tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Hasyim curiga dengan tingkah sang istri yang senyum-senyum sendiri.
"Ini loh," jawab Aleria tapi matanya masih fokus pada hp
"Chat sama siapa?"
"Sama cowok?"
__ADS_1
Hasyim bertanya secara beruntun karena rasa cemburu, padahal Aleria bertukar pesan ke teman ceweknya.
bersambung...